25.2 C
Padang
Selasa, Juli 27, 2021
Beritasumbar.com

Tolak Kenaikan BBM, Realisasi “Pertaubatan Nasional” PKS
T

Kategori -

Oleh: Fitriyeni, S.H*)

BEBERAPA hari lalu, telah diputuskan dalam sidang paripurna DPR-RI bahwa DPR-RI menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) menjadi undang-undang, sehingga dengan kata lain akan terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Seperti biasanya, dalam proses sidang paripurna ini suara para anggota dewan yang terhormat ini menjadi terbagi, yakni yang mendukung R-APBN ini dan yang menentang rencana kenaikan BBM melalui R-APBN ini, dan kali ini tidak ada yang bersikap abstain.

Namun di balik itu semua, hal yang selalu menjadi perhatian belakangan ini adalah sikap politik yang ditunjukkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang pada awalnya merupakan partai koalisi pemerintah, namun pada saat ini begitu kerasnya melawan rencana kebijakan pemerintah tersebut.

Melihat kerasnya sikap penolakan dari PKS ini, memancing partai-partai lain yang sebelumnya bersama-sama PKS mengikatkan diri dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung pemerintah menjadi gerah dan berencana mendepak PKS dari komponen koalisi tersebut.

Muncul isu akan dilakukan reshuffle kabinet untuk para menteri yang berasal dari PKS. Fenomena ini jelas bukan kali yang pertama, dari awal kedurhakaan PKS kepada Setgab hingga sampai saat ini, Presiden dan partainya masih belum cukup sigap dan jantan menyatakan dikeluarkannya PKS dari koalisi maupun dari struktur Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini.

Keberadaan Setgab ditandai dengan ditandatanganinya Code of Conduct pembentukan Setgab oleh masing-masing ketua partai yang menyatakan menggabungkan diri ke dalam kesatuan tersebut. Sejak awal pembentukannya, saya sudah mengkhawatirkan apa yang hari ini terjadi dalam iklim politik di Indonesia.

Jika kita merujuk pada ketentuan perjanjian yang dibuat oleh parpol-parpol ini, maka jelas apa yang dilakukan oleh PKS saat ini telah menyalahi perjanjian yang dulu mereka sepakati bersama. Pada poin 2; “Keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh Presiden (yang dalam hal ini dibantu oleh Wakil Presiden) menyangkut kebijakan-kebijakan politik yang strategis dan posisi-posisi politik yang penting, setelah mempertimbangkan pandangan dan rekomendasi pimpinan partai koalisi pada rapat yang dipimpin oleh Ketua Setgab, wajib didukung dan diimplementasikan, baik di pemerintahan maupun melalui fraksi-fraksi di DPR”.

Kesepakatan ini kemudian diikuti dengan ancaman dikeluarkan dari koalisi dan reshuffle untuk menteri-menteri yang berasal dari parpol yang melanggar kesepakatan Setgab tersebut. Jika kita cermati klausula perjanjian yang mereka buat ini, maka jelas ini adalah suatu upaya “pengamanan” kekuasaan SBY ketika dihadapkan dengan fungsi pengawasan dan penganggaran yang dilakukan oleh parlemen.

Semua ini murni sebuah tak-tik politik untuk pengukuhan kekuasaan salah satu golongan, atau sebut saja SBY dengan parpol pendukungnya. Dan kondisi inipun sangat rentan dengan upaya “jual-beli kepentingan” para parpol Setgab tersebut, sehingga tidak aneh ketika kita melihat tersanderanya banyak kasus korupsi besar di kalangan penguasa ini seperti kasus skandal Bank Century, lumpur Lapindo, proyek Hambalang, tunggakan pajak pejabat, dan lain sebagainya.

Telepas dari materi substansial penolakan PKS terhadap rencana kenaikan harga BBM tersebut, pada tulisan ini saya memaparkan pandangan dari segi ketatanegaraan berikut mencermati pilihan sikap berpolitik PKS tersebut.

Jika kita menilik dari segi hukum ketatanegaraan, maka kita semua mengetahui sistem pemerintahan yang dianut oleh Indonesia adalah Presidensial sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dengan adanya penguatan fungsi Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, serta pemisahan kekuasaan dengan DPR dalam fungsi check and balance atas proses menjalankan negara yang dilaksanakan oleh Presiden bersama pembantu-pembantunya.

Jelaslah bahwa pembentukan Setgab ini sejak awalnya mencederai amanat UUDNRI 1945, dengan melumpuhkan fungsi pengawasan yang seharusnya dapat dilakukan oleh sebuah lembaga tinggi negara yang bernama DPR-RI ini. Dalam perjalanannya terlihat jelas bagaimana parpol penguasa mencoba menakhodai Setgab ini, sehingga mau tidak mau kebijakan parlemen akan ikut tunduk pada keinginan parpol penguasa bersama “antek-anteknya”.

Hal inilah yang dapat kita nilai sebagai bentuk kecacatan tata negara kita saat ini, ketika dominasi partai politik mengalahkan kepentingan-kepentingan rakyat melalui lembaga-lembaga negaranya, baik itu pada sisi Presiden sebagai kepala pemerintahan, begitu juga dengan parlemen sebagai lembaga tinggi negara yang pada dasarnya setiap individu anggota perlemen tersebut bertanggungjawab penuh pada rakyat yang memilihnya, bukan hanya pada parpol yang mengusungnya, atau bahkan pada parpol penguasa yang memberinya “porsi kekuasaan” di pemerintahan.

Dengan melihat kondisi ini kita sebut saja Indonesia sedang membuat sistem pemerintahan baru yakni “parpolementer”, ketika kepentingan-kepentingan pragmatis parpol mengalahkan kepentingan rakyat dan sifat kekuasaannya yang mengalahkan fungsi lembaga tinggi negara, baik di lembaga pemerintahan Presiden, DPR-RI, hingga sangat dapat juga berimbas pada upaya penegakan hukum di Indonesia.

Kemudian kita mencermati apa yang dilakukan oleh PKS dengan penolakan terhadap rencana kenaikan BBM ini. Belakangan PKS sangat menjadi sorotan dengan terjeratnya mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq (LHI) dalam kasus korupsi daging sapi. Masih dalam suasana yang hangat tentang kasus ini, PKS ramai lagi muncul di pemberitaan tentang sikap tegasnya menolak rencana kenaikan harga BBM ini.

Dalam penjelasan atas sikapnya tersebut, PKS mendasarkan sikap politiknya tersebut sebagai pembawa aspirasi rakyat yang tidak dapat ditekan atau diintervensi oleh kekuatan apapun. Ketika dihadapkan dengan rencana dan ancaman akan dikeluarkannya PKS dari Setgab dan koalisi, maka PKS pun malah menantang balik Setgab untuk bersikap tegas terhadap mereka.

Sungguh pentas drama politik yang menarik untuk kita saksikan, ketika para parpol yang dahulu begitu mesra dan penuh kesadaran pengikatkan diri dalam “kesesatan Setgab”, kini berubah menjadi semacam pertengkaran antara sepasang kekasih yang status percintaan mereka masih nge-gantung, yang satu minta “putus”, pihak yang satu laginya masih berharap-harap cemas.

Menilai sikap PKS yang belakangan terkesan membangun citra kembali setelah runtuh oleh kasus korupsi yang menyeret mantan presidennya tersebut, sebenarnya pilihan politik yang diambil oleh PKS ini seharusnya dapat menjadi pembelajaran tentang berdemokrasi yang baik.

Mengorbankan keharmonisannya dengan Setgab, dan bertaruh posisi menteri yang selama ini kita ketahui menjadi “pintu rezeki” utama bagi sebuah parpol, terlepas dari latar belakang PKS memilih sikap tersebut, apakah karena ingin mengembalikan simpati masyarakat kepada partai yang selama ini mencitrakan dirinya bersih, atau memang dengan penuh keyakinan menyadari kesesatan yang telah dilakukannya ketika ikut tunduk bersama Setgab Koalisi.

Seketika ditetapkannya LHI sebagai tersangka, maka struktur partai inipun telah menetapkan presiden baru PKS terpilih, yakni Anis Matta. Pidato pertamanya tersebut kemudian memunculkan pro-kontra, terkait istilah konspirasi dan perlawanan yang akan dilakukan atas suatu anggapan adanya gerakan yang mencoba menghancurkan PKS tersebut. Selanjutnya presiden baru PKS tersebut menyerukan gerakan “pertaubatan nasional” bagi seluruh pengurus dan kader-kader PKS.

Kondisi sekarang inilah yang dapat kita anggap sebagai salah satu bentuk “pertaubatan” PKS yang dulunya pernah ikut serta dalam “perjanjian haram” antara para parpol koalisi dalam bentuk Setgab, yang telah mengkhianati amanat UUD 1945 dan stabilitas serta kepentingan masyarakat.

Besar harapan kita agar langkah pembebasan diri dari kungkungan dominasi parpol penguasa yang dilakukan PKS saat ini dapat diikuti juga oleh parpol-parpol lain yang masih terlihat setia pada keseragaman yang dipaksakan oleh partai penguasa tersebut

 

*) Direktur Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Sumatera Barat

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Sebungkus ES Cindua “Merubah Tangis Menjadi Senyum” Pada Program Jumat Barokah.

Sijunjung, BeritaSumbar.com,--Apapun bisa dilakukan seseorang, yang penting ada kemauan dan usaha yang maksimal. Seperti yang dikerjakan oleh seorang Bapak yang bernama Fadhlur Rahman Ahsas, yang hari ini menjadi penggerak UMKM dengan melakukan berdagang ES Cindua Sagu Abak dengan berkeliling memakai motor buntutnya.
- Advertisement -

Seluruh Jajaran ASN Kankemenag Kota Padang Panjang Ikuti Takbiran Virtual

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kakankemenag Kota Padang Panjang H. Gusman Piliang, beserta seluruh jajaran ASN Kankemenag Kota Padang Panjang mengikuti Semarak Malam Takbiran Idhul Adha Virtual bersama Presiden Republik Indonesia, Senin (19/07/2021) Pukul 19.30 Wib secara Virtual via Zoom Meeting, Channel You Tube, Tv Nasional, dan Medsos Kementerian Agama Republik Indonesia

Padang Panjang PPKM Level 4, Kakankemenag Ikuti Rapat Bersama Walikota

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kakankemenag Kota Padang Panjang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Wahyu Salim mengikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 serta Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Padang Panjang, Rabu (21/07/2021)
- Advertisement -

Khutbah Arafah Di Masjid Namirah

Khutbah Arafah dari Masjid Namirah tanggal 9 Dzulhijjah 1442 Hijriyyah/19 Juli 2021 Masehi disampaikan oleh Fadhilatu Syaikh Dr. Bandar bin Abdul Aziz Balilah Hafizhahullah (semoga Allah menjaganya).

Komisi B DPRD Kota Payakumbuh Desak PAM Tirta Sago Secepatnya Atasi Permasalahan Debit Air

Payakumbuh,BeritaSumbar.com- Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh mendesak agar Perumda Air Minum (PAM) Tirta Sago dapat segera mengatasi permasalahan debit air di kota itu.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.
- Advertisement -