Agam,BeritaSumbar.com,-Tradisi mengaji sehabis shalat Magrib merupakan budaya masyarakat Minangkabau sejak lama. Namun, seiring berkembangnya zaman tradisi itu sudah mulai hilang. Banyak ditemui di masjid-masjid yang mengisi rumah Allah SWT itu kalangan orang tua, sedangkan remaja asyik menonton tv atau main gadged.

Tak ingin tradisi bermanfaat itu punah, Wali Nagari Manggopoh Ridwan, mengimbau masyarakatnya untuk stop nonton TV diwaktu magrib.

Anjuran yang dibuat berupa stiker ajakan Mari Sukseskan “Gemar Mengaji (Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji)”, yang dipasangkan disetiap rumah maupun di tempat umum, seperti pasar, terminal, toko-toko/warung.

“Ajakan ini tidak buat anak-anak saja, melainkan orangtua. Karena, di rumah peran orangtua sangat menentukan prilaku anak. Kalau anak saja yang disuruh shalat atau mengaji, sementara orangtuanya menonton tv tentu tidak menunjukkan contoh yang baik,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (23/8) Manggopoh.

Wali nagari yang baru-baru ini meraih juara 1 lomba Nagari Madani tingkat Kabupaten Agam itu, menginginkan Nagari Manggopoh tidak hanya membangun fisik atau infrastruktur saja, namun ia juga menginginkan harus diimbangi dengan pembangunan mental spriritual khsusunya keagamaan.

Dijelaskannya, moto “Menuju Nagari Madani” harus relevan dengan prilaku masyarakatnya yang agamais dan qur’ani.

Tujuan yang ingin dicapai dari Gerakan Magrib Mengaji ini adalah, pertama, menghidupkan kembali tradisi membaca Al-quran setiap selesai shalat Magrib di seluruh rumah maupun masjid.

“Kita berharap gerakan ini tidak hanya sekedar mengajarkan membaca al-quran tapi sekaligus membentengi karakter anak dengan agama sejak dini,” pungkasnya.(rel/amc)

loading...