Palembang, BeritaSumbar.com – Getari Kasmiarti, sapa saja ia Tari, adalah alumni Penerima Manfaat (PM) Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Palembang angkatan 7. Tahun ini ia berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa PMDSU Batch V di Universitas Sriwijaya dari 127 grand yang tersebar di seluruh Indonesia. Beasiswa program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) ialah beasiswa program percepatan pendidikan yang diberikan Ditjen Sumber Daya dan Iptek kepada lulusan sarjana yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang doktor dengan masa pendidikan empat tahun melalui bimbingan langsung dari promotor handal tanah air.

Ketika mengenyam pendidikan S1 Tari aktif di organisasi keilmiahan kampus, COIN (Community of Science) FMIPA dan UKM U-READ (Unsri Riset dan Edukasi). Di COIN ia diamanahkan menjadi Ketua Departemen Riset dan Edukasi, sedangkan di UKM U-READ Tari aktif menjadi staff Departemen Community and Develompent.  Melalui Departeman Comdev ia membersamai teman-temannya menginisiasi pembentukan program Bina Desa di Sejaro Sakti, Ogan Ilir provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu wadah pengabdian dan penarapan keilmuan reader (sebutan anggota U-READ),  hingga saat ini program tersebut masih tetap memberikan kebermanfaatan.

Pada 2017 Tari memberanikan diri mengikuti seleksi BAKTI NUSA. Masih teringat jelas diingatannya, kala melakukan  sesi wawancara  dengan semangat ia menjelaskan keiinginannya menjadi seorang ilmuan bidang energi dan lingkungan. Setelah mengikuti rangkaian proses seleksi ia dinyatakan lulus. Melalui  pembinaan yang didapatkannya di BAKTI NUSA impianya menjadi seorang akademisi dan peneliti semakin jelas dan terarah.

Pertengahan Febuari 2018 Tari menyelesaikan studinya sebagai mahasiswa kimia di Universitas Sriwijaya dengan predikat cumlaude dan lulusan tercepat. Pasca lulus kuliah Tari mendapatkan kesempatan belajar bahasa Inggris secara intensif selama satu bulan di Pare dari ADP (Aktifis Developmet Program) BAKTI NUSA. Melalui program ADP ia mendapatkan sertifikat IELTS yang menjadi salah satu indikator kelulusan dalam mengikuti seleksi beasiswa PMDSU.

Tari mengaku jika setelah menjadi PM BAKTI NUSA ia merasakan perubahan besar dalam dirinya. “Di BAKTI NUSA saya mendapatkan pembinaan intensif untuk meningkatkan potensi diri, saya juga selalu diingatkan agar mengambil peran dan berkontribusi untuk negeri ini. Saya beruntung sudah mendapatkan kesempatan sebagai salah satu penerima manfaat BAKTI NUSA,” ujarnya penuh antusias.

Tari menyadari bahwa pembinaan yang didapatkan bersumber dari uang zakat, ada harapan besar dari orang-orang yang berzakat agar para penerima manfaat mampu merawat Indonesia.

“Lantas apa yang akan saya berikan kepada mereka?” tanyanya dalam hati. Oleh karena itulah Tari melanjutkan tekadnya menjadi seorang akademisi dan peneliti supaya kelak mampu menemukan inovasi-inovasi baru di bidang keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Penelitiannya akan berfokus pada pembaruan produksi bioetanol berbahan dasar boimassa berlignoseslulosa yang diharapkan bisa menjadi sumber energi terbarukan ramah lingkungan.

Perjuangan Tari masih panjang, sekarang ia sedang menempuh pendidikan Magister di Prodi Pengelolaan Lingkungan. Ia menargetkan untuk melanjutkan ke jenjang Doktoral Ilmu Lingkungan Universitas Sriwijaya melalui beasiswa PMDSU pada 2023 nanti.

Ia bertitip pesan agar didoakan menjadi pribadi yang amanah dan merupakan salah satu ikhtiar kita bersama-sama ketika dinyatakan lulus sebagai penerima PMDSU. Semoga ini merupakan jalan baginya untuk menebar manfaat dalam merawat Indonesia. Salam semangat dan sukses untuk Getari. (Rel/FRP)

loading...