30 C
Padang
Kamis, Desember 2, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Nelayan Kabupaten Pasaman Barat Butuh Pabrik Es
N

Kategori -
- Advertisement -

Simpang Ampek, Sumbar, 16/5 (Antara) – Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat membutuh investor untuk membangun pabrik es guna memenuhi kebutuhan bahan baku pengawet ikan di daerah itu.

“Kita butuh investor untuk menanamkan modalnya membangun pabrik es di Pasaman Barat. Selama ini nelayan mendatangkan es batangan dari luar daerah seperti dari Padang, Pariaman, dan Madina,”kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pasaman Barat, Johnniwar di Simpang Ampek, Sabtu.

Ia mengatakan es batangan yang didatangakan dari luar daerah menimbulkan biaya produksi cukup tinggi sehingga memberatkan nelayan yang masih banyak menyandang status miskin.

Menurutnya Pasaman Barat termasuk pemasok ikan laut terbesar kota dan kabupaten di Sumbar. Selain juga sejumlah pasar di kota-kota di Sumatera, bahkan tujuan ekspor ke Malaysia dan Singapura.

“Berdasarkan data terakhit produksi ikan di Pasaman Barat mencapai 153.408,22 ton per tahun. Tentu sangat membutuhkan es batangan sebagai pengawet,”ujarnya.

Ia menyebutkan es batangan dipasok dari Kota Padang atau berjarak 275 kilometer ke Simpang Ampek, Ibu Kabupaten Pasaman Barat dengan harganya antara Rp20.000- Rp22.000 per batang.

Harga es batangan itu tergolong tinggi dan ini cukup menyulitkan bagi nelayan memasarkan ikannya. Bahkan, cukup banyak ikan nelayan tidak diberi es akibatnya harga mutu rendah sehingga harga jual anjlok.

Ia menjelaskan pihaknya menbuka pintu kepada investor yang ingin menanamkan modalnya membangun pabrik es di Pasaman Barat.

Sebab, permintaan es di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Air Bangis dan Sasak semakin hari semakin meningkat. Sementara jika didatangkan dari laur daerah biaya nelayan meningkat.

“Kebutuhan es di Pasaman Barat mencapai 60 ton per hari. Jika ada pabrik es maka nelayan akan mudah memperoleh es dengan harga yang tidak setinggi jika didatangkan dari luar daerah,”ujarnya.

Ia menambahkan Pasaman Barat berada pada posisi strategis berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dengan panjang garis pantai sekitar 152 kilometer.

Pasaman Barat masih butuh pabrik es terutama di daerah Sasak dan Air Bangis serta sentra perikanan lainnya.

 

Sumber: Antara/Altas Maulana
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img