30.1 C
Padang
Rabu, Mei 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Mamak dan Kemanakan Kelola Bumi Perkemahan Alamiah
M

- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,Nofriadi dan Bobi Januardi sejoli mamak dan kemenakan yang mengelola “Harau Camp, Trip and Adventure Sarasah Pincuran Tigo”  dengan menawarkan areal camping di kaki bukit Buayaian di Jorong Padang Tarok Nagari Harau dengan  tracking (jelajah) perbukitan dalam kenagarian Harau. Areal camping yang dikelola Nofriadi ini pada mulanya adalah hutan belukar ulayat warisan dari leluhurnya, di Minangkabau dikenal dengan Pusako Tinggi.

Bagi pecinta kegiatan camping baik individu, komunitas dan pramuka areal lapangan rumput menghijau nan rapi dengan berlatar belakang air terjun Sarasah Pincuran Tigo itu sangat menyenangkan, bahkan anak-anak di bawah umur sekalipun sering dibawa orangtuanya untuk camping karena begitu indah, aman dan nyamannya lingkungan areal tersebut sebagai edukasi tentang ekosistem yang secara alamiah.

Meskipun areal ini belum terjangkau oleh jaringan listrik PLN namun Nofriadi menyedian pasokan listrik dari generatorset (genset) sekedar menerangi areal camping malam hari menjelang tamu beristrihat malam di masing-masing tenda mereka dan sekaligus untuk keperluan charging handphone (hp) dan alat elektrinik lainnya oleh tamu.

Areal camping yang sudah dikelola oleh Nofriadi sudah berjalan tiga tahun itu juga menawarkan sungai yang airnya jernih dan sejuk mengalir persis di belakang lapangan rumput areal camping. Air yang bersumber dari air terjun pincuran tiga itulah yang dipergunkan oleh orang-orang ber-camping sebagai sumber air minum dan keperluan memamasak, mencuci dan bahkan untuk mandi. Sungai ini pun cukup aman bagi anak-anak untuk berenang. Meskipun areal camping yang ditawarkan Nof dan Bobi sudah tersedia dengan berbagai fasilitas secara alamiah tersebut namun Nof tetap menyedian tiga bilik MCK di belakang pondok peristirahatannya.

Areal camping yang sudah dikelola oleh Nofriadi sudah berjalan tiga tahun itu juga menawarkan sungai yang airnya jernih dan sejuk mengalir persis di belakang lapangan rumput areal camping. Air yang bersumber dari air terjun pincuran tiga itulah yang dipergunkan oleh orang-orang ber-camping sebagai sumber air minum dan keperluan memamasak, mencuci dan bahkan untuk mandi. Sungai ini pun cukup aman bagi anak-anak untuk berenang. Meskipun areal camping yang ditawarkan Nof dan Bobi sudah tersedia dengan berbagai fasilitas secara alamiah tersebut namun Nof tetap menyedian tiga bilik MCK di belakang pondok peristirahatannya.

Nofriadi yang Konsisten

Nofriadi (Nof) (43 th) sudah berkeluarga dan memiliki anak tiga orang yang tua masih di SD kehidupannya lebih mengandalkan kedatangan tamu-tamu ke areal campingnya sebagai pilihan terakhir setelah mencoba berbagai usaha dan pekerjaan seperti beternak cangkril dan larva utk makanan burung berkicau dan ikan lohan namun usahanya itu tidak berkembang dan semakin tidak menjanjikan dalam menopang kehidupan keluarga, kemudian berali berkebun palawija ternyata juga tidak berbanding lurus dengan kebutuhan keluarga karena harga pupuk dan perstisida semakin membubung sementara hasil panen tidak menjanjikan.

Maka mulai tiga tahun lalu Nofriadi merambah belukar tanah warisan ibunya itu mendatarkan dengan cangkul kemudian menanam rumput, pelan-pelan nofriadi mulai melakukan pembenahan dengan usaha sendiri mengandalkan tenaga secara manual karena tidak punya modal sama seklai.

Dalam perjalanannya Nofriadi pernah didatangi salah seorang investor untuk bekerjasama membangun homstay sebagaimana umumnya di kawasan lembah harau dalam kekinian di lahan lapangan rumput (bumi perkemahan) tersebut namun Nofriadi tidak tergiur dengan tawaran orang berduit tersebut. Suatu kali Nofriadi pun pernah didatangi oleh pemerintah Kab. Lima Puluh Kota yang menawarkan bantuan untuk membangun berbagai fasilitas pariwisata sampai ke air terjun Sarasah Pincuran Tigo tersebut dengan ketentuan persyaratan yang diberikan oleh pihak pemerintah tersebut agar Nofriadi mau membuat surat pernyataan penyerahan lahan kepada pemerintah. Kalau mau memberi  bantuan ya berikan saja dan memang sudah kewajiban pemerintah membantu rakyat kecil yang tak punya modal usaha sedangkan mereka sudah berbuat untuk memajukan sector pariwisata, lho kok harus menyerahkan lahan warisan ibunya tersebut baru diberi bantuan? Hmmmmm…!.

Sekali lagi Nofriadi tetap kukuh dengan prinsipnya bahwa dia berusaha dengan konsep menjaga keorisinalan alam, merawat ekosistem dan lingkungan hidup, memberikan sarana edukasi semacam sekolah alam kepada orang yang merasa butuh akan suasana alamiah tersebut.

Bobi Januardi yang Menguasai Jalur Tracking

Bobi Januardi (Bobi)Setali tiga uang, Bobi adalah memang sorang petualang yang ramah seperti pamannya sering menjelajah dan berkemah diberbagai sudut di Lembah Harau, termasuk di (goa) Ngalau Seribu. Berbekal pengetahuan secara alamaiah tentang alam Lembah Harau dia siap sebagai gaet dalam penjelajahan dan menguasai berbagai medan dan lapangan.

Bobi yang bernama lengkap Bobi Januardi (27 th) kemenakan dari Nofriadi yang ulayatnya persis di air terjun Sarasah Tigo Pancuran itu biasanya berprofesi fotografer amatiran yang mangkal di air terjun Lembah Harau merasakan profesinya itu semakin tidak menjajikan untuk menghidupi keluarga lagi mengingat setiap pengunjung sudah memiliki camera jenis SLR dan ataupun Hp dengan camera nya semakin canggih akhirnya pun tergerak untuk mengelola sisi lain dari kepariwisataan itu mengikuti jejak mamak (paman) nya untuk bersama-sama mengelola bumi perkemahan dan pemanduan tacking menjelajah objek-objek di perbukitan di Lembah Harau tersebut.

Atas jerih payah Nofriadi dan Bobi Januardi memandu tim eksplorasi yang dipimpin Rizal Bustami maka usaha mereka “Harau Camp, Trip and Adventure Sarasah Pincuran Tigo” telah mempunyai treck yang dapt dilacak dengan GPS Googlemap dengan titik koordinat yang dibuat dan disumbangkan oleh Rizal Bustami sehingga siapaun orang yang mendaki Bukit Pela dengan beberapa objek nya telah dapat mempergunakan data GPS Googlemap, namun disarankan alangkah lebih baik mempergunakan jasa dari sejoli paman dan keponakan ini untuk dipandu penjelajahan sehingga sepanjang perjalanan kita pun dapat penjelasan-penjelasan dan bantuan-bantuan yang diperlukan selama pendakian dan penjelahan. Disamping itu himbauan dari pengelola “Harau Camp, Trip and Adventure Sarasah Pincuran Tigo” sebagaimana yang tertera pada brosur nya patut kita upayakan, bahwa pengunjung tidak dibenarkan buang sampah sembarangan, jangan berbuat vandal (merusak, mencoret-coret dan mengambil apapun jenis tanaman dan satwa, serta jangan berisik. Adalah cukup beralasan karena hal itu adalah suatu etika di alam guna menjaga kelestarian ekosistem dan habitat satwa dan tanaman.* (TRIDES)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img