30 C
Padang
Sabtu, Januari 16, 2021
Beritasumbar.com

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi
B

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti

Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau bukan Sri Rejeki atau kita kenal juga dengan nama Aglonema. Sri rejeki adalah tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae.

Berasal dari genus Aglaonema dan memiliki sekitar 30 spesies. Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi. Bagi sebagian orang Sri Rejeki dianggap bisa memberikan peruntungan tersendiri. Selain itu tanaman ini juga berfungsi menghilangkan polutan udara sekitar pekarangan.

Tanaman hias ini juga memiliki jenis yang beraneka ragam dengan berbagai pilihan warna dan pasti bisa menambah keindahan rumah. Diantaranya yaitu Pride of Sumatra, Legacy, Lipstik atau Siam Aurora, Bidadari, Dud Anjamani, Red Kochin, Lady Valentine, Sinar Bulan, Emerald Bay, Cutlass, Silver King, Widuri Putih Super, dan si Anyamanee  yang baru dikembangkan pada tahun 2019 lalu di Thailand.

Dengan maraknya trend tanmana hias jenis Sri Rejeki atau Aglaonema ini membuat meningkatnya harga di pasaran. Pada beberapa situs penjualan daring, satu buah bibit Sri Rejeki kini dihargai dengan rentang harga 40 ribu hingga 300 ribuan sesuai dengan kekhasan tiap jenisnya. Meningkatnya harga pasar tentunya menjadi ladang usaha tersendiri bagi beberapa kalangan pembudidaya tanaman hias.

Untuk jenis Aglaonema termahal ini jatuh kepada Aglaonema Anyamanee Jenis aglaonema ini merupakan varietas baru yang muncul pada tahun 2019. Keindahannya terletak di daunnya yang lebar yang terdiri dari tiga warna yaitu hijau, merah dan putih. Tanaman ini di Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya, belum banyak pedagang yang mendatangkan bibit atau indukan Aglaonema Anyamanee dari Thailand.

Karena jumlahnya sangat terbatas, memiliki Aglaonema Anyamanee menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi varietas ini memang memiliki bentuk yang sangat indah. Sehingga menjadi wajar jika ia saat ini menjadi jenis aglaonema termahal di tahun 2020. Harga jual tanaman indukannya bisa mencapai puluhan juta rupiah dan harga bibitnya sekitar 300 ribuan.

Namun, ternyata aglaonema ini sendiri merupakan jenis tanaman yang cukup mudah di budidayakan, sehingga bisa menjadi pilihan budidaya tanaman hias rumahan dikala pandemi ini. Berikut  Cara Menanam Aglaonema yang baik dan benar. Menanam Aglaonema bisa dilakukan dengan benih, metode cangkok, metode stek dimana proses nya lebih mudah dibanding metode cangkok.

Untuk merawat tanaman Hias Aglaonema ini mempunyai beberapa langkah yaitu, pertama siapkan medium tanam yang sesuai. Gunakan tanah dengan perbandingan tanah humus dan tanah  pasir 3:1 dengan derjat keasaman 6-7 agar pertumbuhan Aglaonema menjadi maksimal. Kedua memberi pupuk secara berkala, pemberian pupuk untuk Aglaonema ini dibatasi dan cukup dilakukan satu kali tiap tiga bulan untuk menjaga kepadatan dan kondisi medium. Ketiga, sesuaikan kadar air dengan kelembapan tanah, cukup siram satu kali sehari dengan takaran pas agar tanah menjadi subur dan lembab. Terakhir, hindari pencahayaan matahari secara langsung, maksimalkan pertumbuhan Aglaonema dengan menghindarinya dari paparan matahari langsung.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Warga Tanjuang Gadang dihebohkan Penemuan Mayat Laki Laki

Masyarakat Jorong Guaguak None Kenagarian Tanjung Gadang kabupaten Sijunjung dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki Minggu (10/1) Sekitar pukul 09.30 WIB.
- Advertisement -

Enam Penambang Emas Tertimbun Longsor Di Solok Selatan, Dua Meninggal

Padang Aro, beritasumbar.com - Akibat curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir, sebanyak enam orang penambang emas asal Jawa Tengah tertimbun longsor di...

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.
- Advertisement -

Sampah Berserakan Di Lembah Harau, Ini Komentar Penggiat Wisata

Kawasan Sarasah Bunta Harau, sudah tidak bisa digarap apapun untuk tujuan wisata natural, artinya kealamiannya mulai tercemar. Hal ini tampak dari banyaknya sampah plastik yang menumpuk di salahsatu objek Wisata di Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Yakin diminati warga, MS Glow hadir di Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Salah satu produk skin care dan kosmetik yang banyak digemari di pasar daring, toko MS Glow hadir di Kota Payakumbuh, Sumatera...

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian orang di belahan bumi utara menghabiskan...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi terkait masalah ini dengan berbagai upaya...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang beredar untuk mengatasi Covid-19, akan tetapi...
- Advertisement -