28 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kwatir Amblas Lagi, Warga Jl Bypass Mohon Pemerintah Bangun Drainase
K

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Warga di sekitar Jalan Bypass Gulai Bancah, Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi, masih khawatir jika sewaktu-waktu bahu jalan di depan tempat usaha dan rumahnya akan kembali amblas. Pasalnya, bahu jalan amblas itu sempat merenggut nyawa salah seorang warga setempat akhir tahun lalu.

“Saya masih kwatir kalau-kalau bahu jalan ini amblas kembali. Apa lagi musim hujan begini, air selalu terkenang di pinggir jalan persis dekat tanah yang amblas dulu,” ungkap Is, warga yang warungnya berada di depan bekas tanah amblas tersebut kepada wartawan, Sabtu (22/5).

Meski telah diperbaiki pemerintah kota (Pemko) Bukittinggi, namun, kata dia, perbaikan baru sebatas insidentil atau memasang kembali gorong-gorong (drainase) di kedalaman kurang lebih sedalam 9 meter.

“Pemasangan gorong-gorong seperti itu mungkin belum menjamin bahu jalan tidak kembali amblas. Logikanya, gorong-gorong dipasang sedalam 9 meter mengikuti gorong-gorong yang lama. Kemudian, menutupi tanah amblas, ditimbun tanah kembali setinggi 8 meter lalu dibagian atas sejajar jalan diaspal,” ungkapnya.

Menurut pria pensiunan Dishub Provinsi Sumbar itu, diragukan kekuatan gorong-gorong setebal 5-10 senti meter menahan beban tanah setinggi 8 meter. Belum lagi, lanjut Is, jika hujan turun, arus air mengalir melewati gorong-gorong di bawah sangat kuat.

“Saya ragu kekuatan gorong-gorong di bawah mampu menahan berat tanah di atasnya. Apalagi pinggir Jalan Bypass dekat timbunan tanah amblas itu, jika hujan turun selalu tergenang air. Ditambah lagi ada kendaraan yang lewat atau parkir,” tambahnya.

Terkait hal itu, Is berharap pemerintah bisa membangun drainase yang permanen atau mengganti gorong-gorong lama di kedalaman 9 meter tersebut dengan besi dan coran yang lebih kuat.

“Saya mohon pemerintah membangun saluran air sepanjang kurang lebih 2 kilo meter ini secara permanen. Sebab jika musim hujan, debit air yang mengalir di bawah sangat kuat dan deras,” katanya.

Sebelumnya, dikonfimasi kepada Kadis PUPR Bukittinggi, Rahmat AE, mengatakan membangun drainase secara permanen bukanlah tanggung jawab Pemko Bukittinggi. Akan tetapi, merupakan tanggungjawab provinsi.

“Hal ini telah kami sampaikan ke provinsi, sebab yang berwenang atau bertanggung jawab membangun drainase permanen adalah Balai Jalan Nasional Wilayah III di Padang,” jelas Rahmat.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi mengaku sangat memahami kekhawatiran warga di sepanjang Jalan Bypass Gulai Bancah itu. Menurut Wawako, pihaknya akan mencoba mempelajari kembali laporan yang telah disampaikan ke Balai Jalan Nasional Wilayah III Sumbar.

“Atas nama Pemko kami akan telusuri kembali sejauh mana tanggapan Balai Jalan untuk bisa membangun drainase yang permanen di sana,” kata wawako.(ank/adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img