30 C
Padang
Sabtu, Januari 16, 2021
Beritasumbar.com

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?
S

Kategori -

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih – Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas

Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit baru ini pada 31 Desember 2019. Semenjak itu, wabah corona berkembang, salah satunya di Negara kita Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 ketika 2 orang WNI mengadakan kontak dengan WNA asal Jepang. Sampai sekarang corona masih mewabah di Indonesia yang mengakibatkan semua aspek kehidupan menjadi terganggu.

Kita semua merasakan bagaimana sulitnya beradaptasi terhadap kebiasaan selama pandemik ini, seperti yang dirasakan bagi pelajar baik itu dari kalangan pelajar Sekolah Dasar, SMP, SMA, maupun Perguruan Tinggi yang harus belajar dari rumah masing-masing demi memutus rantai penularan Covid-19.

Proses belajar mengajar dilakukan secara daring melalui aplikasi seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, dan sebagainya. Kendala yang sering dihadapi oleh pelajar seperti susahnya mendapatkan sinyal, tugas yang menumpuk, dan susahnya memahami materi yang diajarkan oleh guru atau dosen yang mengajar karna keterbatasan keadaan. Para orang tua juga merasakan dampak dari pandemik ini yaitu harus work from home.

Pada 10 Oktober 2020 beredar kabar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dan sebuah tautan Youtube dengan keterangan bahwa para kumpulan dokter ahli, ilmuwan dan pengacara di Eropa mengeluarkan statement perihal Covid-19, bahwa hasil penyelidikan mereka selama ini, Covid-19 adalah penuh kebohongan, rekayasa dan membuat orang punya rasa takut, kehilangan pekerjaan, usaha dan dukungan keuangan, ini adalah karya setan, hasil penyilidikan mereka selama ini Covid-19 tidak seperti yang di beritakan hangat di media saat ini, mereka akan menuntut dan menginvestigasi orang yang bekerja sama membuat kekacauan dan situasi ekonomi yang buruk saat ini dan meminta tidak ada lagi istilah new normal karena Covid-19 tidak memiliki efek yang berbahaya seperti di beritakan selama ini, mereka meminta pemerintah harus mengembalikan keadaan seperti kedaan semula, tidak ada lagi istilah new normal dan pengunaan masker, jaga jarak dan hal lain yg berhubungan dengan situasi Covid saat ini. Kemudian terdapat juga pernyataan dari seorang dokter umum bernama Elke De Klerk menyebut bahwa pandemi tidak ada dan Covid-19 merupakan virus flu biasa.

Beredarnya berita ini mengakibatkan masyarakat menjadi bingung dan bertanya-tanya apakah corona ini memang benar ada atau hanya isapan jempol belaka.

Tak berselang lama, pada 19 Oktober 2020 pemerintah akhirnya menetapkan 28 Oktober dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Kabar bahwa libur panjang tetap dilaksanakan dan simpang siurnya berita terkait corona membuat masyarakat dilema, banyak dari masyarakat menjadi terprovokasi dan berspekulasi bahwa corona itu tidak ada atau corona ada namun tidak membahayakan.

Oleh sebab itu orang tua dan anak-anak akhirnya tidak merasa khawatir terkait corona ini, sehingga mereka berencana menjadikan libur panjang ini sebagai ajang untuk istirahat sejenak dari hiruk pikuk kegiatan selama di rumahBanyak yang berencana memanfaatkan libur panjang untuk pulang kampung atau mengajak anak rekreasi ke tempat wisata.

Tetapi pada 25 Oktober 2020 berdasarkan pernyataan web resmi Satgas Penangangan Covid-19 menyatakan bahwa berita-berita yang beredar di masyarakat adalah hoax. Hal ini dibuktikan karena Faktanya, para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai ilmuwan lain mengatakan tidak ada bukti ilmiah virus Corona (Covid-19) kini kehilangan potensinya atau tidak mematikan lagi seperti awal penyebarannya.

Mengenai pernyataan De Klerk yang mengatakan Covid-19 merupakan virus flu biasa, WHO menyatakan COVID-19 menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada influenza musiman. Banyak orang di seluruh dunia telah membangun kekebalan terhadap jenis flu musiman, COVID-19 adalah virus baru yang tidak memiliki kekebalan.

Artinya, semakin banyak orang yang rentan terhadap infeksi, dan beberapa akan menderita penyakit parah. Secara global, sekitar 3,4% dari kasus COVID-19 yang dilaporkan telah meninggal. Sebagai perbandingan, flu musiman umumnya membunuh jauh lebih sedikit dari 1% orang yang terinfeksi. Sehingga klaim mengenai pernyataan-pernyataan ahli Eropa mengenai Covid yang tidak berbahaya merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

Dengan telah dikonfirmasinya berita terkait corona ini, memberikan pelajaran bagi kita sebagai masyarakat bahwasannya kita harus pandai dalam menyaring dan memilah setiap berita yang beredar di sekitar. Selalu pastikan bahwa berita tersebut dari sumber terpecaya sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,

Karena faktanya corona masih ada di sekitar kita, untuk itu cobalah menahan diri sendiri ketika libur panjang ini. Utamakan keselamatan diri sendiri serta lingkungan sekitar dengan cara tetap berada di rumah dan selalu jaga kesehatan. Lakukan kegiatan yang bermanfaat meskipun berada di rumah seperti memasak, menjahit, bersih-bersih rumah, atau sekedar video call dengan sanak saudara di kampung untuk melepas rindu.

Kemudian, berikan pengertian kepada anak-anak bahwasannya libur saat ini bukan ajang untuk jalan-jalan seperti libur-libur sebelumnya, beri tahu mereka bahwa pandemik Covid-19 ini belum berakhir. Solusi lain untuk mengisi waktu selama libur adalah mengajak mereka bermain di rumah seperti congklak, atau ajak mereka dalam kegiatan yang biasa orang tua lakukan seperti memasak atau bersih-bersih rumah, hal ini tentu saja lebih bermanfaat karena kita sekaligus mengajarkan mereka mengenai tanggung jawab di rumah.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kinerja Penyelesaian Perkara Pengadilan Agama Tanjung Pati Di Tahun 2020 Alami Peningkatan

Selama tahun 2020,kinerja pengadilan agama Tanjung Pati di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota mengalami peningkatan.
- Advertisement -

Irfendi Arbi Serahkan APD Bantuan Donatur

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyerahkan bantuan mesin hand sprayer, cairan desinfektan, masker dan hand sanitizer serta vitamin bagi sekolah-sekolah, kantor wali nagari, kantor camat dan lainnya di Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota. Ia berharap bantuan donatur yang disalurkan melalui forum peduli Sumatera Barat itu mampu mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Sampah Berserakan Di Lembah Harau, Ini Komentar Penggiat Wisata

Kawasan Sarasah Bunta Harau, sudah tidak bisa digarap apapun untuk tujuan wisata natural, artinya kealamiannya mulai tercemar. Hal ini tampak dari banyaknya sampah plastik yang menumpuk di salahsatu objek Wisata di Kabupaten Limapuluh Kota itu.
- Advertisement -

PWI Tanah Datar Gelar KLW

Persatuan Wartawan Indonesia Tanah Datar gelar karya latihan wartawan di pendopo Indojalito Kamis (14/01) ini.

Seleksi LTMPT Terbuka untuk Jalur Vokasi

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) siap mendukung seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi vokasi se-Indonesia. Selain Politeknik, perguruan tinggi yang memiliki jalur vokasi dapat bergabung pada seleksi yang khusus dibuka untuk jenjang Diploma IV atau Sarjana Terapan.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian orang di belahan bumi utara menghabiskan...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi terkait masalah ini dengan berbagai upaya...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang beredar untuk mengatasi Covid-19, akan tetapi...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat ini, namun dihebohkan juga dengan hadirnya...
- Advertisement -