28 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Walikota Riza Falepi Pimpin Panen Cabai Kopay Di Dua KWT
W

Kategori -
- Advertisement -

Sebanyak 360 KK anggota 36 Kelompok Wanita Tani (KWT) di kota Payakumbuh panen serentak tanaman holtikultura milik mereka, Rabu (25/9). Panen raya ini dilakukan langsung Walikota Riza Falepi bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sumbar Ir. Efendi, dan Kepala Ketahanan Pangan Payakumbuh Ir. Syahril dan pengurus TP-PKK Payakumbuh. Dua kelompok wanita tani, (KWT), yaitu KWT Teratai Kelurahan Padang Datar Payakumbuh Barat dan KWT Tunas Baru Kelurahan Koto Panjang Dalam Kecamatan Lamposi Tigo Nagari jadi percontohan di kota ini.

Keterangan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Ir. Syahril, menginformasikan, panen tanaman holtikultura itu merupakan program unggulan Provinsi Sumatera Barat yang tertuang dalam kegiatan kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Saat kegiatan itu diluncurkan Gubernur Irwan Prayitno bersama Walikota Riza Falepi, Maret lalu, banyak pihak yang meragukan kegiatan ini bakal berhasil.

Tapi, Pemko Payakumbuh melalui sinergisitas staf Kantor Ketahahan Pangan bersama Dinas Pertanian, terus melakukan pembinaan dan memotivasi warga untuk bertanam aneka sayuran dan cabai kopay, meski hanya memanfaatkan tanah pekarangan terbatas dengan polybag. Keluarga golongan ekonomi lemah itu dirangsang dengan bibit tanaman dan ternak unggas.

Bibit yang dikucurkan kepada anggota KWT berupa cabai kopay untuk 50 polybag, berbagai tanaman sayuran dan 8 ekor itik. Minimal lahan tersedia, lebih kurang 100 meter. Dengan lahan terbatas itu, setiap KK diajarkan mengembangkannya dengan sistem vertikultur atau pola bertingkat.

Berdasarkan survei petugas Kantor Ketahanan Pangan di lapangan, jelas Syahril, para anggota KWT diprediksi mengantongi tambahan pendapatan Rp1 juta per bulan. Dengan kalkulasi, jika cabai Kopay mereka punya 50 polybag bakal mendapat keuntungan Rp10.000/hari, kemudian dari sayuran Rp8.000/hari dan dengan jumlah 10 ekor itik, keuntungan dari penjualan telur diestimasikan Rp12.000/hari.

Dari ketiga komoditas itu, jelasnya, total tambahan pendapatan petani dengan program KRPL memanfaatkan tanah pekarangan, akan mencapai Rp1 juta lebih per bulan. Karena itu, program unggulan ini akan terus dikembangkan, dan mudah-mudahan dapat diikuti seluruh warga kota, dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, simpulnya.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sumbar Ir.Efendi langsung memimpin Panen Raya Cabay Kopay dan Tanaman Sayuran lainnya di dua kelompok wanita tani (KWT), yaitu KWT Teratai Kelurahan Padang Datar Payakumbuh Barat dan KWT Tunas Baru Kelurahan Koto Panjang Dalam Kecamatan Lamposi Tigo Nagari.

Turut hadir dalam kesempatan ini Kadis Pertanian Ir.Mediar Indra, Kepala BPMP-KB Drs. Harmayunis, Kadis Koperindag diwakili Gusriwal, SE, Kabag Perek Julfiter, M.Si, Anggota DPRD Tri Venindra, Camat, Lurah, Pengurus PKK Kota Payakumbuh, dan puluhan anggota KWT setempat.

Walikota Riza Falepi dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar Ir. Efendi sama-sama memberikan apresiasi yang tinggi kepada kedua KWT ini, atas keseriusan dan kepedulian warga masyarakat terutama kaum wanita dalam pemanfaatan lahan pekarangan dengan berbagai tanaman sehingga menjadi produktif yang bisa menambah income keluarga.

Lebih jauh Walikota mengharapkan pada warga masyarakat dikota ini jangan biarkan lahan pekarangan tidak produktif, jadikan kegiatan program ini untuk mengisi waktu-waktu luang, kedepan akan kita kembangkan dengan pohon-pohon lain seperti enau, ujar Riza Palefi.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img