Jangan Bully Aku Dengan Bahasamu

67

BeritaSumbar.com,-Menurut kamus kbbi bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri, percakapan atau (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun, budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan).

Kita sering terlibat dalam salah satu proses kognitif yang paling menarik yaitu cara sebuah pemikiran mempengaruhi pemikiran lain melalui bahasa. Dalam proses tersebut, sejumlah sel tersusun di otak kita dan akan di ubah secara permanen. Sejumlah pemikiran baru akan di bentuk dan secara harfiah akan berubah. Meski demikian proses yang sangat rumit tersebut di selesaikan tanpa upaya ribuan kali setiap harinya oleh jutaan orang, orang lanjut usia, anak-anak belia.

Bahasa (language) menurut para psikolog kognitif, adalah suatu sistem komunikasi yang di dalamnya pikiran-pikiran di kirimkan (tansmitted) dengan perantaraan suara (sebagaimana dalam percakapan) atau simbol (sebagaimana dalam kata-kata tertulis atau isyarat-isyarat fisik.) (Solso L. Robert. Dkk. 2007).

Sering kita tidak menyadari bahwa bahasa kita mempengaruhi kognitif orang lain baik itu pengaruh positif ataupun negatif, dan sebaliknya bahasa orang lain juga bisa mempengaruhi kognitif  kita. Terkadang kita membully orang lain, dengan tutur bahasa yang menyakitkan hati. Misalnya orang tua yang bertanya nilai atau perkerjaan sekolah anak, ketika nilai anak tidak memuaskan orang tua, orang tua akan memarahi anak dengan berkata anak tidak pernah belajar hanya bermain-main saja.

Apakah orang tua tidak menyadari dengan orang tua berbuat begitu psikis anak bisa rusak dan anak yang sering di marahi dengan bahasa yang tidak bagus akan menjadi anak yang pembangkang, maka dari itu orang tua harus bisa menempatkan emosi dan jangan bermain fisik, ketahuilah orang tua setiap anak mempunyak bakat yang gemilang.

Dan ketika bersama teman-teman terkadang juga kita membully teman kita dengan bahasa kita dan sering tidak menyadari bahwa bahasa yang kita ucapkan menyakitkan hatinya, atau pun membuat dia malu akibat dari perkataan kita, lidah memang tidak mempunyai tulang tetapi sekali berbicara sangat menyakitkan hati,  bisa-bisa seperti racun ular. Sudah banyak contoh yang terjadi di lingkungan manusia ini dengan membully baik dari bahasa maupun fisik yang membuat seseorang berakhir bunuh diri akibat tidak sanggup mendengarkan perkataan sekitarnya.

Maka dari itu janganlah membully orang dengan bahasa kita, kita tidak pernah tau di mana bakat seseorang berada, kita tidak pernah tau akan bagaimana dia di masa depan yang akan datang bisa jadi dia yang paling berjaya, semua sudah di atur oleh sang maha pencipta.

Penulis: Sahati Sitorus
UIN Imam Bonjol Padang

loading...