27 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kepala Sekolah Dari Paud Sampai SLTP Sekecamatan Koto VII Sijunjung Audiensi Dengan Anggota DPRD
K

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, BeritaSumbar.com,–Banyak aspirasi dan permasalahan di dunia pendidikan yang tidak terakomodasi selama ini, maka Kepala Sekolah Paud/TK, SD dan SLTP sekecamatan Koto Vll yang di fasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung melakukan audensi dengan Anggota DPRD dapil ll Sijunjung, di SMP 2 Sijunjung di Tanjung Ampalu, Sabtu (10/7).

Pertemuan yang dihadiri para kepala sekolah ini, berjalan alot dan penuh kekeluargaan. Dihadapan anggota dewan Amlasta Boy ( fraksi PKB) Zalmiati ( fraksi PAN),Rusdi Antoni ( fraksi Gerindra) Antonio Mursil ( Fraksi PKS), para kepala sekolah menyampaikan permasalahan pendidikan yang ada dilingkungan mereka masing- masing.

Mulai dari sarana dan prasarana sampai kepada kekurangan tenaga guru.kekurangan ruang belajar Paud Palaluar, SD Padang Laweh, pagar SMP 2 Sijunjung, sertifikat lahan SMP 29 Batu Bolang dan permohonan Sepeda Motor kendaraan dinas untuk Kepala Sekolah SMP.

Amlasta Boy, anggota dewan yang punya ide acara audensi ini, pada kesempatan tersebut menyampaikan, selama ini masih banyak persoalan pendidikan yang belum bisa kita tuntaskan secara menyeluruh. Untuk itu, anggota dewan akan selalu menampung seluruh persoalan yang ada, lalu kita carikan solusinya satu persatu dengan menyelesaikannya skala prioritas.

Jangan sampai muncul pendapat di kalangan pelaku dunia pendidikan kecamatan Koto Vll, anggota dewan yang sudah diamanahkan masyatakat tidak peduli dengan permasalahan pendidikan. Untuk menjaga hubungan silaturahmi ini, kita dari DPRD, selalu memperhatikan dunia pendidikan daerah ini, mulai dari prasarana, tenaga pendidikan dan Proses Belajar Mengajar itu sendiri, jelas Amlasta Boy.

Sementara itu anggota fraksi Amanat Nasional Zalmiati dihadapan kepala sekolah dan kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung Usman Gumanti, mengharapkan pendidikan ahklak, budi perkerti dan menanamkan nilai- nilai luhur dikalangan anak didik perlu ditingkatkan. Belakangan ini, nilai sopan santun, menghormati orang tua, guru, orang yang lebih tua, sangat kurang sekali, untuk itu mari kita tingkatkan pendidikan karakter kepada ada sebaik mungkin, ajak Zalmiati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung Usman Gumanti selaku motor pertemuan Kepala Sekolah dengan Anggota Dewan Dapil ll Sijunjung ini, mengucapkan terima kasih, atas pertemuan yang luar biasa ini.

Dengan pertemuan ini, anggota dewan bisa secara langsung menerima aspirasi pelaku pendidikan di kecamatan Koto Vll. Permasalahan yang muncul ini, nanti kita lihat satu persatu, lalu kita urutkan sesuai dengan kondisi dan skala prioritas yang perlu ditangani. Auedensi dengan anggota dewan ini, juga akan kita lakukan untuk kecamatan lain nantinya, kata Usman Gumanti.

Pada Senen (12/7), proses pendidikan tatap muka akan dilangsung sebesar 50 persen. Semua ini, setelah hasil koordinasi dengan Satgas Covid-19. Setiap sekolah bisa menghadirkan siswanya setengah dari jumlah siswa setiap kelas.

Untuk siswa baru Paud, TK dan kelas l ( satu) Sekolah Dasar bisa diantar langsung oleh orang tua.Sedangkan untuk anak kelas diatasnya bisa dicepatkan pulang, supaya tidak terjadi kerumunan disekolah tersebut. Pokoknya setiap sekolah harus selalu memperhatikan protokol kesehatan covid-19, imbau Usman Gumanti.

Pada masa Covid-19, ada 5( lima) program yang dilakukan dunia pendidikan Kabupaten Sijunjung, pertama melengkapi sarana dan prasarana kesehatan disekolah sesuai protokol kesehatan covid-19.
Kedua, memperluas lokasi belajar, kalau selama ini proses belajar di sekolah dan bisa guru yang mendatangi anak untuk belajar di rumah dan ditempat- tempat yang strategis dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Ketiga, memperkuat manajerial sekolah.Keempat, mardeka belajar, anak-anak didik diberi kebebasan belajar, tidak tergantung dari penyampaian guru di depan kelas. Anak didik bisa berkreasi, berinovasi dan kreatif dalam melihat dan memecahkan persoalan, tidak terkungkung dari keterangan seorang guru.
Kelima, digitalisasi sekolah. Program digitalisasi tidak bisa kita abaikan.kemajuan teknologi perlu kita sikat

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img