Agam ,Beritasumbar.com, – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas melaksanakan program pemberdayaan di Kelompok Tani Mubarakah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha peternakan dan mendukung pengembangan produk turunan seperti pupuk kompos yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama kelompok.
Kelompok yang beranggotakan sembilan orang ini telah lama mengelola usaha peternakan sapi potong, pembuatan pupuk kompos, dan pertanian. Namun, keterbatasan modal, pengetahuan, serta keterampilan membuat usaha yang mereka jalankan belum berkembang optimal. Akibatnya, kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan anggota kelompok pun masih terbatas.
Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian Universitas Andalas hadir untuk memberikan solusi dan pendampingan. Program ini dilaksanakan melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK), serta difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan tim pengabdian untuk memperkuat usaha kelompok. Pada aspek peternakan, tim melakukan perbaikan manajemen kandang dengan penataan lantai, perbaikan atap, serta pembangunan drainase agar aliran limbah lebih baik. Urin sapi ditampung untuk dimanfaatkan sebagai pupuk cair, sedangkan kotoran padat dikumpulkan untuk bahan pupuk kompos. Kondisi kandang yang lebih sehat memberikan kenyamanan bagi ternak sekaligus memudahkan pengelolaan.
Selain itu, tim juga membantu penyediaan sarana air bersih berupa tangki dan selang, yang sangat penting untuk minum, mandi sapi, dan kebersihan kandang. Tidak kalah penting, dilakukan pula pelatihan pembuatan pakan tambahan berupa Urea Molasses Multinutrient Block (UMMB) yang bermanfaat meningkatkan nafsu makan dan produktivitas sapi.
Dari sisi kelembagaan, tim memberikan pelatihan administrasi kelompok, meliputi pencatatan aktivitas, buku tamu, dan buku kas. Hal ini dilakukan agar tata kelola kelompok lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Disamping kegiatan di atas, kegiatan lain yang dilaksanakan oleh Tim ini adlaah pendampingan adalah pada usaha pupuk kompos. Kelompok Tani Mubarakah telah lama mengolah kotoran sapi menjadi kompos, tetapi masih menghadapi kendala mutu produk, pengemasan, dan strategi pemasaran.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim membimbing petani dalam proses produksi kompos yang lebih terukur. Anggota kelompok diarahkan untuk melakukan penimbangan bahan baku sesuai komposisi yang benar serta melakukan analisis kualitas agar hasil kompos memiliki standar mutu yang baik.
Selanjutnya, dilakukan inovasi pengemasan. Jika sebelumnya pupuk hanya dijual dengan karung biasa, kini digunakan karung bermerek kelompok yang dijahit menggunakan mesin sehingga tampil lebih rapi, kuat, dan profesional. Tidak hanya itu, produk juga ditata di rak khusus agar lebih menarik secara visual ketika dipasarkan.
Dari sisi pemasaran, tim membantu menyediakan spanduk promosi, membuat poster, dan mendampingi kelompok memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan cara ini, pupuk kompos tidak hanya dipasarkan di lingkup lokal, tetapi juga berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ketua Tim, Dr. Reswati, S.Pt., MP, menegaskan bahwa pupuk kompos menjadi salah satu potensi besar bagi Kelompok Tani Mubarakah. “Jika dikelola dengan baik, usaha pupuk kompos ini bisa menjadi penopang utama perekonomian kelompok. Karena itu, kami tidak hanya melatih dari sisi teknis, tetapi juga memperkuat aspek pengemasan dan pemasaran agar produk lebih bernilai dan mampu bersaing,” jelasnya.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh mitra. Kelompok Tani Mubarakah yang diketuai oleh Yelmen St. Palindih aktif terlibat dalam setiap kegiatan, mulai dari penataan kandang, praktik pembuatan UMMB, hingga pembuatan rak pupuk kompos. Kehadiran dan partisipasi anggota kelompok tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.
Menurut Yelmen, pendampingan dari tim Universitas Andalas membawa dampak positif yang nyata. “Kami merasa terbantu, terutama dalam memperbaiki cara kerja dan pemasaran pupuk kompos. Dulu kami hanya menjual seadanya, sekarang sudah punya kemasan bermerek, penyimpanannya tertata rapi, dan dipromosikan lewat media sosial. Harapan kami, usaha ini bisa semakin berkembang dan menambah penghasilan anggota kelompok,” ungkapnya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri dari Dr. Reswati, S.Pt., MP selaku Ketua, bersama Prof. Dr. Ir. Tinda Afriyani, MP, Dr. Dian Hafizah, S.P., M.Si, serta tiga mahasiswa yakni Fayyadh Atsil Muhadzid, Annisa Kamila, dan Rifqi Aulia.
Atas terselenggaranya kegiatan ini, Ketua Tim menyampaikan apresiasi . “Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) yang telah mendanai program ini, serta kepada LPPM Universitas Andalas yang telah memfasilitasi kegiatan. Dukungan tersebut sangat berarti dalam membantu kelompok tani berkembang lebih mandiri,” ujar Dr. Reswati.
Ke depan, tim berencana melanjutkan program dengan pelatihan pembuatan pupuk cair dari urin sapi, pendampingan kesehatan ternak, serta strategi promosi digital yang lebih luas. Dengan langkah berkelanjutan ini, diharapkan Kelompok Tani Mubarakah semakin mandiri dan mampu menjadi contoh pengelolaan usaha peternakan dan pupuk kompos yang sukses di Kabupaten Agam.