31 C
Padang
Selasa, Desember 7, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Indikator Kesejahteraan Ekonomi Bersih
I

- Advertisement -

Oleh: Syaiful Anwar, S.E., M.Si

(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh)

Sebuah pendekatan baru tenang indikator pembangunan dikemukakan oleh Wiliamm Nordhaus dan James Tobin (1973) mereka mencoba menyempurnakan metode perhitungan GNP dalam upaya untuk memperoleh suatu indikator pembangunan ekonomi yan lebih baik yaitu dengan mengenalkan konsep Net Economic Welfare (NEW). Penyempurnaan metode perhitungan GNP dilakukan dengan dua cara yaitu melakukan koreksi positof dan koreksi negatif.

  • Koreksi Positif

Koreksi positif mengharuskan untuk memperhatikan waktu senggang (leisure) dan perkembangan sektor ekonomi informal. Waktu senggang ini berkaitan dengan jumlah jam kerja selama seminggu dan waktu yang diluangkan untuk kegiatan-kegiatan “noneconomi”. Kepuasan yang diharapkan dari waktu senggang ini diharapkan sama besarnya dengan kepuasan yang diperoleh dari balas jasa atas aktivitas produksi yang dilakukan. Disatu sisi adanya waktu senggang menyebabkan berkurangnya kapasitas produksi nasional yang pada akhirnya akan menurunkan nilai GNP. Namun disisi lain adanya tambahan waktu senggang menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. dengan demikian, agar “kepuasan” dari adanya waktu senggang tetap diperhitungkan, maka sebuah koreksi harus ditambahkan pada perhitungan GNP sehingga mengahsilkan konsep Net economic Welfare (NEW).

Koreksi positif lainnya adalah berkaitan dengan sektor ekonomi informal. Seperti kita ketahui, perekonomian NSB ditandai oleh besarnya peranan sektor ekonomi informal yang tumbuh pesat. Sektor ekonomi informal ini dibedakan menjadi dua kelompok yaitu: (1) kegiatan ekonomi ilegal yang melawan hukum, misalnya perdagangan narkotika dan obat-obatan terlarang, dan (2) kegiatan ekonomi yang legal tetapi tidak tercatat sehingga terhindar dari pajak, misalnya pendapatan dari tukang batu yang memperbaiki rumah.

Pada umumnya, para ekonom tidak menambhakan kegiatan ekonomi ilegal ke dalam nilai produk nasional., karena sudah ada kesepakatan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang buruk dari segi sosial.

Kegiatan informal lainnya seperti yang dilakukan oleh pedagang kaki lima, tukang bakso, tukang tambal dan sebagainya menghasilkan output yang sangat berguna dan bernilai jual namun tidak diamsukkan dalam perhitungan produksi nasional karena kegiatan usahanya tidak tercatat secara resmi oleh pemerintah. Sebagai konsekuensinya, laju pertumbuhan GNP riil akan lebih rendah dari sebenarnya.

  • Koreksi Negatif

Koreksi negatif berkaitan dengan masalah kerusakan lingkungan (eksternalitas negatif) yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan di sektor produktif. Koreksi negatif mempertimbangkan biaya-biaya sosial (sosial cost) yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan ekonomi. Misalnya adanya proyek pembangunan perumahan. Proyek pembangunan prumahan selain membawa hasil yang negatif berupa polusi dan kerusakan sistem tanah. Hasil negatif tersebut menggambarkan biaya-biaya sosial yang ditimbulkan oleh proyek pembangunan perumahan. Oleh karena itu, nilai GNP hrus dikoreksi dengan cara mengurangi GNP tersebut dengan biaya-biaya sosial yang dikeluarkan untuk memperoleh NEW.

#SyaifulAnwar #Unand #Payakumbuh

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img