31 C
Padang
Jumat, Januari 22, 2021
Beritasumbar.com

Militer Ottoman Mulai Memakai Meriam pada 1420-an
M

Kategori -

Perkembangan militer yang paling penting selama periode bangkitnya Kerajaan Ottoman adalah pengenalan meriam dan senjata api lainnya. Senjata-senjata ini digunakan di Eropa Barat selama abad ke-14 dan dari sana berkembang ke Semenanjung Balkan.

Pada 1378, meriam ditempatkan di dinding dinding kota di Dubrovnik. Selama dekade berikutnya, menjadi barang yang biasa digunakan di Kerajaan Bosnia dan Serbia.

Pasukan-pasukan Ottoman telah menghadapi mereka untuk pertama kalinya selama penyerangan dan gerakan di Balkan bagian barat selama tahun 1380-an. Namun, Ottoman sendiri tidak mengadopsi meriam dalam satu skala yang besar sampai dengan abad berikutnya.

Colin Imber dalam bukunya Kerajaan Ottoman: Struktur Kekuasaan Sebuah Kerajaan Islam Terkuat dalam Sejarah mengatakan referensi-referensi untuk penggunaan bubuk senjata selama masa Bayezid I tidak dapat dipercaya. Namun pada 1420-an, mereka mulai menggunakan meriam dalam pengepungan.

Kananos dalam catatannya mengenai pengepungan Konstantinopel pada 1422 mengisahkan “bombardir besar-besaran”, yang ia laporkan tidak memberikan efek apa-apa. Terdapat referensi-referensi terbatas lainnya mengenai penggunaan meriam oleh Ottoman di tiga dekade awal abad ke-15.

Namun, tetap masih belum menjadi faktor penting peperangan. Selama gerakan pada 1443-1444, pasukan sultan tidak mempunyai artileri lapangan.

Sebaliknya, Hungaria telah mengembangkan taktik pertempuran yang mereka dasarkan pada “benteng berjalan”. Ini adalah sebuah benteng yang dapat berpindah, terdiri atas kereta-kereta yang dirantaikan bersama yang membentuk dinding perlindungan bagi pasukan yang membawa senjata tangan, dengan meriam yang ditempatkan di atas kereta yang ditarik kuda atau di antara kendaraan itu.

Ketidakmampuan kavaleri Ottoman mengatasi kubu pertahanan ini hampir menyebabkan kekalahan. Efektivitas taktik ini diketahui dari Holy Wars of Sultan Murad (Perang Suci Sultan Murad), sebuah catatan Turki saat itu yang tidak diketahui penulisnya mengenai gerakan yang dilaksanakan.

Di sini, penulis membuat Turahan memberikan saran kepada Sultan: “Wahai Padishah. perintahkanlah pasukan-pasukan Islam menarik diri dari benteng berjalan karena jika tidak, orang-orang kafir ini akan menembakkan meriam-meriam mereka dan arquebus mereka, lalu pasukan Islam akan mengalami kekalahan”.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Beny Dwifa Yuswir Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD Golkar Sijunjung

Beny Dwifa Yuswir, Bupati terpilih,mendapat Amanah secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Partai Golkar Kabupaten Sijunjung, priode 2020-2025, dalam Musyawarah Daerah ( Musda) X Partai Golkar Kabupaten Sijunjung, di Gedung Pancasila Muaro. Minggu ( 17/1).
- Advertisement -

Kisruh Dana Covid- 19 TPA Annur Tanjung Bonai,Sebanyak 98 TPA Penerima Bantuan Lain Di Jadwalkan Rapat Bersama

Dugaan Dana Bantuan Covid- 19 Taman Pendidikan Al-qur'an (TPA) Surau Annur di Jorong Tanjung Tengah,Nagari Tanjung Bonai tidak transparan dan menimbulkan ke kisruhan penggunaan anggaran.sebanyak 98 TPA penerima bantuan lainnya dijadwalkan rapat bersama Camat Lintau Buo Utara.

Asrama Putri Pesantren Cahaya Islam Payakumbuh Terbakar

Kebakaran hebat terjadi di Lingkungan Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, Sabtu (16/1) dini hari. Gedung Asrama Putri Pondok Pesantren Cahaya Islam terbakar sekitar pukul 01.10 WIB.
- Advertisement -

Nofrijal Hidupkan Wisata Kuliner Lewat Gowes Wes Wes

Suasana pagi di Kota Padang dihidupkan oleh olahraga bersepeda yang dikenal dengan gowes. Saat ini komunitas bersepeda tumbuh bagaikan jamur di musim penghujan, dipicu pandemi Covid-19 yang tengah melanda Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya sejak Maret 2020 lalu.

Polres Payakumbuh Aman Pria Pembuat-Pengedar Uang Palsu, Diedarkan 10 Lokasi

Payakumbuh, beritasumbar.com- Polres Payakumbuh, Sumatera Barat mengamankan seorang pria atas nama GUNTUR TRIMERLANDA (26) karena membuat dan mengedarkan uang palsu. Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Padang Panjang Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka

Padang Panjang, beritasumbar.com- Wakil Walikota Padang Panjang  Asrul menyatakan daerah tersebut siap menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dimulai Senin, 11 Januari. "Kami meninjau...

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis dianjurkan oleh Rasulullah, bagi umat muslim baik laki-laki maupun perempuan.Sesuai dengan namanya, puasa sunnah ini dikerjakan setiap hari Senin dan Kamis. Puasa...

Doa Sebelum Tidur dan Filosofi Maknanya

Tidur adalah salah satu aktivitas semua orang. Tidur selain merupakan bentuk istirahat seseorang setelah beraktivitas, bisa bernilai ibadah, jika memang diniatkan untuk beribadah. Umat Islam...

Niat Mandi Sunah Sebelum Sholat Jumat

Hari Jumat adalah hari yang penuh dengan keberkahan. Di hari itu umat Islam dianjurkan banyak membaca zikir, doa, dan membaca surah-surah pilihan, seperti surah...

M.Natsir, Tokoh Pendidikan Islam

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh A. Riwayat Hidup M.Natsir Muhammad Natsir gelar Datuk Sinaro Panjang, dilahirkan di Jembatan Berukir, Alahan Panjang, Solok,...

Buya Hamka, Tokoh Pendidikan Islam

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh A. Riwayat Hidup Hamka Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau Hamka,  lahir  di Sungai Batang,...

Daud Rasyidi, Tokoh Pendidikan Islam

DAUD RASYISIDI Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh A. Riwayat Hidup Daud Rasyidi Daud Rasyidi dilahirkan dalam kalangan keluarga sederhana tahun 1890 H M/1279...

Syaikh Muhammad Jamil Jambek, Tokoh Pendidikan Islam

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh A. Riwayat Hidup Muhammad Jamil Jambek Syaikh Muhammad Jamil Jambek (disingkat Syaikh Jambek) dilahirkan di Bukittinggi...

Abdul Hamid Hakim, Tokoh Pendidikan islam

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh A. Riwayat Abdul Hamid Hakim Abdul Hamid Hakim dilahirkan di desa Sumpur, terletak di tepi Barat Danau...

Rahma El Yunusiyah, Tokoh Pendidikan Islam

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh A. Riwayat Hidup Rahma El Yunusiyah Tokoh pendidikan dan Pejuang Islam wanita dari Sumatera Barat ini, lahir...
- Advertisement -