30.5 C
Padang
Wednesday, October 21, 2020

Inilah Alasan Mengapa Orang Minang Suka Merantau

Jika kita coba melakukan survei pada orang-orang yang bukan bersuku Minang, apa kira-kira yang terpikirkan di benak mereka saat mendengar kata “Minang”, lebih spesifiknya “Orang Minang”, beberapa hal yang terbayang barangkali: rendang, manggaleh (berdagang) dan merantau. Tiga kata tadi adalah yang paling dominan muncul di pikiran orang-orang banyak terkait Minangkabau. Terkhusus untuk kata ketiga “merantau” itu, budaya merantau sudah melekat pada diri orang-orang Minang. Tak heran, jika orang Minang bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah nusantara. Konon kabarnya (dari penuturan orang saja), untuk wilayah Jakarta, pada setiap 10 orang yang ditemui 1 diantaranya adalah orang Minang. Intinya, orang Minang dari dulu memang gemar merantau ke daerah-daerah baru karena beberapa alasan tertentu. Apa saja alasan orang Minang suka merantau itu? Yuk, kita bahas.

Belum berguna di kampung

merantauTradisi merantau di Minangkabau sudah dimulai sejak dahulu. Dulunya merantau ini bukan meninggalkan Sumatera Barat namun meninggalkan daerah-daerah inti Minangkabau. Orang-orang Minang terdahulu merantau dari Luhak Nan Tigo ke daerah rantau seperti Pariaman, Pesisir Selatan dan lainnya. Kebanyakan yang merantau adalah para pemuda, sebagaimana mamangan adat berikut:

Karatau madang di hulu
Babuah babungo balun
Marantau Bujang dahulu
Di rumah paguno balun

Seyogyanya seorang bujang Minang merantau ke negeri orang untuk belajar hidup mandiri, untuk menempa diri agar lebih dewasa lagi, untuk mencari pengalaman yang akan dibawa kembali ke kampung halaman ketika waktunya telah tiba.

Menimba ilmu pengetahuan

berjalanAlasan lain mengapa orang Minang suka merantau adalah untuk menimba ilmu pengetahuan. Sebagaimana falsafah adat alam takambang jadi guru, alam Minangkabau saja tentu belum cukup untuk memberikan ilmu. Ilmu bertebaran di muka bumi, itulah yang akan dicari. Pada konteks kekinian pula, banyak anak-anak muda Minang yang merantau untuk belajar, seperti berkuliah dan lain sebagainya. Ilmu yang didapatkan di rantau itulah nanti yang akan digunakan untuk membangun nagari.

Mencari isi periuk

merantau-ke-tanah-orangTak bisa dipungkiri, alasan kuat mengapa orang Minang suka merantau adalah untuk mencari harta. Untuk mengisi periuk. Membuat dapur rumah di kampung berasap hingga memenuhi kebutuhan keluarga. Faktanya, sebagian besar orang Minang yang merantau mengambil peran sebagai pedagang. Mengumpulkan pundi-pundi uang demi keluarganya.

Mencari pangkat atau jabatan

way-918900_960_720Sepintas memang alasan merantau yang satu itu terkonotasi negatif, tapi begitulah adanya. Sebagian dari orang Minang merantau untuk mencari pangkat atau jabatan. Di tanah perantauan mereka mulai membangun reputasi. Segala kemampuan mereka kerahkan untuk orang banyak dengan umpan balik orang-orang di rantau akan menyukai mereka. Tidak sedikit juga orang-orang Minang yang sukses jadi orang-orang besar dan berpengaruh di perantauan, dari dulu hingga sekarang.

Mambangkik batang tarandam

airport-519020_960_720Alasan terakhir mengapa orang Minang suka merantau adalah demi mambangkik batang tarandam, artinya merubah nasib dirinya dan keluarganya. Alasan itu menjadi kompilasi dari alasan-alasan lainnya. Ini pula lah yang menjadi motivasi terbesar orang Minang dalam merantau. Tatkala mereka mulai malas dan sudah agak melenceng dari tujuan awal, mereka harus merenungi hal satu ini agar bisa kembali ke jalan yang benar.

Tak peduli kemanapun orang-orang Minang merantau, di manapun mereka berada falsafah-falsafah adat harus senantiasa mereka genggam erat. Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah tetaplah menjadi acuan utama, sebab dima bumi dipijak di sinan langik dijunjuang. Alam selalu terkembang untuk mereka jadikan guru. Setinggi-tingginya bangau terbang, pulangnya ke kubangan jua, maksud sejauh apapun mereka merantau, kampung halaman harus diingat jua.

Sumber: sumbar.co

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Penderita Kanker Darah Ini Terima Bantuan Dari Pimpinan Klinik Puti

Padang Pariaman,- dr.Zunirman kembali mengunjungi penderita Penyakit Kanker Darah (Leukemia) Sri Handayani warga Korong Pasa Kandang,Nagari Balah Hilie,Kecamatan Lubuk Alung,Kabupaten Padang Pariaman,...

UKPBJ Kabupaten Muko-Muko kunjungi Pemko Payakumbuh

Payakumbuh---Unit Kerja Pengadaan Barang/ Jasa (UKPBJ) Kabupaten Muko-muko melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Payakumbuh khususnya UKPBJ Kota Payakumbuh dalam rangka Konsultasi tentang...

P3S Gelar Webinar Dengan Tema “Masa Depan Penyiaran Analog (Konvensional) di Indonesia”

Topik menarik seputar kontroversi antara penyiaran analog dan digital akan dibedah dalam webinar Political and Public Policy Studies (P3S) dan esensinews.com yang...

Satlantas Polres Pessel gelar Patroli Hunting Sistem

Pesisir Selatan,- Sat Lantas Polres Pesisir Selatan laksanakan giat Hunting Sistem Satlantas pada hari Selasa (20/10/2020) pukul 20.00 s/d 20 15 Wib....
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Perbumma Adat Nusantara Kupas Prospek dan Solusi Peningkatan Penyediaan Pangan Nusantara

JAKARTA – Hari Pangan Sedunia yang ke XL pada tanggal 16-Oktober 2020, moment yang tepat bagi Perbumma Adat Nusantara dan KUP Suta...

GM FKPPI Jambi Hadiri Silaturahmi Ormas dan OKP Bersama Polda dengan Tema Jambi Cinta Damai

JAMBI - Kepolisian Daerah Jambi selalu dekat dan merangkul Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dengan mengadakan Silaturahmi untuk meningkatkan...

P3S Gelar Webinar Dengan Tema “Masa Depan Penyiaran Analog (Konvensional) di Indonesia”

Topik menarik seputar kontroversi antara penyiaran analog dan digital akan dibedah dalam webinar Political and Public Policy Studies (P3S) dan esensinews.com yang...

Kemen PUPR: Pembangunan Bendungan Dapat Cegah Banjir Pangkalan

Limapuluh Kota, Beritasumbar.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI mengemukakan salah satu solusi untuk mengatasi banjir yang melanda...
- Advertisement -