26 C
Padang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Meri Tones Rintis Perkumpulan Pemuda Hijrah Kamang Baru
M

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, BeritaSumbar.com,-Banyak faktor orang terseret ke dalam rayuan narkoba. Awal pemakai narkoba bukanlah kecelakaan, namun mereka mengetahui akan bahaya maupun larangan barang haram tersebut. Namun rasa ingin tahu, penasaran, ingin mencoba, gaya hidup, dan lain sebagainya mengalahkan akal sehat manusia. Akal sehat yang akan menjadi tidak sehat dengan digerogotinya oleh zat-zat jahat yang dikandung di dalamnya.

Setelah pernah merasakan pahit getirnya pemakai nakorba dan telah menjalani hukuman selama 1 ( satu) tahun 4 ( empat) bulan, karena melanggar pasal 127 Tahun 2014 tentang pemakaian nakorba, di tahan di Lembaga Pemasyaratan kelas ll C Muaro Sijunjung.

Maka Meri Tones 42 Tahun warga Jorong Sungai Tambang Nagari Parit Rantang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung. Setelah bebas dari hukuman, terbukti bersalah, maka tahun 2020, Meri Tones berinisiatif untuk mendirikan perkumpulan pemuda hijrah Kamang Baru yang di beri nama Al Hawari. Sampai ini, perkumpulan pemuda Al Hawai telah beranggotakan lebih kurang 100 orang, jelas Meri Tones.

Langkah ini dilakukan, Karena, Ingin melepaskan diri dari ketergantungan narkoba. Sekarang lebih aktif di bidang dakwah, bersama pemuda dan warga masyarakat lainnya.

Menurut Meti Tones, Narkoba adalah penyakit. Secara medis sifat adiksi/ ketergantungan narkoba, menyebabkan gangguan pada otak yang menimbulkan perubahan perilaku, pikiran dan perasaan. efek ketergantungan ini sangat berbahaya, secara pribadi,keluarga dan lingkungan.

Meri Tones menjelaskan, bahwa seorang pecandu narkoba tentu bukanlah cita-cita. sebagian generasi muda menjadikan narkoba sebagai lifestyle ‘kebanggaan’ sebagai pemakai narkoba, namun etika dan moral di masyarakat khususnya keluarga, pemakai narkoba adalah aib. Aib yang harus dihindari dan dijauhi. Saking malunya, dengan adanya anggota keluarga mereka sebagai pemakai dan pencandu narkoba,dan menyebabkan sebagai aib, maka sampai menyembunyikan bila ada anggota keluarganya yang terlanjur menjadi pecandu. Tanpa disadari, bahwa hal itu semakin membahayakan jiwa pecandunya. Pemahaman yang kabur tentang betapa berbahayanya ‘barang bermerek ‘narkoba’ itu, terkadang tak sanggup mengalahkan ‘gengsi’ dan harga diri keluarga di mata masyarakat.
Untuk itu dipesankan kepada generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk tidak mendekati apalagi mencoba-coba nakorba, karena tidak ada untungnya, kata bapak yang memiliki
3 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan.(Alim)

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img