23 C
Padang
Kamis, April 22, 2021
Beritasumbar.com

Polres Limapuluh Kota Gelar Rekonstruksi Minggu Berdarah Di Taram
P

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Setelah penetapan dua tersangka atas tragedi berdarah pengeroyokan yang melibatkan salah seorang Anggota DPRD Limapuluh Kota dan adiknya dengan Erwin Syahputra (35) warga Pilubang memasuki tahap rekonstruksi atau reka ulang. Erwin meninggal dunia sebelum sempat mendapat pertolongan medis usai kejadian tersebut.

Rekontruksi yang digelar di belakang kantor Polres Limapuluh Kota, Rabu (4/10) dimulai sekitar pukul 10.00 Wib itu, penyidik Satreskim Polres Limapuluh Kota sudah menghadirkan kedua tersangka Tedy Sutendi yang juga anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Hanura dan adiknya Primsito panggilan Tito di Mapolres setempat, namun reka ulang yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Afdal, SH, Oktri, SH dan Salmadera,SH dan dua pengacara dari kedua tersangka yakni Faisal Munir, SH dan Mevrizal,SH itu, tidak diperankan langsung oleh tersangka Tedy Sutendi dengan alasan yang tidak jelas.

Kecuali tersangka Primsito panggilian Tito yang dihadirkan dalam peragaan reka ulang itu, menolak memerankan beberapa adengan dari 20 adegan yang di peragakan, dengan alasan berita acara rekontruksi yang dibacakan tim penyidik tidak sesuai dengan kejadian yang terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun, sesuai dengan jalannya reka ulang yang dihadiri langsung Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis dan Wakapolres Kompol Eridal serta sejumlah perwira yang ada di Mapolres setempat, terungkap bahwa kasus berdarah berujung maut yang terjadi di Nagari Taram pada hari Minggu tanggal 10 September sekira pukul 10.30 WIB itu, bermula dari orang-orang Nagari Pilubang sedang melakukan kegiatan pengarapan terhadap lahan yang berada di Aia Suci Jorong Tanjung Ateh, Nagari Taram, Kecamatan Harau, yang mana pada saat itu dihadiri oleh beberapa saksi Nurhaida, Husni, Burhanudin, Damirun, Muhardi, Radit, Hariadi dan korban Erwin Saputra.

Saat itu datanglah tersangka Tedy Sutendi berserta rombongan yang berjumlah lebih kurang 40 orang, yang mana saat itu diikuti oleh tersangka Primtito panggilan Tito, saksi Emi, Maifizal, Buyung, Endang Lestari (istri tersangka Tedy Sutendi) dan Nismala Dewi.

Ketika itu tersangka Tedy Sutendi menyampaikan kepada warga Nagari Pilubang untuk berhenti mengarap lahan. “Berhenti, berhenti semua” dan seorang wanita bernama Nuraidi (saksi) menjawab;Taruih..taruih..jaan namuah baranti. Dan, setelah itu Tedy mengatakan. “Baa kok ado sanjato bagai ko, kumpuaan sado sanjato tu,” kata tersangka Tedy Sutendi.

Ringkas cerita seperti terungkap dalam adengan ke 4, terjadilah perang mulut antara tersangka Primtito panggilan Tito dengan Damirun (saksi). Saat itu tersangka Primtito panggilan Tito mengatakan kepada Damirun, “Ang urang bagak Pilubang”. Namun Damirun tidak menanggapi, tapi tersangka Primtito panggilan Tito tetap menantang Damirun dengan kata; “ Ko ha, ang tinjulah kapalo den ko ha,” Meski tantangan tersangka Primtito panggilan Tito tidak ditanggapi, namun tersangka Primtito panggilan Tito langsung melayangkan pukulan ke bagian kepala Damirun dan akhirnya Damirun membalas dengan memukul balik kepada tersangka Primtito panggilan Tito.

Ketika terjadi perkelahian tersebut, datanglah teman tersangka Primtito panggilan Tito bernama Emi dan langsung memukul Damirun. Tidak berselang lama, datang pula tersangka Tedy Sutendi melakukan pemukulan terhadap Damirun sampai terjungkal ke dalam parit.

Ketika Damirun tidak berdaya setelah dikeroyok dua tersangka Tedy Sutendi dan Primtito panggilan Tido serta Emi, datanglah korban Erwin Saputra membawa sebilah parang dan langsung mendorong tersangka Primtito pangilan Tito hingga terjatuh.

Saat itu juga korban Erwin Saputra langsung mengejar tersangka Tedy Sutendi dan langsung melakukan penusukan ke arah rusuk sebelah kiri bagian belakang tersangka Tedy Sutendi.

Setelah korban Erwin Saputra melakukan penusukan terhadap tersangka Tedy Sutendi, dengan spontan tersangka Tedy Sutendi berhasil mengambil parang milik Damirin yang tergantung dipinggangnya dan lalu menghujamkan parang tersebut ke tubuh korban Erwin Saputra beberapakali tebasan.

Diakhir adengan, setelah tersangka Tedy Sutendi melakukan tindak penganiayaan dengan senjata tajam tersebut, akhirnya perkelahian itu reda dan tersangka Tedy Sutendi bersama tersangka Primtito panggilan Tito dan rombongannya termasuk warga Pilubang memisahkan diri.

Sedangkan korban Erwin Saputra yang menderita luka bacok cukup parah itu berjalan kaki dengan jarak cukup jauh, untuk kemudian korban dibawa dengan mobil menuju RSUD dr. WD Payakumbuh. Namun nyawa korban Erwin Saputra tak terselamatkan

Adegan reka ulang berjalan aman dan tertib di bawah pengawalan ketat anggota Polres Limapuluh Kota.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Tidak Ada Penambahan Kasus, Tiga Orang Bebas Isolasi Di Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Sempat terjadi peningkatan kasus sejak awal Ramadhan lalu, Senin (19/04) tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Kota Payakumbuh, dan tiga warga Payakumbuh dinyatakan bebas isolasi.
- Advertisement -

Daerah Tetangga Zona Merah, Ini Pesan Riza Falepi

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Wali Kota Riza Falepi menyampaikan dilema yang saat ini dihadapi pemerintah dan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 apalagi di Bulan Ramadhan adalah antara kebutuhan beribadah di mesjid dan di sisi lain posisi Payakumbuh yang belum aman, karena daerah tetangga (Kabupaten Limapuluh Kota) saat ini statusnya zona merah oleh Satgas Covid-19 Provinsi Sumbar.

Ustadz Irsyad Safar Serahkan Bantuan Pemprov Sumbar Untuk Masjid Baitussalam

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Wakil Ketua DPRD Sumbar Ustadz Irsyad Syafar gelar safari Ramadan ke Masjid Baitussalam, Kelurahan Koto Baru Balai Janggo, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sabtu malam (17/4).
- Advertisement -

Untuk Pembangunan, Pemkab Sijunjung Jalin Silaturrahmi Dengan Masyarakat Lewat Safari Ramadhan

Sijunjung, beritasumbar.com - Jaga persatuan dan silaturrahmi dikalangan umat serta pemerintah daerah, demi kemajuan dan peningkatan pembangunan di Kabupaten Sijunjung. Hal itu penegasan Ketua Tim...

Daerah Tetangga Zona Merah, Ini Pesan Riza Falepi

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Wali Kota Riza Falepi menyampaikan dilema yang saat ini dihadapi pemerintah dan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 apalagi di Bulan Ramadhan adalah antara kebutuhan beribadah di mesjid dan di sisi lain posisi Payakumbuh yang belum aman, karena daerah tetangga (Kabupaten Limapuluh Kota) saat ini statusnya zona merah oleh Satgas Covid-19 Provinsi Sumbar.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Untuk Jangkau Pasar Yang Luas, Bupati Dorong UMKM Sertifikasi Produk

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Rabu 21/4 Inspektur Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dra, Maya Gustina Andarini, Apt, Msc berkunjung ke Limapuluh Kota. Tim Dari Balai Obat Dan Makanan ini disambut lansung oleh Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H

Gn.Pangilun-Padang, LAZIS Caturbakti Sumatera Barat mengadakan program Sebarkan Barokah Ramadhan (SABAR) perdana pada Jumat pertama Ramadhan 1442 H hari ini (16/4/2021), kegiatan berlangsung...

Luncurkan Program Lumbung Air Wakaf, Wako Payakumbuh Apresiasi ACT

Payakumbuh, beritasumbar.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Lumbung Air Wakaf di Halaman PT. Multi Rezeki Selaras, di Kelurahan Padang Data Tanah Mati, Kecamatan...

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan...

Berusaha Kabur, DPO Narkoba Ini Tewas Ditembak Polisi

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- E Pria 32 tahun asal Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota tewas terkena timah panas Tim Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota. Pria yang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) tersebut berusaha meloloskan diri dari kepungan pihak berwajib pada Selasa 13/4 kemaren dengan meloncat dari lantai 2 rumahnya.

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari sembilan belas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.354,30 Km² . Kabupaten Lima Puluh kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari, dan 401 Jorong.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI / Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Kunjungi Lima Puluh Kota

Lima puluh Kota, BeritaSumbar.com,- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI / Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat, (9/4/2021). Turut hadir Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Anggota DPR RI Rezka Oktoberia dan Nurhayati, Bupati Lima Puluh Kota, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Forkopimda, dan Kepala OPD.

Pasca Bencana Angin Kencang, Kantor Wali Nagari Sungai Balantiak Belum Diperbaiki.

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Angin kencang yang terjadi beberapa hari yang lalu mengakibatkan rusaknya Kantor Walinagari Sungai Balantiak Kecamatan Akabiluru Kabupaten 50Kota. Sebagian atap kantor tersebut terbang dibawa angin dan salah satu gonjongnya patah.

Atlit Tenis Meja Limapuluh Kota Lolos Ke Tingkat Nasional di Ajang Pekan Olahraga Pelajar

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, - Atlit tenis meja putri asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Ulfah Septy Annisa, dipastikan lolos ke tingkat nasional dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang digelar di Kota Padang sejak 6-8 April 2021 kemarin.

Polres Sijunjung Beri Penghargaan Untuk Personil-Masyarakat Yang Penanganan Tindak Kejahatan

Sijunjung, beritasumbar.com - Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan SIK.M.Hum memberikan apresiasi berupa reward/penghargaan berupa sertifikat kepada enam orang masyarakat dan 29 personel polres setempat atas...
- Advertisement -