27 C
Padang
Senin, Januari 18, 2021
Beritasumbar.com

Hormati Konflik Lahan Berkekuatan Hukum Tetap
H

Kategori -

Konflik lahan selalu menjadi permasalahan dalam ranah agraria yang kerap terjadi di berbagai tempat, tidak sedikit kasus semacam ini terkadang dikelola oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan tertentu terhadap kasus yang terjadi. Kasus semacam ini dapat mengorbankan masyarakat sendiri karena selalu terjebak dalam tarik ulur kepentingan yang ada.

Permasalahan agraria mimiliki potensi yang cukup kuat menjadi benturan sosial ditengah masyarakat kita, karena selain buruknya aturan pertanahan yang ada, hal ini juga disebabkan oleh tata kelola sistim pertanahan kita yang tumpang tindih kepemilikannya. Hal ini akan menjadi lebih buruk lagi jika para mafia tanah ikut berperan dalam sengketa lahan tersebut.

Kasus yang masih hangat dalam ingatan kita adalah konflik lahan yang terjadi di daerah Teluk Jambe Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu. Beberapa kekuatan masyarakat menghadang saat terjadinya proses eksekusi lahan yang dilakukan oleh juru sita dari pengadilan setempat. Karena pengadilan bertindak atas dasar keputusan pengadilan, rombongan juru sita dikawal oleh aparat keamanan yang mengamankan langkah eksekusi tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Namun, masyarakat setempat melakukan perlawanan dengan menghadang proses eksekusi tersebut, sehingga kajadian itu sempat menghebohkan masyarakat karena mendapat peliputan dari berbagai media yang mengabarkan proses eksekusi. Berbagai spekulasi bermunculan dalam bentuk reaksi masyarakat menanggapi kejadian ini, ada yang mencoba menyudutkan pihak-pihak tertentu yang dianggap betanggung jawab dalam kejadian ini.

Namun terlepas dari perdebatan yang terjadi dalam menyikapi kasus sengketa seperti ini, yang harus kita pahami adalah bagaimana posisi logika hukum dalam kasus tersebut. Jika mengamati pemberitaan di media massa, bahwa sebenarnya yang sedang terjadi dalam kasus tanah di Teluk Jambe Kabupaten Karawang ini adalah sebuah lahan yang sudah dimenangkan oleh pihak tertentu yang didukung keputusan hukum yang memiliki kekuatan tetap dalam perkara tanah tersebut. Berangkat dari kekuatan hukum itulah terjadinya eksekusi lahan atas dasar perintah pengadilan.

Namun yang sangat disayangkan adalah, munculnya gerakan yang melawan keputusan hukum tersebut. Jika hukum yang seharusnya menjadi panglima dalam berbagai permasalahan yang ada di negeri tercintai ini sudah tidak dihormati, lantas apa lagi yang akan menjadi pegangan kita sebagai masyarakat yang seharusnya taat hukum. Tentunya kita tidak ingin hal seperti ini terjadi terus menerus, kita sangat ingin sekali hukum dapat tegak dengan baik di negara yang kita cintai bersama ini.

Semoga kasus seperti ini tidak terjadi lagi di tempat lain, dan posisi para mafia tanah dapat ditertibkan sehingga tidak menimbulkan potensi konflik ditengah masyarakat yang hanya menguntungkan sekelompok orang dan mengorbankan masyarakat dalam jumlah yang besar. Sudah saatnya kita menjadi masyarakat yang siap tunduk pada hukum yang memiliki keputusan sah. (donk ghani)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wawako Buka Open Turnamen Nusa Bersinar CUP

Masih dalam rangka peringangatan HUT Kota Payakumbuh yang ke 50, secara resmi Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz membuka open turnamen Nusa Bersinar CUP
- Advertisement -

Polri Ambil Langkah Cepat Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 periode 1-14 Januari 2021.

Enam Penambang Emas Tertimbun Longsor Di Solok Selatan, Dua Meninggal

Padang Aro, beritasumbar.com - Akibat curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir, sebanyak enam orang penambang emas asal Jawa Tengah tertimbun longsor di...
- Advertisement -

Komisi IV DPRD Serta Dinas LH Sumbar Sambangi PLTMH Lintau,Kami Tidak Menemukan Pelanggaran

Anggota Komisi IV DPRD Beserta Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Sumatera Barat menyambangi Proyek PLTMH Kalo Kalo di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar,Selasa 12/10/2016.

Diduga Takut Lihat Polisi Patroli, Sopir L 300 Tinggalkan Mobil Bermuatan Kayu

Diduga takut saat melihat anggota Polsek Lengayang melakukan patroli wilayah, mobil L 300 warna bermuatan kayu diduga hasil Ilegal Logging ditinggal sopir ditengah jalan, di simpang Lubuak Bagalung, Nagari Lakitan Induk, Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Polri Ambil Langkah Cepat Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 periode 1-14 Januari 2021.

Seleksi LTMPT Terbuka untuk Jalur Vokasi

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) siap mendukung seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi vokasi se-Indonesia. Selain Politeknik, perguruan tinggi yang memiliki jalur vokasi dapat bergabung pada seleksi yang khusus dibuka untuk jenjang Diploma IV atau Sarjana Terapan.

Ketua MPR RI Apresiasi, Ormas Surosowan Indonesia Bersatu, yang Peduli Adat dan Budaya Nusantara

Organisasi Masyarakat (Ormas) Surosowan Indonesia Bersatu menjalin silaturahmi dengan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima silaturahmi DPP Surosowan Indonesia Bersatu di Black Stone, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat pada Kamis (14-01-2021)

Ini Pesan Dewan Kehormatan PWI Sumbar Didepan Peserta KLW

Sebanyak 35 orang wartawan muda Tanah datar mengikuti kegiatan karya latihan wartawan ( KLW) yang diselenggarakan oleh PWI Tanah datar di pendopo Indojalito Kamis (14/01) kemarin.

13 Paket Kecil Sabu Ditemukan Polres Pessel, 3 Tersangka Diamankan

Pesisir Selatan, beritasumbar.com- Tim Ospnal Satnarkoba Polres Pesisir Selatan kembali membekuk tiga orang tersangka penyalagunaan narkoba, berinisial RE (46) warga Pasar 60, Kecamatan Batang...

AMPERA, Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H Sosok yang tepat menjadi Kapolri

akarta,Minggu (3/1/21). Ditengah akan habisnya jabatan KAPOLRI Idham Aziz Bapak presiden Ir. Joko widodo meminta wakil komisi 3 DPR RI diminta memanggil Komjen. Pol. Dr.Drs. Boy Rafli Amar untuk menjalani ujian kelayakan sebagai KAPOLRI.

Di Hari Jadi Ke 46, Perumda Air Minum Kota Padang Luncurkan Air Minum Dalam Kemasan

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan ( AMDK) pada momen hari jadinya yang ke-46 tahun, Rabu (30/12) kemaren.

Antisipasi Jadi Zona Merah, Wilayah Zona Oranye Diminta Perketat Penanganan Covid-19

Zona Oranye atau daerah berstatus risiko sedang penularan Covid-19 bukanlah zona yang aman untuk ditempati. Sayangnya, dalam zona ini diisi mayoritas kabupaten/kota di Indonesia. Satgas Penanganan Covid-19 menyoroti sejumlah daerah yang saat ini masih menghuni zona oranye, jumlahnya mencapai 378 kabupaten/kota berdasarkan data terakhir.

Antisipasi Varian Baru Covid-19, Pemerintah Tutup Sementara Perjalanan WNA ke Indonesia

Adanya informasi ditemukannya strain atau varian baru virus Covid-19, yang menurut berbagai data ilimiah memiliki tingkat penyebaran lebih cepat, Pemerintah memutuskan untuk menutup sementara masuknya warga negara asing ke Indonesia sebagai upaya pencegahan.

WMI Kecam Pelecehan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Ketua Umum Wahana Muda Indonesia (WMI), Handriansyah mengecam aksi pelecehan yang dilakukan oleh Nitizen Malaysia terhadap lagu Kebangsaan Indonesia Raya dalam sebuah content YouTube, menurutnya hal ini merupakan pelecehan terbesar terhadap harga diri dan Martabat Bangsa Indonesia yang berdaulat.
- Advertisement -