28 C
Padang
Senin, Agustus 2, 2021
Beritasumbar.com

Kementan Nyatakan Mentawai Bebas Penyakit Anjing Gila
K

Kategori -

Tuapejat – Kementerian Pertanian menyatakan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sebagai daerah bebas penyakit anjing gila atau rabies, kata Sekretaris Daerah pemerintah setempat, Ifdil Gusti.

Ia di Tuapejat, Rabu, menyebutkan secara “de facto”, Mentawai telah dinyatakan bebas dari penyakit rabies sejak tiga tahun lalu, yaitu berdasarkan hasil surveilans aktif dan pasif yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian daerah itu dan Balai Veteriner Bukittinggi dalam jangka waktu tiga tahun terakhir yaitu pada tahun 2012, 2013 dan 2014.

“Secara de facto, Mentawai sudah bebas penyakit rabies ini, karena sejak tahun 2012 lalu memang telah dilakukan berbagai survei,” katanya.

Namun, imbuhnya, secara resmi pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian baru mengeluarkan dan menetapkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Pernyataan Kabupaten Kepulauan Mentawai dari penyakit anjing gila (Rabies) pada 7 April 2015.

Pengakuan pemerintah pusat yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian RI bernomor surat 238/Kpts/PD.650/4/2015 dan ditandatangani Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai melalui instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, dibantu instansi lain selalu melakukan sinergi untuk melakukan pemberantasan terhadap penyakit anjing gila.

Karena, imbuhnya, penyakit ini sangat berbahaya, dapat menular dari hewan ke manusia dan berisiko tinggi terhadap tingkat kematian, serta berdampak psikologis dan ekonomi.

“Kami sampai sekarang tetap melakukan upaya pemberantasan, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan untuk mempertahankan status bebas dari penyakit rabies ini, antara lain melakukan pengawasan pada setiap kapal dari daerah luar yang datang ke Mentawai dan dimungkinkan membawa hewan yang berisiko rabies,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Mentawai Novriadi menyebutkan, populasi hewan yang rentan penyakit rabies seperti anjing, kucing dan monyet di Mentawai tidaklah banyak.

Pasalnya, imbuhnya, tidak ada tradisi atau kebiasaan warga Mentawai memelihara anjing untuk keperluan berburu, ataupun memelihara monyet untuk kepentingan membantu memetik buah kelapa seperti kebiasaan di daerah lain di Sumbar.

“Sangat jarang ya, warga Mentawai yang memelihara anjing. Apalagi di sini tidak ada kebiasaan berburu babi misalnya dengan menggunakan anjing, begitu pula dengan memelihara monyet, disini sangat jarang dijumpai,” katanya.

Meski populasi hewan yang rentan terhadap penyakit rabies sedikit, namun sebagai satu-satunya daerah di Sumbar yang mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah pusat sebagai daerah bebas rabies, kata Novriadi, Pemkab Mentawai perlu melakukan upaya lanjutan.

Upaya lanjutan itu, jelasnya, yang utama adalah menjaga dan mempertahankan status bebas penyakit anjing gila.

Kemudian selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan baru rabies melalui pengamatan yang teratur dan berkesinambungan, pelaksanaan tindakan pengamanan dan pencegahan yang ketat.

Pengawasan lalulintas hewan penular rabies, serta adanya pengendalian lain terhadap penyakit hewan menular anjing gila secara bertahap di seluruh daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah, katanya.

“Ini tentu diperlukan kerja keras oleh seluruh pihak untuk menjaga Mentawai bebas rabies, ke depan tentu harus ada Peraturan Daerah yang isinya mungkin larangan keras setiap hewan seperti anjing, kucing dan monyet yang masuk ke Mentawai,” kata Novriadi.

Ia menerangkan, perlunya pengawasan ketat yang diatur melalui peraturan daerah terhadap masuknya hewan yang rentan rabies, seperti anjing, kucing dan monyet ini, mengingat jika Mentawai terjangkit rabies, maka dampaknya untuk melaksanakan pemberantasan akan sangat sulit, mengingat topografi Mentawai sebagai daerah kepulauan yang cukup sulit.

Ia mengatakan, salah satu model pegawasan karantina dilakukan dengan melibatkan seluruh instansi terkait, di mana sejak dari daerah pengeluaran, pihak karantina sudah menjaga.

Ia menjelaskan, untuk pengawasan di samping mengandalkan petugas karantina yang di tempat pengeluaran, juga di tempat pemasukan. Selain itu juga berkoordinasi dengan aparat yang ada di pelabuhan. Termasuk juga yang di tempat yang belum terjaga.

“Kedepan mungkin kami akan adakan nota kesepahaman bersama kepolisian. Di tempat tertentu kami bekerjasama dengan kejaksaan, untuk memproses dan memastikan bahwa proses pelanggaran itu tetap diproses hukum. Agar dapat memberikan efek jera kepada orang yang berusaha memasukkan hewan pembawa rabies ke dalam wilayah Mentawai ini,” katanya. (Altas Maulana/Antara)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Dua Meninggal dan 28 Positif Covid-19 Di Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Angka kematian akibat Covid-19 di Payakumbuh terus meningkat, dimana dalam beberapa hari terakhir ini terdapat masyarakat yang dinyatakan meninggal karena terpapar virus corona.
- Advertisement -

Backdrop Pemimpin Birokrasi

Cerita Berseri: Seribu Asa untuk Bahagia Seri 8/1000 “Backdrop Pemimpin Birokrasi” Kali ini, kita berbincang tentang “backdrop” atau latar belakang penampilan seorang pemimpin birokrasi yang merujuk...

Tim KKN UNRI Berinovasi, Batu Payuang Pakai Rambu Rambu Penunjuk Jalan

Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com,-Kuliah kerja nyata (KKN) merupakan suatu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu hingga dua bulan yang bertempat di daerah setingkat desa.
- Advertisement -

Tiga ASN Kankemenag Padang Panjang Mengikuti Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Fungsional Penyuluh Agama Islam Melalui Jalur Penyesuaian/Inpassing

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Tiga ASN Kankemenag Kota Padang Panjang mengikuti Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Fungsional Penyuluh Agama Islam melalui Jalur Penyesuaian/Inpassing, Selasa (27/07/2021).

Lawan Pembiayaan Rentenir, Gubenur Bersama OJK Kukuhkan Tim TPAKD Se Sumbar

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, — Setelah dilakukan pertemuan dan sosialisasi sebelumnya pada bulan Maret 2021, yang digagas OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Provinsi Sumatra Barat bersama seluruh kabupaten/kota Provinsi Sumatra Barat yang bertujuan untuk menyusun serta percepatan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) kabupaten/kota di Sumatra Barat.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Paket Tender Solok Selatan Rp299,2 juta Tanpa Ada Penawar

Padang Aro, beritasumbar.com - Satu paket tender di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Pagu dan Rp299,2 juta dinyatakan gagal karena tidak ada penawaran...

Besok, Belajar Tatap Muka Akan Dimulai Di Kabupaten Sijunjung

Sijunjung,  - Kegiatan proses belajar mengajar tatap muka di Kabupaten Sijunjung akan dimulai pada Senin (12/7), akan tetapi belajar tatap muka akan dilangsungkan 50...

Audiensi Dengan Kepala Sekolah, DPRD Sijunjung Tampung Aspirasi Masalah Pendidikan

Sijunjung, beritasumbar.com - Banyak aspirasi dan permasalahan di dunia pendidikan yang belum terwujud selama ini, maka Kepala Sekolah Paud/TK, SD, dan SLTP se-Kecamatan Koto Vll...

Disdukcapil Lima Puluh Kota Imbau Masyarakat Proaktif Urus Administrasi Kependudukan

Sarilamak, beritasumbar.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lima Puluh Kota mengimbau masyarakat setempat agar proaktif mengurus administrasi kependudukan. Kadis Dukcapil Kabupaten Lima...

Buka Akses Unggan-Pamusian, Jarak Kabupaten Sijunjung-Tanah Datar Bisa Dipangkas

Sijunjung, beritasumbar.com - Dalam waktu dekat ini diperkirakan, hubungan Kabupaten Sijunjung dengan Kabupaten Tanah Datar lewat jalur Unggan ke Pamusian akan terhubung. Perbatasan kedua daerah yang...

Sambut HUT RI ke-76, DHD-BPK 45 Sumbar Buka Pendaftaran Lomba Baca Puisi dan Lagu Perjuangan

Sebagai salah satu bentuk upaya berkesinambungan dalam penanaman nilai-nilai kejuangan 45 pada generasi muda, Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Sumatera Barat (DHD BPK 45 Sumbar) mengadakan Lomba Baca Puisi dan Lagu Perjuangan Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, pendaftaran calon pesertanya resmi dibuka pada Jumat, 2 Juli 2021.

Bantu Para Petani, Pemkab Sijunjung Salurkan 114 Alsintan

Sijunjung, beritasumbar.com - Untuk mempermudah pekerjaan lahan usaha pertanian, mulai dari kegiatan pengolahan lahan dan perawatan tanaman pertanian, maka Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung menyalurkan sebanyak...

Mangombang Nan Talipek, Rang Kampai Nagari Simpang Kapuak Bapanghulu

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Setelah belasan tahun gelar penghulu Datuak Monti Bosa talipek atau tidak dipakainya, Warga Suku Kampai Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka,...

Pimpin Rapat Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Wabup Sijunjung Minta Camat-Walnag Jalin Komunikasi Dengan Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Wakil Bupati Sijunjung, Sumatera Barat, Iraddatillah memimpin rapat kerja usaha percepatan penanganan dan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut, Rabu, 30/6. Raker tersebut melibatkan...

Kapolres Padang Pariaman Semprot Disinfektan di Seputar Rumah Warga Isolasi Mandiri

Padang Pariaman,   - Mendengar laporan terkait adanya satu keluarga sedang isolasi mandiri melanggar protokol kesehatan, Kapolres Padang Pariaman AKBP. Dian Nugraha HBWPS. SH. SIK,...
- Advertisement -