25 C
Padang
Selasa, Desember 7, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Strategi Pemenangan Pemilu
S

- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,– Pada Bintek yang bertempat di Hotel Bumi Minang Padang (29 September-2 Oktober 2018) juga dibahas langkah langkah pemenangan pemilu.
Suharizal pada bimtek tersebut yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bagaimana seorang calon legislative membuat strategi pemenangan terhadap dirinya dan terhadap pemenangan partainya.
“ Setiap calon legislatif harus mempunyai strategi sendiri dalam mempopulerkan dirinya di daerah pemilihannya, strategi mengemas kampanye, dan strategi menyiasasti keterbatasan dana. Dalam merumuskan strategi kampanye, perhatikan hal-hal seperti ini: Kondisi politik lokal, Kondisi demografis (penduduk), Kondisi geografis (jarak, akses wilayah), Pemetaan tokoh-tokoh lokal , Pemetaan basis kekuatan partai politik , Pemetaan basis jaringan pemilih dan Pemetaan media massa formal dan alternatif .
Contohnya dalam pemetaan kelompok pemilih di dapil. Pada kelompok sasaran kelompok pemilih pemula lakukan pendekatan awal dengan cara mengikuti dan bersosialisasi dengan acara anak muda seperti olah raga, kesenian dan pelatihan usaha. Bentuk kampanye yang dilaksanakan adalah ; dialog, hiburan, pelatihan kepemudaan dengan isu kampanyenya “ peranan anak muda , pendidikan dan ketenaga kerjaan.
Apabila kelompok sasaran kita dalam Dapil banyak petani pendekatan awal tentu melakukan kunjungan anjangsana kepada kelompok tani, bentuk kampanye yang dapat digagas adalah bagaimana peningkatan produksi pertanian dengan isi kampanyenya, perbaikan irigasi, harga pupuk, koperasi dan penjualan hasil pertanian serta pengolahan hasil pertanian. Begitu juga terhadap sasaran PKK, orang lansia, perempuan kelompok yasinan, kita bias melakukan pendekatan dan tema kampanye serta isu kampanya yang sesuai dengan karakter yang ada di wilayah pemilhan para caleg.
Dijelaskan Suharizal juga, bahwa dalam dunia sekarang untuk menarik massa strategi mempromosikan diri ke jejaring sosial sangan diperlukan.
“ Mengapa Perlu mempromosikan diri melalui jejaring sosial? , karena Caleg bisa mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan dan preferensi kelompok masyarakat tertentu yang lebih jelas dan Organisasi/kelompok jejaring dapat memobilisasi anggotanya untuk memilih parpol/caleg serta Pemilih akan lebih terikat pada partai/caleg “ ujar Suharizal
Bagaimana langkah-langkah membangun hubungan jejaring sosial. Pertama buat peta jaringan sosial yang ada di dapil. Kedua buka hubungan dengan tokoh-tokoh jejaring sosial yang berpengaruh dan mempunyai massa . Ketiga buat jurnal catatan setiap forum pertemuan caleg dengan jejaring sosial yang ada di dapil dan keempat susun strategi pendekatan kampanye yang sesuai dengan karakteristik jejaring sosial yang ada “ pungkas Suharizal.
Sementara kemarin Miqdad Husein dari Direktur Eksekutif Gerbang Informasi Pemerintahan (GIP) menjelaskan. “ dalam pileg sekarang uang sangat penting, jabatan dan ketokohan sangat penting tetapi yang perlu kita ingat sekarang ini perubahan sikap politik masyarakat terhadap beberapa kali pemilu masih di dominasi oleh kunjungan calon legislatif ke kontituennya sebesar 60 persen untuk itu bagi para caleg yang tidak punya modal besar, perbanyaklah berkunjung ketengah-tengah masyarakat mendengarkan aspirasinya mereka untuk dijadikan isu kampanye, orang yang sering datang tentu mereka lebih lama tersimpan dalam ingatan calon pemiilih dibandingkan orang yang tidak pernah datang dan mereka lihat. Hal ini, memberikan bukti atas keseriusan para caleg terhadap program yang akan mereka bawa sebagai aspirasi rakyat apabila mereka terpilih . Beda dengan para caleg yang dicalonkan dengan cara dikarbit, seiring dengan perjalanan waktu akan terbongkar juga tujuan mereka mencaleg apakah nantinya akan mecari proyek, keuntungan atau hanya dengan tujuan merobah pekerjaan yang telah ditekuninya sekarang ini.
Sementara terhadap politik uang , belum menentukan duduknya seseorang menjadi anggota DPR/DPRD, karena semuanya belum tentu sampai ke tangan sasaran, tetapi apabila sampai ketangan masyarakat , ada yang bilang “ terima uangnya, pilih sesuai hati nurani “. Caleg yang duduk karena politik uang masih sebesar 19,5 persen. terhadap fenomena tokoh masyarakat yang dipilih walaupun pernah terjerat kasus hukum sebesar 18,0 persen kemungkinan hal ini faktor ketokohan, persaudaraan dan kedaerahan dan hanya sebesar 2,0 persen orang yang benar benar memilih atas rekomendasi partai. “ terang Miqdad Husein.(rel)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img