28 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

TPS Bukittinggi akan Dipantau CCTV
T

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi akan memasang CCTV di tempat pembuangan sampah (TPS), guna memantau warga membuang sampah tidak pada jamnya.

“Sebanyak 15 TPS yang akan dipasang CCTV. Anggarannya di APBD perubahan kita alokasikan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Syafnir di Bukittinggi, Senin (21/6/2021).

Kata dia, layar tempat memonitor CCTV akan dikoordinasikan nantinya dengan Dinas Kominfo dan Sat Pol PP.

“Kalau layar monitornya di DLH, bisa juga. Tapi koordinasi tetap ke Sat Pol PP, karena ketika ada melanggar Sat Pol PP lah menindaknya,” ucapnya.

Ia mengatakan, TPS resmi di Bukittinggi ada sebanyak 15 unit. Namun ada tiga unit TPS tak resmi, di Surau Gadang, dekat RSUD dan bawah plyover.

“Jika anggaran memadai, dipasang juga di tiga TPS tak resmi itu. CCTV lebih efektif dalam mengawasi yang melanggar, dan dapat dijerat sesuai Perda No. 5 tahun 2014,” ucapnya.

Disampaikan, dalam Perda, bagi yang melanggar, membuang sampah tak pada jamnya disanksi Rp10 juta atau kurungan selama tiga bulan.

“Untuk diketahui, jam pembuangan sampah ke TPS dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB,” sebutnya.

Ia mengatakan, kehadiran CCTV juga dapat mengawasi warga yang tinggal di luar Bukittinggi membuang sampah ke TPS Bukittinggi.

Menurut dia, Bukittinggi menghasilkan sampah sekitar 120 ton lebih sehari.

“Sampah-sampah tersebut, dibawa ke TPA Regional Payakumbuh. Sebanyak 15 truk pagi dan siangnya juga 15 truk,” paparnya.

Ia menyebutkan, satu unit truk sampah mampu membawa empat ton sampah, untuk dibawa ke TPA Payakumbuh.

Ia menyampaikan, pihaknya telah mengalokasikan dana Rp17 miliar setahun, yaitu untuk tujuh item program dan sebanyak 72 kegiatan.

“Dari Rp17 miliar itu, membayar gaji tenaga operasional 171 orang, yakni per orang Rp2,9 juta per bulan. Juga tenaga di kantor 10 orang, satu bulannya masing-masing dibayarkan Rp2,4 juta,” ujarnya.

“Selain itu, dikeluarkan Rp20 ribu per ton sampah untuk dibayarkan ke TPA Payakumbuh, biaya BBM, suku cadang dan lembur petugas,” katanya yang tak mengetahui besarnya biaya operasional satu truk sampah dari Bukittinggi ke TPA Payakumbuh.(adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img