26 C
Padang
Jumat, Juni 21, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Jarak Sepuluh kilometer Harus Ditempuh Dengan Waktu Satu Jam Menuju Jorong Ini
J

- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com-Nenan Dan Sungai Nyanyiang,Dua Jorong yang bertetangga beda nagari dan kecamatan tapi satu jalur masuk ini seakan tersisih jauh dari jorong lain. Minimnya sarana jalan menuju jorong ini membuat warga sini seakan terisolasi. Apalagi musim hujan mengguyur. Alamat tidak bisa kendaraan keluar masuk dari daerah ini. 

Padahal daerah ini hanya berjarak lebih kurang 10 km dari pusat nagari Maek. Nenan dengan 850 jiwa dan nyanyiang 150 jiwa lebih kurang sangat membutuhkan sentuhan pemerintah untuk membuka akses layak kedaerah mereka. Semenjak tahun 2000 jalan di buka tidak ada tindak lanjut untuk pengerasan jangankan untuk pengaspalan ujar Nal mantan jorong Nenan kepada BeritaSumbar.com di rumahnya pada Sabtu 12/08 kemaren.

Untuk bisa mencapai dua jorong ini roda 4 yang 4wd yang bisa masuk. Jika hujan turun walau 4wd tidak juga bisa menjamin bisa mencaai perkampungan karena tanjakan licin dan berlubang akibat gerusan air.

Sarana umum yang ada di dua jorong ini baru satu sekolah dasar,satu pustu dan satu Masjid. Listrikpun mengandalkan aliran PLTMH yang dibangun sekitar tahun 2005. Dan itupun sangat tidak maksimal. Sering mati karena arus tidak mampu mengaliri 155 rumah warga Nenan. Apalagi untuk Sungai Nyanyiang Nagari Koto Lamo Kapur 9 tidak ada listrik sama sekali. Seperti yang di ceritakan Dedi Rahmad kepala Jorong Nenan Sekarang di salah satu warung di pusat pemukiman daerah sana.

Jarak dari Ronah pusat nagari Maek ke jorong Nenan Yang hanya sekitaran 10 km tersebut harus di tempuh dengan waktu 1 jam dengan kendaraan 4wd. Dan itu dalam kondisi jalan kering. Kalau hujan bisa lebih. Jarak dari Nenan ke Nyanyiang 3 km butuh waktu sampai 30 menit lebih pakai roda dua. Hal ini di rasakan BeritaSumbar.com dua hari di jorong ini.

Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian dengan uluran tangan agar jalan ke kampung kami bisa layak tempuh seperti kampung lain. Banyak Hasil pertanian kami yang harus terjual murah karena biaya transport tinggi untuk bisa sampai kepusat nagari ujar ilyas yang sehari hari menjadi sopir antar jemput warga di sana.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img