27 C
Padang
Kamis, April 25, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Launching Dua Prodi Baru STAIDA Payakumbuh, Pemko Payakumbuh Dukung Alih Status Jadi Institut
L

Kategori -
- Advertisement -

Payakumbuh, beritasumbar.com – Walikota Payakumbuh Rida Ananda yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang SDM Elvi Jaya meluncurkan (lounching) dua program studi (prodi) baru pada Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al-Quran (STAIDA) Payakumbuh, Selasa 15/8.

Dua program studi yang dilaunching tersebut adalah S1 Pendidikan Agama Islam dan S1 Studi Islam yang sudah keluar izin operasionalnya dan langsung dijemput Ketua STAIDA Payakumbuh Ahmad Deski pada bulan Juli yang lalu.

Pada peluncuran program studi baru tersebut, juga diselenggarakan Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema “Pentas Gagasan Untuk Mewujudkan Institut Agama Islam (IAI) Darul Quran Payakumbuh Yang Kompetitif dan Unggul”.

Turut hadir menjadi narasumber FGD tersebut Mantan Walikota Payakumbuh 2002-2012 Josrizal Zain yang mewakili pendiri STAIDA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua BAZNAS Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota Kota. Semua narasumber ini ikut mendukung pengembangan termasuk alih status Staida Payakumbuh menjadi Institut Agama Islam.

Ketua STAIDA Payakumbuh Ahmad Deski menyampaikan bahwa STAIDA Payakumbuh saat ini sudah ada empat prodi, artinya sudah mencukupi syarat alih status menjadi Institut Agama Islam.

“Hal ini yang mendorong diadakan FGD dalam rangka rencana alih status sekaligus launching prodi baru,” ungkap ketua Staida itu.

Ia mengatakan, momen peluncuran prodi baru, untuk mahasiswa baru kedua program studi yang baru ini tersedia voucher pendidikan senilai Rp.5 juta untuk Prodi Studi Islam dan Rp.4 juta untuk Prodi Pendidikan Agama Islam.

“Selain itu, juga ada voucher bebas uang pengembangan senilai 500 ribu untuk 100 orang pendaftar pertama,” ujar didampingi M. Rizqi selaku Panitia PMB STAIDA yang juga mewakili panitia FGD.

Keterangan foto: Ketua STAIDA Payakumbuh Ahmad Deski memberikan sambutan saat lonching dan FGD.

Sementara itu Walikota Payakumbuh yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang SDM Elvi Jaya mengatakan, pihak pemerintah kota siap mendukung penuh kegiatan dan pengembangan kampus STAIDA ke depannya.

“Sebagai perguruan tinggi yang lahir di Payakumbuh, kami mendukung penuh kegiatan, termasuk untuk alih status jadi institut,” katanya.

Ia menegaskan, urusan pendidikan menjadi hal pokok yang diurus dan prioritaskan oleh pemerintah untuk menyiapkan masa depan yang berkualitas.

Sementara itu Mantan Walikota Payakumbuh 2002-2012 Josrizal Zain yang juga salah satu pendiri STAIDA, menyebutkan keberadaannya akan sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam hal keagamaan.

“Selain itu, keberadaannya juga akan memberikan pengaruh kepada masyarakat sekitar. Kalau misalnhya satu mahasiswa membelanjakan uang Rp30.000 satu hari, dan mahasiswa jumlahnya ribuan, bayangkan berapa perputran uang yang di masyarakat Payakumbuh,” katanya.

Dari FGD yang dilakukan, beberapa catatan dan masukan dari narasumber dan peserta diantaranya mempunyai brand dan meningkatkan kualitas lulusan, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, cara marketing kampus dan prodi baru ke masyarakat. (Di)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img