30 C
Padang
Selasa, Oktober 19, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Perantau Lampung, Wujudkan Sinergitas Luak Limopuluah
P

Kategori -
- Advertisement -

Perantau Payakumbuh dan Limapuluh Kota yang tergabung dalam organisasi sosial Perwaliko Provinsi Lampung, berharap, sinergisitas pembangunan kedua daerah, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, benar-benar berjalan, untuk kemajuan pembangunan kedua daerah. Pemko dan pemkab, diminta punya visi yang jelas membangun kedua kampung halaman. Hindari ego sektoral yang sempit.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Perwaliko dr. Wirman dan sekretarisnya, Ir. Amrizal Nazar, ketika diminta pendapatnya terhadap rencana pembangunan kedua daerah ke depan, dalam acara Halal bi Halal Perwaliko di RM Bagadang II Bandar Lampung, Minggu (24/8). Halal bi halal tersebut dihadiri Wawako Payakumbuh H. Suwandel Muchtar, Staf Ahli Walikota Hendri Refdinal, M.Si dan ratusan perantau dari berbagai kota dan kabupaten di Lampung.

Kedua petinggi Perwaliko Wirman dan Amrizal Nazar, mengaku senang, dengan hadirnya pimpinan kota dari Payakumbuh dalam acara dimaksud. Ia berharap, ajang halal bi halal itu, bermanfaat untuk peningkatan hubungan perantau dengan pemko ke depan. Perantau mendapat informasi tentang kemajuan kampung halaman dan juga dapat memberikan masukan untuk perbaikan kedua daerah Payakumbuh dan Limopuluah.

Menurut tokoh perantau itu, pembangunan infrastruktur kedua daerah cukup mengalami peningkatan. Hanya saja, wajah pusat kota Payakumbuh, belum banyak berubah. Karena, minim fasilitas umum, seperti areal perparkiran, masjid agung dan ruang terbuka hijau yang representatif. Dampaknya, setiap lebaran dan hari libur tertentu, pusat kota menjadi semrawut, karena kendaraan bermotor terjebak macet. Sementara itu, karena tak punya ruang terbuka hijau, kegiatan shalat Idul Fitri dan Idul Adha terpaksa digelar di jalan raya yang amat terbatas.

“Kapan ya, kampung kita (Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Red) punya ruang terbuka hijau/ alun-alun serta masjid raya atau masjid agung yang mampu menampung puluhan ribu jemaah, seperti kota/kabupaten di daerah lain,” kata Wirman mempertanyakan.

Kedua tokoh Perwaliko itu, menyarankan, seyogianya jajaran pemko dan pemkab bersama DPRD kedua daerah, duduk satu meja, berpikir ikhlas untuk memikirkan kemajuan Luak Limopuluah. Administrasi pemerintahan kedua daerah boleh berbeda, tapi tanggung jawab terhadap kemajuan Luak Limopuluah, harusnya satu pemikiran. Karena, secara filosofi dan sejarah, warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota, satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan, katanya.

Menanggapi harapan warga Perwaliko Lampung itu, Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar, menjelaskan, kedua pemerintah daerah telah membuat perjanjian kerjasama pembangunan kedua daerah, awal tahun 2014. Dukungan perantau Lampung serta perantau lainnya, akan menjadi motivasi bagi pimpinan kedua daerah, mengaplikasikan kerjasama positif terhadap Payakumbuh dan Limapuluh Kota ke depan.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img