Oleh: Afri Maiyeli, Dr. Hj. Demina, M.Pd.
IAIN BATUSANGKAR
BeritaSumbar.com,– Perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat seperti saat ini telah memicu tumbuhnya revolusi yang besar pada kemajuan dunia. Salah satunya ditandai dengan begitu banyaknya penemuan yang diciptakan oleh manusia dalam bentuk teknologi. Berbagai media pembelajaran sudah mulai diterapkan di dalam sekolah, salah satunya ialah multimedia berbasis komputer. Teknologi pendidikan berupa multimedia ini merupakan salah satu media pembelajaran, yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mempermudah jalannya proses pendidikan. Dengan segala kemudahan yang dimiliki, membuat media pembelajaran tersebut menjadi salah satu media yang dipilih oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran di dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) (Juriah, 2014: 1).
Media sebagai suatu komponen sistem pembelajaran, mempunyai fungsi dan peran yang sangat vital bagi kelangsungan pembelajaran. Itu berarti bahwa media memiliki posisi yang strategis sebagai bagian integral dari pembelajaran. Integral dalam konteks ini mengandung pengertian bahwa media itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran. Sebagai komponen sistem pembelajaran, media memiliki fungsi yang berbeda dengan fungsi komponen-komponen lainnya, yaitu sebagai komponen yang dimuati pesan pembelajaran untuk disampaikan kepada pebelajar (Ambar, 2013: 84). Media pembelajaran adalah adalah alat atau bentuk stimulus yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Media pembelajaran dalam hal ini merupakan bagian dari proses pembelajaran, karena berhubungan langsung dengan pemberian materi pelajaran dalam rangka proses pembelajaran.
Media pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain, multimedia pembelajaran berguna untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) serta dapat merangsang pilihan, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan, dan terkendali (Dhiya, 2019: 3). Media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar banyak sekali antara lain: komputer, LCD proyokter, dan sebagainya. Media-media tersebut mempunyai karakteristik tersendiri, sehingga dapat memudahkan dalam mempelajari mata pelajaran. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan dalam menumbuhkan minat atau motivasi belajar siswa yaitu dengan penggunaan multimedia (Juriah,2014: 2).
Menurut Vaughan multimedia merupakan kombinasi teks, seni, suara, gambar, animasi, dan video yang disampaikan dengan komputer atau dimanipuasi secara digital dan dapat disampaikan dan atau dikontrol secara interaktif. Multimedia adalah salah satu media pembelajaran yang dipandang dapat memberikan pengalaman belajar yang secara langsung berkenaan dengan gambaran-gambaran nyata objek yang disesuaikan. Sehingga dengan menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa. Alasan lain penggunaan Multimedia adalah melihat sistem pendidikan dewasa ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai cara telah dikenalkan serta digunakan dalam proses belajar mengajar (PBM) dengan harapan pengajaran guru akan lebih berkesan dan pembelajaran bagi murid akan lebih bermakna. Sejak beberapa tahun belakangan ini teknologi informasi dan komunikasi telah banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, dengan satu tujuan mutu pendidikan akan selangkah lebih maju seiring dengan kemajuan teknologi (Ami Saputra, 2018: 5).
Media pembelajaran berbasis multimedia menjadi alternatif sebagai media anjuran karena berbagai alasan yaitu : pelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, guru dapat mengkombinasikan audio dan visual secara bersamaan, dapat dikombinasikan dengan strategi lain, siswa lebih aktif dan memotivasi belajar siswa. Dapat dipahami bahwa multimedia pembelajaran menyasar pada karakteristik siswa yang memiliki variasi gaya belajar yang berbeda-beda. Hal itu tentunya akan berdampak pada motivasi belajar siswa meningkat. Motivasi diartikan sebagai dorongan seseorang melakukan sesuatu. Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor dari dalam (intrinsik) dan faktor dari luar (ekstrinsik). Siswa yang termotivasi dalam belajarnya dapat dilihat dari karakteristik tingkah laku yang menyangkut minat, perhatian, konsentrasi dan ketekunan. Motivasi menjadi salah satu faktor yang turut menentukan hasil belajar (Tiarni Soamole, 2019: 68).
Pembelajaran dengan penggunaan multimedia ini guru dan siswa dituntut untuk membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif yang mendorong siswa dapat belajar secara optimal, baik belajar mandiri maupun pembelajaran di dalam kelas. Dengan tujuan agar dapat diketahui bagaimana penggunaan multimedia sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, menjelaskan manfaat penggunaan multimedia pada proses pembelajaran, menjelaskan hambatan dalam penggunaan multimedia pada proses pembelajaran, solusi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam penggunaan multimedia pada proses pembelajaran.
Multimedia secara umum menurut Turban dalam Suyanto (2003) adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik, dan gambar. Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter dalam Niken dan Dany (2010) merupakan pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggunakan teks, grafik, audio video, dengan menggunakan alat yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi (Farida Hasan, 2016:20).
Multimedia tidak hanya memiliki makna antara teks dan grafik sederhana saja, tetapi juga dilengkapi dengan suara, animasi, video, dan interaksi. Sambil mendengarkan penjelasan dapat melihat gambar, animasi maupun membaca penjelasan dalam bentuk teks (Inung Diah, 2018:70). Berdasarkan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan multimedia adalah kombinasi teks, seni suara, gambar, animasi, dan video yang disampaikan dengan komputer dan dapat disampaikan atau dikontrol secara interaktif sehingga dapat dijadikan sebagai metode pendukung dalam kegiatan pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
Penggunaan multimedia pada proses pembelajaran dapat dilihat dari penggunaan power poin pada saat menjelaskan materi pembelajaran. Power poin yang ditampilkan oleh guru berupa video. Penggunaan multimedia memiliki kelebihan yaitu siswa dapat belajar sesuai kemampuan, kesiapan dan keinginan mereka, dapat meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa, dengan multimedia dalam proses pembelajaran guru dapat memanfaatkan waktu belajar untuk memberikan materi pelajaran dengan luas, dengan waktu yang terbatas guru dapat membelajarkan siswa lebih optimal (Ami Saputra, 2018: 35). Selain itu siswa dapat mengkap pembelajaran dengan mudah dan cepat dikarenakan suatu hak yang didengar dan dilihat akan lebih mudah di ingat. Sedangkan kekurangannya adalah siswa banyak yang menganggap remeh pelajaran jika menggunakan multimedia dikarenakan kurangnya konsentrasi dalam pelajaran dan membosankan jika model video yang digunakan monoton.
Manfaat penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran dari perspektif guru yaitu meningkatkan pengemasan materi pembelajaran dari saat ini di bangun, pemanfaatan aktivitas akses pembelajar, menggunakan sumber daya yang terdapat pada internet, dapat menerapkan materi pembelajaran dengan multimedia. Sedangkan manfaat dari perspektif siswa yaitu meningkatkan komunikasi dengan pendidik dan siswa, lebih banyak materi pembelajaran yang tersedia yang dapat diakses tanpa memperhatikan ruang dan waktu,berbagai informasi dan materi terorganisasi dalam suatu wadah pembelajaran (Moh Jamaluddin, 2019: 141).
Hambatan dalam penggunaan multimedia adalah minimnya alokasi dana untuk dunia pendidikan, sedikitnya infrastruktur yang tersedia sebagai sarana menuju era informasi oleh pemerintah, sedikitnya proyek-proyek pendidikan yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran dengan perangkat multimedia, kesiapan SDM kependidikan yang masih minim di bidang teknologi komunikasi dan informasi, sebagian besar kemampuan pengadaan sarana hanya dapat dilakukan oleh instutusi-institusi swasta (Ambar, 2013: 96). Solusi untuk mengatasi hambatan di atas yaitu meminta bantuan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), guru sebaiknya mengikuti pelatihan dan pendidikan sehingga bisa meningkatkan motivasi siswa.
Jadi penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa karena dengan menggunakan multimedia sangat dapat memotivasi siswa dalam belajar apalagi jika ditampilkan dalam bentuk video dengan penerapan metode dan teknologi yang baru.
DAFTAR PUSTAKA
Diah, Inung Kurniawati dkk. 2018. Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa. Jurnal of Computer and information Technology Vol. 1, No. 2.
Hasan, Farida Rahmaibu, 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Dengan Menggunakan Adobe Flash untuk Meningkatkan Hasil Belajar. Skripsi, Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Juriah, 2014. Penggunaan Multimedia Dalam Mneingkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak. Universitas Muhammadiyah : Surakarta.
Jamaluddin, Moh Imron. 2019. Dampak Multimedia Bagi Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di Sekolah. Jurnal Al-Ibrah Vol. 4 No. 1.
Rahmah, Dhiya Yus. 2019. Penggunaan Multimedia Pembelajaran PAI Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Skripsi, Universitas islam Negeri Ar-Raniry : Banda Aceh.
Soamole, Tiarni dkk. 2019. Penggunaan Multimedia Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 1, NO. 2.
Saputra, Ami. 2018. Penggunaan Multimedia Untuk Meningkatkan hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII D Pada Mata Pelajaran PAI DI SMP Negeri 1 Way Krui. Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan: Lampung.
Sri, Ambar Lestari. 2013. Pembelajaran Multimedia. Jurnal Al-Ta’dib Vol. 6 No. 2