Oleh: Irwan Prayitno (Gubernur Sumbar)

Dalam acara pengukuhan kepengurusan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Sumatera Barat (5/11/14) di Auditorium Gubernuran, saya menyampaikan apresiasi atas terbentuknya pengurus ISKI yang baru.

Keberadaan sarjana komunikasi maupun pihak-pihak yang bergerak di bidang komunikasi dalam pembangunan saat ini sudah dirasakan perannya. Mereka menjadi sosok yang menyambungkan informasi dari satu pihak kepada pihak lain yang lebih luas cakupannya.

Misalnya saja kebijakan pemerintah yang akan dan telah selesai dijalankan, perlu dikomunikasikan kepada publik agar muncul partisipasi dan respon terhadap hasil-hasil pembangunan yang sudah dilakukan. Apresiasi dan kritik konstruktif publik akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah terkait. Di sini peran para ahli komunikasi sangat dibutuhkan guna tercapainya tujuan dari sebuah sosialisasi maupun publikasi.
Selain itu di dalam proses demokratisasi seperti pemilu legislatif dan pemilu kepala daerah, peran ahli komunikasi untuk menyebarkan aura positif kandidat yang menjadi kliennya sudah menjadi kebutuhan untuk merebut hati publik.

Berkomunikasi secara personal memang berbeda berkomunikasi kepada publik. Ahli komunikasi telah memperlihatkan peran nyatanya membantu penyampaian komunikasi tersebut. Ahli komunikasi berperan dalam membentuk perspektif publik terhadap suatu hal yang disampaikan maupun sosok yang disosialisasikan.

Kandidat anggota parlemen, kepala daerah hingga presiden telah merasakan sentuhan dingin ahli komunikasi sehingga bisa memenangkan pemilihan. Namun demikian, daya kritis masyarakat perlu mendapat ruang dan menjadi perhatian. Di sini dituntut sikap objektif dari ahli komunikasi.

Semua kandidat umumnya berharap citra positif dia bisa terangkat dan perspektif publik positif terhadap dirinya. Seseorang yang memang sudah memiliki kemampuan manajerial diangkat citranya oleh ahli komunikasi sehingga polesannya memiliki nilai tambah dan masuk ke dalam benak publik. Ini adalah hal yang lumrah.

Namun, jika orang yang memiliki pengalaman kerja atau organisasi kurang baik jika diubah sedemikian rupa menjadi sosok yang mengagumkan, maka di sini merupakan ujian bagi ahli komunikasi.

Selain itu, jika tuntutan pihak tertentu yang ingin mengubah orang lain yang berprestasi baik menjadi dipandang buruk oleh publik, ini adalah tantangan lain bagi ahli komunikasi untuk bekerja secara obyektif dan berdedikasi.

Jika semua potensi kebaikan bisa dikomunikasikan oleh ahli komunikasi kepada masyarakat, maka akan muncul percepatan semangat membangun bersama-sama. Jika berbagai potensi kebaikan itu dikomunikasikan untuk mendapat pandangan buruk masyarakat, maka kita tidak hanya tinggal di tempat, namun juga mengalami kemunduran.

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak melakukan kegiatan untuk mengubah nasibnya.
Membangun perspektif publik untuk bersama-sama mendukung berbagai program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, adalah salah satu bagian penting dari peran ahli komunikasi untuk mengubah kondisi menjadi lebih baik. (*)

loading...