31 C
Padang
Senin, Desember 6, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Operasi Ketupat Singgalang Tahun 2019 Digelar Selama 13 Hari
O

Kategori -
- Advertisement -

Pariaman,beritasumbar.com, Apel gabungan Operasi Ketupat Singgalang Tahun 2019 dillaksanakan di Halaman Balai Kota Pariaman, Selasa, (28/5). Apel gabungan yang melibatkan unsur Polri, TNI, Sat Pol PP, DInas Perhubungan, Tenaga Kesehatan dan Bantuan Komunikasi RAPI Kota Pariaman, dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0308/Pariaman, Heri Pujiyanto.

Apel gabungan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personil, peralatan dan seluruh aspek operasi serta untuk menunjukkan kesiapan penyelenggara operasi kepada publik hingga menimbulkan ketenangan, rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dandim membacakan sambutan Kapolri RI, bahwa operasi Ketupat Singgalang Tahun 2019 akan digelar selama 13 hari, sejak Rabu dinihari, tanggal 29 Mei sampai Hari Senin, 10 juni 2019. Dijelaskannya, operasi tahun ini memiliki karakter yang khas dibanding operasi ketupat.

Disela pasca Apel Gabungan Genius Umar “memastikan angkutan wisata ke Pulau Angso Duo harus aman, kondisi kapal harus layak jalan, jumlah penumpang harus sesuai dengan kapasitas kapal, dan keberangkatan harus izin dari aparat perhubungan dan Pol Airud serta Kamla.

Hal ini disampaikan ketika mengadakan rapat terbatas bersama TNI, Kepolisian dan SOPD terkait seperti BPBD, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Dinas Sat Pol PP dan Damkar, Dinas Kesehatan dan Disparbud Kota Pariaman, di teras Kantor Balai Kota Pariaman, Selasa 28/5.

“Pemerintah Kota Pariaman akan melakukan uji kelayakan kapal dan angkutan lebaran dalam minggu ini, jika ada angkutan yang tidak layak akan dikandangkan atau tidak boleh beroperasi’, terangnya.

“Dinas kesehatan, BPBD dan Pol PP harus menempatkan petugasnya di Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Pantai Kata dan Pulau Angso Duo, Pulau Tangah dan Pulau Kasiak. Tidak ada cuti selama lebaran. Dan setelah lebaran akan diberi cuti,” sambungnya.

Wako juga menegaskan jika cuaca baik, jadwal keberangkatan terakhir ke pulau adalah jam 15.30 dan pada pukul 17.00 pulau harus sudah kosong dari semua pengujung. Jika kondisi cuaca buruk maka harus menunggu instruksi dari BPBD, jika bendera merah sudah naik maka tidak ada kapal yang berangkat ke Pulau.

“Kita jamin keamanan dan pelayanan tamu wisatawan yang datang ke Kota Pariaman. Pastikan semua rumah makan, petugas parkir tidak mamakuak harga kepada pengunjung’, tegasnya.(syamsul)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img