23 C
Padang
Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Koperasi Mutiara Tigo Pasie Kunjungi Koperasi Mandiri Dan Merdeka
K

Kategori -
- Advertisement -

Padang,BeritaSumbar.com,- Koperasi Mutiara Tigo Pasie (KMTP) adalah koperasi yang didirikan dan diselenggarakan oleh Ibu-Ibu warga Pasie Nan Tigo, masyarakat di wilayah pesisir Kota Padang yang sebagian besar adalah keluarga nelayan. Selama ini mereka menjadi dampingan dari sebuah Organisasi Non-Pemerintah bernama Gugah Nurani Indonesia (GNI), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan fokus pemberdayaan pada perempuan dan anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan. Ibu-ibu Pengurus dan Anggota KMTP sebanyak 10 orang didampingi oleh Direktur GNI Rinawati dan tiga orang aktivis sosial lainnya berkunjung ke Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM) di Cupak Tangah, Pauh, Kota Padang, pada Senin 31 Mei 2021, pukul 10.30 sampai 13.30 WIB.

Kunjungan KMTP ke KMDM adalah bagian dari tindak lanjut setelah adanya pelatihan berkoperasi pada beberapa bulan lalu yang diselenggarakan oleh GNI sebagai fasilitator dan KMDM sebagai narasumber pelatihannya. Dalam kunjungan tersebut, para Pengurus dan Anggota KMTP berdiskusi dengan Ketua KMDM Virtuous Setyaka, Direktur Pasar Rabu Tani (PRT KMDM) Zukri Zulkifli, Direktur Sekolah Pertanian Kota (SPeKta KMDM) Brian Permana, dan Direktur Gumarang KMDM Fiky Monova. Diskusi pengalaman baik antara KMDM dan KMTP dimaksudkan untuk saling dukung koperasi-koperasi yang ada di Kota Padang dan bekerja sama antara koperasi ke depan.

Salah satu tema diskusi yang menarik selain tentang berkoperasi yang baik dan benar, dan membangun serta mengembangkan unit usaha koperasi; adalah tentang koperasi sebagai lembaga untuk mengubah perilaku sosial dan kultural masyarakat pesisir. Menurut pengakuan para ibu-ibu yang berasal dari keluarga nelayan di pesisir Kota Padang tersebut, salah satu masalah besar dalam kehidupan mereka adalah kebiasaan tidak bisa menabung dan manajemen keuangan keluarga yang secara turun temurun menjadi kebiasaan dan semacam tradisi. Persoalan ini akhirnya berkembang menjadi salah satu pemicu konflik dan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami para perempuan dan anak-anak di keluarga nelayan.

Secara ekonomi, tidak sulit untuk berusaha dan menghasilkan pendapatan ekonomi keluarga yang cukup. Bahkan ketika dibandingkan dengan masyarakat non-pesisir, khususnya masyarakat dengan kultur pertanian di daerah yang sama. Namun ketidakmampuan mengelola keuangan keluarga dalam manajemen yang baik untuk saat ini dan masa depan, membuat mereka berharap kepada KMDM untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Ketua KMDM menyampaikan bahwa koperasi menjadi instrumen untuk membantu mereka sebagai masyarakat pesisir dalam pengelolaan sumber daya dan hasil-hasilnya dalam pendistribusian untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Sedangkan Direktur PRT KMDM/pasarrabutani.com menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dalam pendampingan produksi dan pemasaran atau pendistribusian hasil usaha mereka yang sebenarnya sangat potensial, dan sebelumnya sudah berjalan dalam kelompok-kelompok usaha kecil. Direktur SPeKta KMDM juga bersedia mendampingi mereka dalam meningkatkan produksi pertanian berupa Budi daya sayur hidroponik dan aquaponik untuk ketahanan pangan keluarga nelayan.

Ulil Fikri Elhaq dari GNI yang juga selaku ketua rombongan dalam kunjungan tersebut menyatakan bahwa ke depan, diharapkan ada kerja sama antara KMDM dan KMTP maupun dengan berbagai pihak lainnya dalam pendampingan produksi dan pemasaran produk yang berkelanjutan. Produk yang sudah dihasilkan oleh ibu-ibu KMTP diantaranya adalah berbagai produk pangan olahan dari ikan, beragam kerajinan tangan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah melalui bank sampah, dan lain sebagainya.

Selain ibu-ibu, GNI menurut Direkturnya Rinawati, juga mengorganisir dan mendampingi anak-anak dan para remaja dalam beragam program kegiatan pemberdayaan. Penguatan kapasitas dan kapabilitas mereka untuk hidup yang lebih baik di masa depan, menurut Ketua KMDM, Virtuous Setyaka, sebaiknya juga dididik untuk berkoperasi sejak dini. Sebab koperasi adalah sebuah warisan yang baik bukan hanya sebagai lembaga, tapi juga sistem kehidupan bersama di masyarakat untuk kemandirian dan kemerdekaan para anggotanya.

Dilaporkan oleh: Virtuous Setyaka (Ketua KMDM).

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img