26.1 C
Padang
Jumat, Oktober 22, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pengecoran Lantai Saluran saat Air Tergenang, Kualitas Coran PT. MRN Dicurigai
P

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Pekerjaan pengecoran saluran drainase di kawasan Aur Tanjungkang Tangah Sawah, Pakan Kurai, Kota Bukittinggi dilakukan di saat air dalam keadaan tergenang. Patut dicurigai dapat mempengaruhi kualitas corannya.

Proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh Kota Bukittinggi, senilai Rp8,6 miliar dengan nomor kontrak HK. 02.3/05-NSUP/PKP/PPP-SB/X-2020, perlu mendapat perhatian dari pihak terkait, bisa saja dari Kejaksaan Negeri Bukittinggi atau penyidik Tipikor Polres Bukittinggi.

Hal itu lantaran adanya dugaan diragukannya ketebalan lantai coran saluran, tidak tercapai 12 cm, serta pengecoran dikerjakan di saat air tergenang oleh pelaksana PT. Mutiara Rezeki Nusantara itu.

Site Manager, Reza Lesmana saat dikonfirmasi, Sabtu (27/2/2021), membantah pekerjaan pengecoran lantai saluran dikerjakan saat kondisi air sedang tergenang.

Mudaman, sebagai pengawas pekerjaan proyek, yang mendampingi Reza Lesmana menyebutkan, pekerjaan pengecoran saat air tergenang, waktu itu dilakukan tukang, sudah ditegur dan diperintahkan untuk menghentikannya.

Mudaman mengatakan, ia memastikan tebal lantai pekerjaan coran saluran 12 cm tercapai, dan siap untuk diperiksa. Sementara seorang masyarakat sekitar meminta namanya tidak ditulis, mengatakan kalau tebal coran lantai saluran tipis.

Menurut Mudaman, pekerjaan masih sedang berjalan. Jika terdapat kekurangan akan disempurnakan.

Reza menyampaikan, pekerjaan yang bersumber dari dana ISDB tahun anggaran 2020 – 2021 itu, setiap apa yang dikerjakan mendapat pengawasan dari konsultan pengawas.

“Jadi, jika ada yang tidak sesuai tentu sudah ditegur pihak pengawas,” tegas Reza seraya mengatakan bobot dari volume pekerjaan sudah mencapai 15 persen.

Di lapangan, saluran dibuat terkesan air tidak mengalir. Air di saluran tampak tergenang. Jika dibiarkan, sasaran pekerjaan pada program National Slum Upgrading Program (NSUP)/ Kotaku ini berpotensi tak tepat sasaran.

Artinya, tujuan pembuatan saluran di sebanyak 7 titik di kawasan Aur Tanjungkang Tangah Sawah, guna terciptanya kawasan permukiman bersih, bisa saja tidak terealisasi.

Mudaman membantah adanya air tergenang di saluran sudah dicor itu. Karena kemiringan dari saluran telah sesuai.

Kontrak pekerjaan dimulai sejak November 2020 dan berakhir Juni 2021, diharapkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Parkim) Bukittinggi sebagai tim monitoring, agar menjalankan fungsinya.

Jika tidak, bisa saja paket pekerjaan sudah selesai dan serah terima telah dilakukan, bisa saja muncul kendala di kemudian harinya. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img