Di kabupaten Enrekang memiliki pasar Agro bisnis yang terletak di desa Sumillan kecamatan Alla. Pasar ini merupakan pasar sayur terbesar di Enrekang dan menurut beberapa informasi bahwa pasar ini juga yang terbesar di Sulawesi Selatan bahkan se-Sulawesi.
Perputaran uang di pasar ini sangat cepat dan banyak. Serta jika dilihat dari aktivitas setiap hari yang boleh dikata 24 jam ada terus yang melakukan transaksi jual beli.
Bahkan dari pengamatan pengguna pasar bisa memperkirakan bahwa mungkin salah satu pasar yang memiliki kontribusi besar untuk PAD di Enrekang. Tapi yang terjadi di pasar ini, pengguna tidak mendapat pelayanan yang setimpal dari apa yang terjadi, pelayanan dasar terkait kebersihan saja tidak dapat dilakukan oleh pemerintah mulai dari desa, kecamatan sampai pemerintah daerah.
“Kami dapat berkesimpulan seperti itu karena setiap bulan kami rutin bayar retribusi tempat dan tidak pernah menunggak. Belum lagi retribusi kendaraan kalau dihitung tiap hari paling sedikit 50 kendaraan yang keluar masuk. Tapi apa yang kami dapat?sampah yang menumpuk dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Seingat kami mulai dari sebelum bulan Ramadhan sampai hari ini selesai idul Adha, belum terselesaikan ini sampah di pasar Agro.” Ujar salah seorang pengguna pasar Ono lewat via sosial media.
Dari sampah yang ada di pasar ini dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama dibagian pernapasan bahkan dapat menyebabkan infeksi pernapasan.
“Setahu saya salah satu program unggulan pemerintah daerah saat ini adalah layanan publik. Tapi yang terjadi, para pejabatnya sibuk ke sana kemari, keluar kota, duduk di ruang yang dingin dengan aroma yang bisa diatur. Kami yang memberikan kontribusi langsung ke daerah mendapat bau yang sangat menyengat, pejabatnya sibuk habiskan anggaran.” Tambahnya.
“Belum lagi masalah kemacetan yang terjadi di waktu-waktu tertentu di pasar ini karena tidak kondusifnya parkiran kendaraan yang dilakukan petugas. Jangan cuma berkunjung ke kota yang lain, rumahnya bupati dekat dari sini tapi belum pernah ke sini sejak selesai dilantik. Apa yang na lakukan 100 hari kerja ini?pelayanan publik itu harus sering-sering lihat anggotanya kerja dan kunjungi wilayah yang perlu, jangan cuma sibuk datangi acara nikahan, syukuran.” Ujarnya lagi.
Layanan yang diberikan pemerintah daerah kabupaten Enrekang dari atas ke bawah belum kelihatan sejak 100 hari kerja. Bahkan program yang menjadi bahan kampanyenya kayaknya hanya sekedar buah bibir bagi masyarakat Enrekang terutama kalangan bawah. Para pejabat mah asik-asik aja.