Sijunjung, BeritaSumbar.com–Rintisan seorang ibu, merasa diabaikan ketika melahirkan bayi mungilnya, Syahri Ramadhona (35 th) melaporkan Bidan Erni Sumartides ke Polres Sijunjung.

Pelaporan ini dilakukan Syahri Ramadhana pada Selasa 9 Juni 2020 sekitar pukul13.30 WIB,dengan surat laporan nomor:STPLP/05/VI/2020/Res Sijunjung, Kata Syahri Ramadhona yang dampingi Suaminya dan Wahyu Damsi dari perwakilan Bakorwil KPK Tipikor Sijunjung dalam acara jumpa pers di vista Muaro Sijunjung Jumat (12/6).
Menurut Syahri Ramadhona, kami terpaksa membawa kasus ini ke jalur hukum, karena tidak ada niat baik dari Bidan Erni Sumartides sejak kematian bayi kami, minggu (19/4) lalu.

Adapun kronologis peristiwa memilukan yang dialami Syahri Ramadhona, pada hari Sabtu (18/4/20) dia melakukan persalinan di praktek mandiri bidan Erni Sumartides di nagari Pematang Panjang Kecamatan Sijunjung. Setelah bayi lahir, pada pukul 05.45 WIB, sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi bayinya menghitam, lalu dilaporkan kepada asisten bidan Erni. Karena Bidan Erni tidak berada ditempat, menurut informasi yang bersangkutan lagi dinas di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung yang berjarak lebih kurang 15 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada hari itu bukan hari kerja.jelas Syahri Ramadhona.

Menurut asisten bidan ini, kondisi bayi seperti ini, hal yang biasa, karena kipas angin.pada pukul 11.00 WIB dilaporkan lagi, sayang Bidan Erni juga tidak datang melihat kondisi bayi kami. Sampai kami di perbolehkan pulang sore itu, kemudian bayi kami diberinya Susu lactogen l. Pada hal Syahri Ramadhona mengatakan bahwa ASInya akan ada pada hari kedua setelah melahirkan, selama ini 3 orang anaknya selalu minum ASI, jelas Syahri ketika itu.

Yang kami sesalkan, sejak baru datang sang ibu tidak pernah diperiksa tensi, denyut nadi dan yang lainnya. Begitu juga setelah bayi lahir tidak mendapat perawatan dan perhatian dari bidan Erni.sehingga kondisi bayi tersebut semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Akibat kelalaian bidan erni ini terpaksa kita laporkan ke polres Sijunjung, karena tidak ada indikasi dari pihak bidan erni yang juga kasi pelayanan kesehatan di dinas kesehatan Sijunjung, begitu juga kadis kesehatan untuk menyelesaikan masalah secara baik.
Para pejabat di dinas kesehatan merasa tidak bersalah, pada hal persoalan yang kami alami ini, jelas-jelas karena kelalaian bidan Erni dalam menjalankan tugasnya selaku membuka praktek.

Jangan sampai kematian bayi kami ini, sia-sia, dan bisa menimpa bayi-bayi lainnya, bila yang bersangkutan tidak dilakukan tindakan hukum, harap Syahri.(alim)

loading...