25.9 C
Padang
Sunday, November 1, 2020

Merasa Diabaikan Saat Melahirkan, Seorang Ibu Laporkan Bidan ke Polisi

Sijunjung, BeritaSumbar.com–Rintisan seorang ibu, merasa diabaikan ketika melahirkan bayi mungilnya, Syahri Ramadhona (35 th) melaporkan Bidan Erni Sumartides ke Polres Sijunjung.
Pelaporan ini dilakukan Syahri Ramadhana pada Selasa 9 Juni 2020 sekitar pukul13.30 WIB,dengan surat laporan nomor:STPLP/05/VI/2020/Res Sijunjung, Kata Syahri Ramadhona yang dampingi Suaminya dan Wahyu Damsi dari perwakilan Bakorwil KPK Tipikor Sijunjung dalam acara jumpa pers di vista Muaro Sijunjung Jumat (12/6).
Menurut Syahri Ramadhona, kami terpaksa membawa kasus ini ke jalur hukum, karena tidak ada niat baik dari Bidan Erni Sumartides sejak kematian bayi kami, minggu (19/4) lalu.
Adapun kronologis peristiwa memilukan yang dialami Syahri Ramadhona, pada hari Sabtu (18/4/20) dia melakukan persalinan di praktek mandiri bidan Erni Sumartides di nagari Pematang Panjang Kecamatan Sijunjung. Setelah bayi lahir, pada pukul 05.45 WIB, sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi bayinya menghitam, lalu dilaporkan kepada asisten bidan Erni. Karena Bidan Erni tidak berada ditempat, menurut informasi yang bersangkutan lagi dinas di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung yang berjarak lebih kurang 15 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada hari itu bukan hari kerja.jelas Syahri Ramadhona.
Menurut asisten bidan ini, kondisi bayi seperti ini, hal yang biasa, karena kipas angin.pada pukul 11.00 WIB dilaporkan lagi, sayang Bidan Erni juga tidak datang melihat kondisi bayi kami. Sampai kami di perbolehkan pulang sore itu, kemudian bayi kami diberinya Susu lactogen l. Pada hal Syahri Ramadhona mengatakan bahwa ASInya akan ada pada hari kedua setelah melahirkan, selama ini 3 orang anaknya selalu minum ASI, jelas Syahri ketika itu.
Yang kami sesalkan, sejak baru datang sang ibu tidak pernah diperiksa tensi, denyut nadi dan yang lainnya. Begitu juga setelah bayi lahir tidak mendapat perawatan dan perhatian dari bidan Erni.sehingga kondisi bayi tersebut semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia.
Akibat kelalaian bidan erni ini terpaksa kita laporkan ke polres Sijunjung, karena tidak ada indikasi dari pihak bidan erni yang juga kasi pelayanan kesehatan di dinas kesehatan Sijunjung, begitu juga kadis kesehatan untuk menyelesaikan masalah secara baik.
Para pejabat di dinas kesehatan merasa tidak bersalah, pada hal persoalan yang kami alami ini, jelas-jelas karena kelalaian bidan Erni dalam menjalankan tugasnya selaku membuka praktek.
Jangan sampai kematian bayi kami ini, sia-sia, dan bisa menimpa bayi-bayi lainnya, bila yang bersangkutan tidak dilakukan tindakan hukum, harap Syahri.(alim)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Masyarakat Tanjung Barulak Batipuah Sepakat Satu Untuk Darma Tani

Tokoh masyarakat, pemuda, generasi milenial nagari Tanjung barulak kecamatan batipuh sepakat satu suara untuk memenangkan H Zuldafri Darma- H. Sultani S.Pt nomor...

Salah Ketik (Typo) Jadi Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

Oleh : Jerry Massie (Pengamat Politik Political and Public Policy Studies) Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan ketidak profesionalnya lembaga negara...

Wali Kota Beberkan SPBE Payakumbuh Dihadapan Akademisi Unand

Payakumbuh --- Wali Kota Riza Falepi didaulat menjadi narasumber dalam webinar series jurusan ilmu politik Universitas Andalas (Unand) bertemakan "Dinamika Politik Lokal...

Warganya Lahirkan Bayi Tak Normal, Camat Payakumbuh Timur Serahkan Bantuan Spontan ASN Kantor Camat

Payakumbuh, - Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Begitu pepatah yang mungkin mewakili perasaan Depi Andriani (41), warga Kelurahan Kotobaru...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

KPU Sumbar Optimis Partisipasi Pemilih Meningkat di Pilkada Serentak 2020

Payakumbuh, BeritaSumbar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat tetap optimis partisipasi pemilih menggunakan hak pilihnya akan meningkar di Pemilihan Kepala Daerah...

Pecah Rekor Positif Covid-19 Di Payakumbuh, Muncul Klaster Tahanan Polisi

Payakumbuh, www.beritasumbar.com - Kasus Covid-19 di Kota Payakumbuh pecah rekor, dimana pada pada Jumat, 30/10 terkonfirmasi 30 orang warga positif virus corona...

Umumkan Hasil Seleksi CPNS, Pemko Padang Berikan Masa Sanggah Tiga Hari

Padang,beritasumbar.com - Perserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Padang, yang tidak lulus seleksi bisa melakukan sanggah dalam waktu tiga hari...

Persada PKS Sumbar Lakukan Konsolidasi Relawan Millenial Di Kabupaten Sijunjung

Sijunjung,BeritaSumbar.com,- Relawan Pemenangan Pilkada Sayap Pemuda (Persada) Partai Keadilan Sejahtera Sumatera Barat hari Kamis 29 Oktober 2020 melakukan konsolidasi relawan millenial di...
- Advertisement -