24 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pelayanan Kesehatan Lansia Pada Saat Pandemi COVID-19
P

- Advertisement -
Penulis: Fitri Mailani
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Penambahan dan penyebaran kasus Covid-19 secara global maupun di Indonesia berlangsung cukup cepat. Oleh karena itu selain penanganan kasus terinfeksi Covid-19, promotif dan preventif perlu menjadi perhatian bagi petugas pelayanan kesehatan, terutama di Puskesmas. Pada masa pandemi Covid-19 ini, pelayanan kesehatan tersebut tetap harus dilaksanakan dengan menyesuaikan dan beradaptasi dengan kondisi pandemi, atau disebut sebagai “Tatanan Hidup Baru Pelayanan Kesehatan Esensial di Era Pandemi Covid-19”. Hal ini juga berlaku untuk pelayanan kesehatan lansia di fasilitas kesehatan tingkat rujukan di Rumah Sakit.

Pelaksanaan Posyandu Lansia

Salah satu upaya promotif dan preventif bagi Pralansia dan Lansia di wilayah kerja puskesmas adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui posyandu Lansia. Pada masa pandemi ini, maka adaptasi untuk pelaksanaan posyandu lansia adalah :

  • Pelaksanaan Posyandu Lansia ditunda dan informasi penundaan disampaikan melalui jejaring Puskesmas. Posyandu lansia dapat diselenggarakan kembali apabila situasi sudah dinilai memungkinkan dengan memperhatikan aturan dan komando Pemerintah, baik Pusat maupun daerah, dengan penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19.
  • Selama penundaan posyandu lansia, optimalisasi peran kader dalam pemantauan kesehatan lansia dengan komunikasi jarak jauh kepada lansia atau keluarga/pendamping lansia, misalnya WhatsApp atau SMS.
  • Pemantauan kesehatan lansia oleh kader yang dapat dilakukan antara lain berupa pemantauan kondisi kesehatan lansia secara umum dan keluhan terkait kesehatan bila ada dan edukasi informasi kesehatan dan gizi dibawah pembinaan tenaga kesehatan puskesmas.
  • Jika pada pemantauan kesehatan lansia oleh kader tersebut ditemukan keluhan dan atau masalah kesehatan, maka kader dapat melaporkan kepada tenaga kesehatan puskesmas untuk ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan, bila perlu dengan melakukan kunjungan rumah

Bagaimana dengan Pelayanan Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan?

Pelayanan di fasilitas kesehatan dilakukan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) pelayanan yang berlaku dengan pengaturan/modifikasi untuk mencegah penularan Covid-19 bagi tenaga kesehatan maupun pasien/pengunjung fasilitas kesehatan termasuk para lansia.  Pengaturan pelayanan kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19 bagi lansia di fasilitas kesehatan adalah sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan Triase pasien:
  2. Dapat memanfaatkan fasilitas teleregristrasi bagi semua pengunjung Puskesmas, sehingga dapat diketahui adanya pasien lansia sebelum tiba di Puskesmas dan menyampaikan pesan pesan antara lain:

a) sejak dari rumah pakai masker;

b) menjaga jarak fisik;

c) etika batuk & bersin;

d) meminimalkan yang berkunjung ke Puskesmas

e) memperhatikan jadwal pelayanan khusus lansia dan jam kehadiran;

f) bagi pasien lansia dianjurkan untuk menunda datang ke fasilitas kesehatan kecuali mengalami kondisi kegawat daruratan

  • Jika tidak tersedia teleregristrasi, maka triase dilakukan kepada semua pasien pasien rawat jalan dengan cara skrining terlebih dahulu gejala batuk, pilek, demam, sesak napas, riwayat kontak dengan penderita tersangka Covid-19 atau terkonfirmasi positif Covid-19 untuk mengidentifikasi pasien dengan atau tanpa faktor resiko dan atau gejala terkait Covid-19.
  • Pengaturan alur pelayanan:

Tersedia jalur khusus prioritas untuk pasien lansia sehingga tidak terlalu lama berada di fasilitas kesehatan (bila tidak ada registrasi/ poli/ lab/apotik khusus lansia maka pasien lansia didahulukan didalam antrian).

  • Pengaturan tempat dan waktu pelayanan:
  • Tempat layanan prioritas bagi lansia, baik untuk ruang tunggu, poli khusus lansia, laboratorium dan apotik diupayakan berada di lantai dasar dan berada di satu lantai yang sama, untuk meminimalkan kontak pasien lansia dengan pasien lain.
  • Jadwal pemeriksaan lansia agar dapat disosialisasikan kepada masyarakat dan juga disosialisasikan di lingkungan faskes menggunakan spanduk, banner, brosur dan media lainnya.
  • Tenaga kesehatan mengedukasi lansia untuk tetap menggunakan masker selama diruang pemeriksaan dan ruang tunggu. Edukasi dilakukan dengan sabar dan sesuai kondisi/kemampuan lansia menangkap informasi.
  • Ruang rawat inap bagi pasien lansia diharapkan dipisahkan dengan ruang rawat inap pasien lainnya.
  • Tenaga kesehatan yang bisa melayani lansia adalah yang sehat.
  • Bila memungkinkan dapat menyediakan telekonsultasi bagi lansia yang ingin berkonsultasi kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
  • Pengaturan pelayanan farmasi:
  • Obat rutin bagi pasien lansia yang memiliki penyakit kronis/ degeneratif dengan pengobatan jangka Panjang dapat diberikan untuk 2 bulan sesuai Surat Edaran Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS No. 14 Tahun 2020 tentang Pelayanan Kesehatan bagi Peserta JKN Selama Masa Pencegahan Covid-19.
  • Bila memungkinkan menyediakan layanan antar obat kepada lansia sehingga lansia tidak perlu terlalu lama berada di fasilitas kesehatan.
  • Pelaksanaan layanan Homecare:
  • Kegiatan homecare oleh petugas kesehatan, terutama bagi lansia risiko tinggi (risti), lansia yang tinggal sendirian dan lansia dengan ketergantungan sedang, berat dan total melalui kunjungan rumah, namun dilakukan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penularan Covid-19.
  • Layanan yang diberikan pada homecare sesuai kebutuhan individu pasien lansia, baik terkait tindakan Perawatan Jangka Panjang pada Lansia dan edukasi tentang upaya pencegahan penularan Covid-19 bagi lansia dan pendamping lansia.
  • Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan lintas sektor terkait, organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha/mitra dalam pembinaan dan pelayanan kesehatan lansia selama masa pandemi Covid-19, seperti penyediaan tensimeter digital bagi lansia dengan perawatan jangka panjang, thermometer digital bagi lansia, penyediaan APD bagi tenaga kesehatan, penyediaan dan pemanfaatan jaringan telekomunikasi untuk pemantauan kesehatan lansia, dan kegiatan lainnya

Berikut Tips jika lansia butuh ke puskesmas/ rumah sakit:

  1. Pastikan lansia mengerti bagaimana cara menggunakan masker yang baik dan mengapa harus menggunakan masker.
  2. Pastikan lansia tidak memegang wajahnya dan tidak memegang benda-benda umum apapun selama di rumah sakit.
  3. Seringlah membersihkan tangan lansia dengan hand sanitizer atau mintalah lansia untuk cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir bila lansia masih bisa melakukannya.
  4. Jagalah jarak dengan orang lain lebih dari satu meter.
  5. Mintalah nomor antrean oleh pengantar dan bawalah pasien lansia beberapa waktu sebelum nomor antrian dipanggil agar meminimalkan kontak dengan yang lain.
  6. Saat bertemu dengan dokter, jangan membuka masker dan jangan menyentuh apapun. Ingat ruangan dokter sama infeksiusnya dengan tempat lain.
  7. Bawa makanan dan minuman dari rumah dan tidak mampir ke tempat-tempat lain, termasuk menunggu di apotek.
  8. Jelaskan secara detail keluhan yang ada, termasuk jika terdapat kecurigaan adanya kontak dengan orang yang terpapar Covid-19, misalnya dari orang yang berkunjung, atau lansia telah melakukan perjalanan ke daerah lain.
  9. Sebelum ke rumah sakit siapkan semua dokumen yang diperlukan dan catatan pertanyaan-pertanyaan yang ingin ditanyakan.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan lansia pada saat pandemic COVID-19:

  1. Kenali tanda dan gejala nonspesifik COVID-19 pada lansia, seperti kelelahan, penurunan kewaspadaan, penurunan pergerakan, diare, kehilangan selera makan, penurunan kesadaran, dan tidak adanya demam.
  2. Jangkau (misalnya, melalui telepon atau layanan kesehatan jarak jauh) lansia yang memiliki faktor risiko tambahan penyakit parah akibat COVID-19, seperti lansia penyandang penyakit paru-paru kronis, penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, imunodefisiensi seperti HIV, diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit neurologis atau neuromuskular kronis, keganasan, atau kekurangan gizi.
  3. Sarankan agar lansia untuk menyediakan, jika mungkin, persediaan obat dan persediaan kritis minimal 2 minggu di rumah. Beri resep berulang dan mekanisme pengiriman ulang.
  4. Bahas perencanaan perawatan terlebih dahulu dan kemungkinan perawatan paliatif, termasuk perawatan fase akhir kehidupan, agar keputusan yang inklusif dan mandiri dapat diambil secara matang, jika sesuai.
  5. Tindak lanjuti (misalnya, melalui telepon atau kunjungan rumah) jika lansia tidak menghadiri janji temu
  6. Ingat bahwa lansia terutama yang diisolasi dan mengalami penurunan (seperti penurunan penglihatan, pendengaran, kognitif, atau demensia) dapat menjadi semakin cemas, marah, dan tertekan.
  7. Sesuaikan komunikasi (lisan dan tertulis) kepada lansia dengan penurunan sehingga informasi dapat diakses dan jelas dipahami.
  8. Beri nasihat praktis secara jelas, padat, sopan, dan tenang, dan sampaikan kembali fakta-fakta sederhana sesering mungkin.
  9. Ingat bahwa masker membuat mulut tidak dapat dibaca dan mengurani kejelasan suara bagi lansia yang pendengarannya menurun.
  10. Pastikan alat-alat bantu seperti kursi roda dan alat bantu jalan tersedia bagi lansia yang membutuhkan dan sampaikan pentingnya memastikan alat-alat bantu ini didisinfeksi sebelum dan sesudah digunakan.
  11. Pastikan lansia yang hidup sendiri atau dirawat di fasilitas dapat mengakses makanan bergizi. Pertimbangkan preferensi perorangan dan batasan-batasan fisik penyerta saat memastikan akses ini (seperti masalah mengunyah, menelan, atau mencerna).
  12. Gandeng tenaga kesehatan komunitas untuk membantu lansia yang membutuhkan perawatan.
  13. Diskusikan dengan lansia dan rumah tangganya rencana alternatif agar perawatan tetap berlanjut jika pengasuh utama tidak dapat merawat.
  14. identifikasi pengasuh alternatif dan siapkan rencana perawatan yang dapat langsung dijalankan saat mengganti pengasuh;
  15. identifikasi kemungkinan fasilitas (seperti fasilitas perawatan jangka panjang dan pusat kegiatan komunitas) untuk perawatan sementara (WHO, 2020).

Referensi:

Kemenkes R1. (2020). Panduan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia pada Era Pandemi COVID-19. Jakarta: Kemenkes RI

Kemenkes RI. (2017). Analisa Lansia di Indonesia. Diunduh pada tanggal 07 Januari 2017 dari http://www.depkes.go.id/.

Kuntjoro, Z.S. (2007). Masalah Kesehatan Jiwa Lansia. Diakses pada tanggal 10 Januari 2016 dari http://www.epsikologi.com/usia/160402

WHO. (2020). Pelayanan kesehatan berbasis komunitas, termasuk penjangkauan dan kampanye, dalam konteks pandemi COVID-19. World Health Organization dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), 2020. Lisensi: CC BY-NCSA3.0 IGO.

United Nations Population Fund. 2020. UNFPA Global Technical Brief. Implications of COVID-19 for Older Persons: Responding to the Pandemic. UNFPA Georgia. 24 April 2020.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img