24 C
Padang
Selasa, November 30, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Inovasi Riza Falepi, Wali Kota Payakumbuh, Sumatera Barat
I

Kategori -
- Advertisement -

Pertumbuhan ekonomi di Kota Payakumbuh terus meningkat. Bahkan melebihi rata-rata nasional. Wali Kota Riza Falepi melakukan berbagai terobosan untuk menggerakkan perekonomian mikro dan makro.

Salah satu upaya Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menjaga pertumbuhan ekonomi ialah mendorong produksi lokal agar bisa menjadi komoditas ekspor. Tidak heran bahwa sejak 2013, pertumbuhan ekonomi Payakumbuh selalu di atas rata-rata nasional. Pada 2013, pertumbuhan ekonomi Payakumbuh tertinggi se-Sumatera Barat, yakni 6,67 persen.

’’Kuncinya adalah suplai jangan berbasis konsumsi, namun produksi dan ekspor,’’ kata Riza ketika ditemui di rumah dinasnya pekan lalu, seperti dilansir Jawa Pos (29/4/2015).

Laki-laki kelahiran 17 Juni 1970 itu mengatakan, untuk usaha mikro, dirinya mendorong usaha produktif yang digagas warga setempat. Dia mencontohkan, rata-rata warga Kelurahan Tanjung Pauh memiliki sawah dan tambak ikan. Setelah dihitung-hitung, ternyata usaha tambak ikan jauh lebih produktif daripada bertani. ’’Dengan usaha tambak seluas 4 x 5 meter persegi, warga bisa mendapat keuntungan Rp 4 juta hngga Rp 5 juta per tiga bulan. Itu berarti setiap bulan mendapat dana Rp 1,5 juta,’’ jelasnya.

Nah, warga dibantu pemkot setempat. Salah satu bentuk dukungan pemkot ialah membuatkan pakan ikan. ’’Dinas perikanan dan peternakan yang saya minta bikin pakan,’’ lanjut Riza.

Namun, tidak berarti semua warga lantas beternak ikan. Masih banyak petani produktif di Payakumbuh. Bahkan, menurut alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, pertanian termasuk sektor penting yang akan terus dikembangkan. Caranya, mencarikan solusi ketika petani mengalami kendala. ’’Saya sering turun ke sawah. Lihat masalahnya apa. Kalau irigasinya jelek, ya diperbaiki,’’ ucapnya.

Dengan cara begitu, produksi padi Payakumbuh meningkat drastis. Dua tahun lalu 80 ribu hektare sawah hanya menghasilkan 9 ribu ton. Saat ini panen bisa mencapai 34–43 ribu ton.

Untuk sektor yang lain, Riza melakukan intervensi kepada petani cokelat. Dulu petani langsung mengekspor buah tersebut. Saat ini Riza tidak mau ekspor seperti itu. Untuk uji coba, petani cokelat diberi satu unit mesin.

Dengan mesin itu, petani bisa membuat 10 kilogram bubuk cokelat per hari. ’’Saya menginginkan produksi cokelat ditambah. Karena itu, ditambah satu unit mesin lagi,’’ katanya. Hasilnya sungguh di luar dugaan. Produksi meningkat menjadi 150 kilogram bubuk cokelat per hari.

Perlakuan serupa dirasakan perajin mebel. Sebagaimana diketahui, Payakumbuh terkenal dengan karya mebel yang bagus. Potensi tersebut tidak disia-siakan. Riza mengontak kepala Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia. Dia menginginkan usaha mebel di Payakumbuh juga berkembang. ’’Sekarang tawaran ke perajin mebel terus bertambah,’’ lanjutnya.

Untuk mendukung semua usaha itu, Riza berencana membuat BUMD (badan usaha milik daerah). Bukan satu, namun dua sekaligus. Satu BUMD menangani produksi pakan ternak, satu lagi bergerak di bidang packaging olahan cokelat. ’’Saat ini masih bikin rancangan peraturan daerah ke DPRD. Jika disetujui, BUMD ini segera dibentuk,’’ kata pengusaha yang diusung PKS itu.

Pekerjaan rumah lainnya yang dikerjakan Riza dalam waktu dekat ialah membuat Payakumbuh sebagai pusat makanan halal. Dia menjelaskan, ide tersebut berasal dari Hermawan Kartajaya. ’’Saya kepikiran rendang. Harus ada inovasi baru agar rendang lebih tahan lama,’’ katanya. ’’Dengan begitu, rendang bisa awet diekspor, namun tetap halal,’’ tambahnya.

Berkat kerja keras tersebut, Payakumbuh mendapat investment award pada akhir 2013. Sebab, pertumbuhan ekonomi Payakumbuh berkelanjutan. Standar pelayanan investasi juga sudah sesuai dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Riza mengatakan, sistem yang digunakan sudah berbasis TI (teknologi informasi). Dengan begitu, investor bisa mengetahui tata cara pengurusan dan biayanya. ’’Kami juga menerapkan pelayanan satu atap sejak 2013,’’ paparnya.

Akhir tahun lalu Riza juga menerima penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Payakumbuh merupakan satu-satunya kota yang mendapat dua penghargaan sekaligus dalam Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU). ’’Pada PKPD-PU 2014, Payakumbuh meraih gelar juara untuk subbidang cipta karya dan pengairan,’’ ucapnya.

Sekarang tinggal menggenjot dinas PU bina marga agar mendapat prestasi seperti ’’saudara’’-nya. Riza bercerita, dirinya pernah melobi Kementerian PU agar semua jalan di Payakumbuh dipoles dengan baik. ’’Sudah mau dikasih Rp 200 miliar. Namun, yang di sini belum siap. Takut tidak nutupi sampai akhir tahun,’’ tambahnya.

Rintis Pembangunan Bandara

UNTUK bisa disebut kota maju, menurut Riza, tiga hal harus dipenuhi. Pertama, adanya perguruan tinggi negeri. ’’Di sini juga ada Unand (Universitas Andalas),’’ katanya. Kemudian, pertumbuhan industri juga harus maju. Ketiga adalah adanya connectivity.

Riza mengatakan, Payakumbuh termasuk kota kecil dan tidak punya potensi alam yang menonjol. Di Sumatera Barat (Sumbar), Kota Padang dan Bukittinggi yang memiliki potensi alam dan industri yang layak dijual. ’’Agar Payakumbuh menjadi berkembang dan maju, faktor connectivity harus ada. Yakni, harus ada bandara,’’ ucapnya.

Dengan adanya bandara, investor akan mudah masuk ke Payakumbuh. Adanya bandara juga mempermudah ekspor ke negara lain. ’’Beberapa investor yang saya tawari menyatakan mau berinvestasi ke Payakumbuh asal ada bandara,’’ terang anggota DPD RI 2009–2012 itu.

Untuk membangun bandara, Riza sudah menyiapkan lahan. ’’Pemilik mau menghibahkan lahannya. Namun, ada kendala yang lain,’’ katanya.

Untuk membangun bandara, dibutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar. Dana tersebut tidak murni dari APBD kota. Bisa dari pemprov dan pemerintah pusat. ’’Belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Ya, kemungkinan lima tahun mendatang,’’ tambahnya.

Riza mengatakan, rencana pembangunan bandara sudah disetujui Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Pembangunan bandara itu tidak hanya untuk menopang pertumbuhan ekonomi Payakumbuh. Tetapi, itu juga bisa dimanfaatkan ketika terjadi bencana alam, misalnya tsunami maupun gempa bumi di sekitaran Padang. ’’Apabila bandara Minangkabau hancur, penyaluran logistik bisa melalui Payakumbuh,’’ terangnya.

Riza pun meminta warga tidak berhenti bermimpi untuk memiliki bandara. Dia juga berjanji akan sekuat tenaga mencari cara dan dana agar bandara bisa segera dibangun. (ai/c4/tom)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img