31 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Lagi, Atraksi Bakajang Dari Limapuluh Kota Masuk Nominasi API Award 2021. Ini Kategorinya
L

- Advertisement -

Musi Banyuasin, beritasumbar.com – Atraksi budaya Bakajang dari Nagari Gunuang Malintang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota masuk nominasi kategori Cultural Attraction Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021 di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo jelang malam API Award 2021 di Musi Banyuasin, Selasa (30/11) mengatakan Pemkab Limapuluh Kota, Sumbar saat terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menjadikan sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang memberikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi secara baik.

Sejalan dengan itu merealisasikan setiap destinasi yang ada menjadi destinasi wisata alternatif bagi wisatawan lokal, regional maupun internasional. Upaya itu untuk seluruh jenis wisata yang ada, yakni Wisata Religi, pendidikan,  Adat, Budaya, kuliner, alam dan olahraga.

Sebelumnya, kata dia Kabupaten Limapuluh Kota juga meraih juara 2 dan mendapatkan penghargaan sebagai Kampung Adat Terpopuler yakni Kampung Adat Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia tahun 2020 lalu. API Award 2021 yang di selenggarakan di Stable Sekayu, Kabupaten Limapuluh Kota kembali masuk nominasi kategori Cultural Attraction (atraksi budaya-Red) Bakajang. Bakajang tradisi unik yang dilakukan setiap memasuki Hari Raya Idul Fitri oleh masyarakat Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

“Kembali masuk kategori aktraksi budaya pada API Award 2021 ini. Kita tunggu pengumumannya malam ini. Benar salah satu atraksi budaya yang ada ada di Kecamatan Pangkalan Koto Baru yaitu Bakajang,” katanya.

Lebih lanjut bupati menjelaskan, tanpa mengenyampingkan potensi destinasi wisata yang tersebar di beberapa nagari (desa adat) di Kabupaten Limapuluh Kota, pemerintah daerah juga melakukan upaya kerja sama dengan berbagai pihak (BUMN, Swasta, Pemerintah Pusat, Komunitas dll) untuk menjadikan sektor pariwisata salah satu sektor penggerak roda perekonomian masyarakat di daerah. Termasuk juga pendampingan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) untuk melakukan new branding produk berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing secara umum.

“Khusus untuk sektor ini, banyak pembenahan memang, namun ini adalah kerangka tugas yang perlu dan wajib kami selesaikan. UKM/UMKM yang ada di tengah-tengah masyarakat saat ini juga menjadi prioritas kita agar memiliki pasar strategis sesuai dengan perubahan zaman dan prilaku manusianya. Memodernisasi bisnis atau usahanya dengan mengoptimalkan digitalisasi namun tanpa meninggalkan akar budaya lokal,” kata Safaruddin.

Safaruddin meminta kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga saat ini agar terus melakukan kolaborasi dengan dinas lain di lingkungan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk memajukan sektor pariwisata di daerah. Sekaligus menyusun langkah dan konsep agar infrastruktur untuk fasilitas-fasilitas di setiap destinasi wisata yang ada saat ini menjadi lebih baik.

“Fasilitas penunjang di setiap destinasi wisata adalah hal yang perlu diperhatikan serius. Toilet, infrastruktur jalan, tempat ibadah, penginapan serta keamanan bagi setiap wisatawan adalah prioritas utama,” tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota 204-2019 itu menambahkan, pemkab juga membuka peluang investasi pada sektor pariwisata. Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pelaku bisnis yang berorientasi pada keuntungan tentu tidak bisa mengatur apa yang harus dilakukannya. Tetapi dalam hal ini pemerintah lah yang akan mengatur apa yang tidak boleh mereka lakukan melalui kebijakan dan regulasi.

“Dengan potensi yang ada, kita membuka pintu investasi pada sektor ini, tentu sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada,” tutupnya. (Rel/Di)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img