25 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tim Dosen Fakultas Keperawatan Unand Gelar Pelatihan Tanggap Bencana
T

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Dorong Masyarakat Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Wujudkan Keluarga Tangguh Bencana

Kategori -
- Advertisement -

Sumatera Barat mengalami 746 total kejadian bencana sepajang tahun 2019. Kita mengetahui bencana yang terjadi dapat menimbulkan banyak kerugian. Untuk mengantisipasi bencana dari awal sehingga dapat meminimalkan risikonya, penanggulangan bencana harus dilakukan. Penangulangan bencana membutuhkan kerjasama yang terpadu dari berbagai elemen, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama termasuk akademisi, dunia usaha, media massa dan masyarakat.

Dalam rangka membangun kesadaran kolektif dalam masyaraka untuk mengantisipasi terjadinya bencana, sangat diperlukan sekali pemberian edukasi bencana kepada masyarakat ,agar memahami ancaman bencana dan memiliki pengetahuan tentang bencana, sehingga mampu melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan jika sewaktu-waktu bencana terjadi.

Untuk itu, tim dosen dari Fakultas Keperawatan yang terdiri dari Ns. Rahmi Muthia, M.Kep, Ns. Fitri Mailani, M.Kep, dan Emil Huriani, S.Kp, MN, melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan penanganan bencana yang berfokus pada masa tidak terjadi bencana (prabencana). Kegiatan ini merupakan Pengabdian Masyarakat Iptek Berbasis Dosen dan Masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pendidikan dan pelatihan penaggulangan bencana ini dilaksanakan pada tanggal  8 Agustus 2020 di Nagari Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, dan dihadiri oleh 47 orang warga masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pengisian angket singkat oleh peserta untuk menilai potensi bencana pada daerah tersebut, selanjutnya dilakukan penyampaian materi dan diskusi tentang analisa resiko bencana yang mungkin terjadi di daerah Pakan Sinayan. Materi dilanjutkan dengan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, terutama bencana yang brpotensi terjadi di daerah tersebut yaitu longsor, gempa bumi, kebakaran dan erupsi gunung api.

Pada akhir pemaparan masyarakat  diminta mengisi kuisioner evalusi, ntuk mengukur pengetahuan masyarakat setelah pemaparan. Di akhir kegiatan edukasi, tim membagikan buku Tangguh Bencana yang berisi panduan dalam penanggualangan bencana. Buku ini dibuat dengan bahasa ringan dan semenarik mungkin, sehingga mudah dipahami dan dapat dibaca kembali oleh peserta serta disampaikan kepada keluarga di rumah.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat memiliki ilmu dalam menghadapi bencana, terlatih dan memiliki budaya sadar bencana, sehingga mampu mempersiapkan diri dengan penanggulangan bencana, untuk melakukan pencegahan dan meminimalkan resiko, menyelamatkan diri dan meminimalisasi korban ketika terjadi bencana.

Penulis: Rahmi Muthia

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img