Padang,BeritaSumbar.com, Salamat Simamora resmi mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Besar Alumni Universitas Bung Hatta (DPD IKBA UBH) Sumatera Barat periode 2026–2031 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Ruang Pansus II Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Jumat (9/10/2026).
Mengawali kepemimpinannya, Salamat menegaskan komitmen untuk memperkuat solidaritas alumni, membangun kemandirian organisasi, serta mendorong transformasi IKBA UBH Sumbar melalui integrasi digital dan kolaborasi ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan alumni dan masyarakat.
Terpilihnya Salamat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah baru IKBA UBH Sumbar sebagai wadah pemersatu alumni yang solid, mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi alumni dan masyarakat.
Mengusung visi “Terwujudnya DPD IKBA UBH Sumbar yang solid, mandiri, berbasis integrasi digital serta kolaborasi ekonomi demi kemaslahatan alumni dan masyarakat Sumatera Barat,” Salamat menegaskan bahwa organisasi alumni harus bergerak melampaui fungsi silaturahmi. IKBA UBH perlu menjadi ruang bersama untuk menghubungkan potensi, memperkuat jejaring profesional, mengembangkan kerja sama, dan mendorong kontribusi alumni bagi pembangunan daerah.
“Ke depan, IKBA UBH Sumbar harus menjadi rumah besar bagi seluruh alumni. Kita ingin membangun organisasi yang solid secara internal, kuat dalam kolaborasi, adaptif melalui pemanfaatan teknologi digital, serta mampu menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh alumni dan masyarakat,” ujar Salamat
Salamat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta Musda, jajaran DPP, serta para senior Universitas Bung Hatta atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Ia menegaskan, amanah kepemimpinan lima tahun ke depan akan dijalankan dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kolaborasi lintas generasi alumni.
Koperasi Alumni sebagai Penggerak Kemandirian Ekonomi
Salah satu agenda strategis yang akan didorong Salamat adalah pembentukan koperasi alumni tingkat provinsi sebagai wadah usaha bersama yang legal, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.
Menurutnya, alumni Universitas Bung Hatta memiliki potensi yang tersebar di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, profesi, pendidikan, hingga sektor pembangunan. Potensi tersebut perlu dihubungkan melalui wadah yang mampu membangun kemitraan, membuka peluang usaha, memperluas akses ekonomi, dan mendorong pertumbuhan usaha anggota.
“Kita tidak ingin potensi besar alumni berjalan sendiri-sendiri. Melalui koperasi, kita ingin membangun ekosistem ekonomi bersama, tempat alumni dapat berkolaborasi, mengembangkan usaha, menciptakan peluang, dan memperoleh manfaat secara kolektif,” tegasnya.
Salamat yang juga merupakan anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan harapannya agar pengembangan koperasi alumni dapat memperoleh dukungan melalui program pemerintah yang relevan, sepanjang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, persyaratan administrasi, serta mekanisme penganggaran yang berlaku.
Ia menekankan bahwa koperasi harus dibangun di atas prinsip kepemilikan bersama, partisipasi anggota, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi badan usaha, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
“Semangat koperasi sejalan dengan pemikiran Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, yang menempatkan ekonomi kerakyatan dan kebersamaan sebagai bagian penting dalam membangun kesejahteraan. Prinsip inilah yang ingin kita aktualisasikan dalam kehidupan organisasi alumni,” tambahnya.
Konsolidasi dan Transformasi Organisasi
Selain mendorong kemandirian ekonomi, Salamat menempatkan konsolidasi organisasi sebagai agenda awal kepemimpinannya. Penyusunan kepengurusan DPD IKBA UBH Sumbar periode 2026–2031 akan segera dilakukan dengan meminta masukan dari DPP IKBA UBH dan para senior Universitas Bung Hatta.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan mendatang perlu diisi oleh figur-figur yang memiliki integritas, kapasitas, komitmen, dan kompetensi sesuai bidang masing-masing. Keterlibatan alumni lintas generasi juga menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kita akan meminta masukan dari DPP dan para senior agar kepengurusan yang terbentuk benar-benar diisi oleh orang-orang yang kompeten dan siap bekerja. Yang kita bangun bukan hanya struktur kepengurusan, melainkan tim yang mampu menerjemahkan visi menjadi program nyata,” ungkapnya.
Ke depan, penguatan komunikasi antarcabang, integrasi data alumni, pemanfaatan platform digital, pengembangan jejaring profesional, serta kolaborasi ekonomi menjadi sejumlah arah program yang akan dibahas dalam penyusunan agenda kerja organisasi.
Salamat berharap, IKBA UBH Sumbar dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan gagasan, keahlian, pengalaman, dan sumber daya alumni untuk menjawab kebutuhan organisasi sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan Sumatera Barat.
Menyatukan Potensi, Menghadirkan Manfaat
Bagi Salamat, keberhasilan kepemimpinan IKBA UBH tidak cukup diukur dari terbentuknya kepengurusan atau terlaksananya kegiatan seremonial. Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin dalam semakin kuatnya solidaritas alumni, meningkatnya kualitas kolaborasi, berkembangnya peluang ekonomi, serta hadirnya program yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Karena itu, periode 2026–2031 diharapkan menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan peran IKBA UBH Sumbar dalam membangun hubungan yang produktif antara alumni, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Solidaritas adalah fondasi, kolaborasi adalah cara kerja, dan kemanfaatan adalah tujuan yang ingin kita capai. Dengan semangat kebersamaan, kita ingin memastikan IKBA UBH Sumbar menjadi organisasi yang semakin kuat, mandiri, dan relevan bagi seluruh alumni,” tutup Salamat.
Melalui kepemimpinan baru ini, IKBA UBH Sumbar diharapkan mampu memperkuat identitasnya sebagai rumah besar alumni Universitas Bung Hatta sekaligus mengembangkan peran strategis dalam bidang sosial, profesional, dan ekonomi demi kemajuan bersama.
