23 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Polres Payakumbuh Ungkap Kasus Pengeroyokan Berujung Maut Karena Cemburu
P

Kategori -
- Advertisement -

Payakumbuh,- Niat hati bertemu pacar, tapi naas rupanya ajakan bertemu dari sang pacar via pesan medsos ternyata jebakan buat Warido Anafiska (23) Warga Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh kota ini. Ternyata yang mengajak bukan sang pacar. Tapi orang lain yang juga di duga pacar korban. Akun medsos sang cewek dibajak oleh pelaku untuk memancing bertemu korban karena sakit hati dan cemburu.

Korban yang terpancing datang ketempat yang disebut dalam pesan medsos tersebut bersama temannya. Sampai dilokasi pada Senin 7/9 sekira jam 03.00 wib korban diserang pelaku di lokasi jalan lingkar utara Kelurahan Napar Payakumbuh Utara. Korban dipukul dengan kayu dari arah depan. Melihat korban kena pukulan balok kawan korban lansung lari minta bantuan , dan Korban dibawa ke Ibnu Sina subuh tersebut.

Korban meninggal di Rumah Sakit Ibnu Sina Payakumbuh, setelah mengalami tindak kekerasan secara bersama-sama.Pelaku yang berjumlah lima orang, sudah diamankan, kata Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, didampingi Wakapolres Kompol Jerry dan Kasat Reskrim AKP M Rosidi di Mapolres Payakumbuh, saat konferensi pers pada Jumat (11/9).

Lima pelaku yang terlibat kasus tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya jiwa korban ini, semuanya adalah warga Kota Payakumbuh. ,Dua dari pelaku sudah dewasa, sedangkan tiga orang masih di bawah umur, kata Alex Prawira.

Kedua pelaku yang sudah dewasa berinsial AMD, 20 tahun, warga Kelurahan Tigo Koto Diateh, Payakumbuh Utara, dan IR, warga Kelurahan Napar, Payakumbuh Utara. Sedangkan tiga pelaku yang masih di bawah umur atau masih kurang 17 tahun berinisial BRP dan MI yang sama-sama warga Tigo Koto Diateh, Payakumbuh Utara. Kemudian, RMRS yang merupakan warga Napar, Payakumbuh Utara.

Kelima pelaku ditangkap di tempat berbeda. Pengungkapan kasus ini membutuhkan waktu tiga hari, kata AKBP Alex Prawira dan AKP M Rosidi.

Selain mengamankan kelima pelaku, Polres Payakumbuh juga mengamankan barang bukti berupa tiga bilah kayu yang digunakan untuk mengeroyok korban. Kemudian, empat unit ponsel dan satu sepeda motor.

Motif di balik kasus ini karena salah seorang pelaku cemburu kepada korban, karena pacarnya diganggu korban. Kemudian pelaku membajak akun facebook pacarnya. Lalu, memancing korban datang ke TKP, mengajak temannya dan memukul dengan kayu, sehingga korban terjatuh. Tidak sadarkan diri dan meninggal di Rumah Sakit Ibnu Sina Payakumbuh, kata Alek Prariwara.

Atas peristiwa ini kelima pelaku dijerat dengan pasal berlapis yang diatur dalam KUHP. Yakni, Pasal 170 jo Pasal 351, Pasal 353, Pasal 56 jo Pasal 53. “Kasus ini masih terus dikembangkan, kata Alex Prawira.

Pada kesempatan jumpa pers tersebut Kapolres juga menyampaikan pesan bagi para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak anak di rumah. Jangan sampai tidak ada kontrol jam bermain anak di luar rumah. Karena jika anak tidak terkontrol tingkat kenakalan yang bisa membawa mereka ketindak melanggar hukum akan sangat tinggi. Dan ini harus jadi perhatian penting bagi orang tua dalam mengawasi anak, ujar Alex Prawira Kapolres Payakumbuh Yang masih hitungan hari memulai dinas di Kota Randang ini. 

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img