Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Rigo Marindo, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa (GEMA) Taram yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) sangat menyayangkan belum meratanya pencairan dana bantuan untuk tenaga medis dan masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kab. 50 Kota.
“Pada Selasa (5/5) lalu, GEMA Taram bersama KKN Tematik Fakultas Kedokteran UNAND baru saja menyelesaikan aksi nyata mendonasikan face shield dan masker di beberapa Puskesmas dan Posko Relawan Covid-19 di 50 Kota. Saya sangat menyayangkan banyaknya keluhan dari tenaga medis akan kekurangan APD pada saat ini. Sedangkan 50 Kota sendiri merupakan daerah yang dikelilingi oleh daerah yang terjangkit Covid-19. Saya juga menyayangkan tidak meratanya pembagian sembako yang diberikan oleh pemerintah 50 Kota.
Berdasarkan data dari DPRD Kabupaten 50 Kota, dana yang di anggarkan untuk penanganan Covid-19 di 50 Kota ini sebesar 15 milyar rupiah. Terkait mengenai hal ini, GEMA Taram mendesak pemerintah untuk melakukan pemerataan anggaran dana tersebut. Dana yang seharusnya di anggarkan untuk APD dan sembako tersebut belum merata dirasakan oleh masyarakat maupun tenaga medis di berbagai daerah.
Rigo menambahkan, “Saya meminta pemerintah Kab.50 Kota untuk segera melakukan pemerataan dalam pembagian sembako kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19 serta melengkapi APD di seluruh Puskesmas di 50 Kota. Terkhusus untuk Bapak Irfendi Arbi selaku Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kab.50 Kota, semoga aspirasi kami sebagai mahasiswa ini benar-benar di dengar dan sesegera mungkin diwujudkan.”,tulis relis GEMA Taram ke redaksi BeritaSumbar.com pada Kamis 7/5 siang. (*)
Beritasumbar.com
GEMA Taram : Realisasi Anggaran Dana 15 Milyar di 50 Kota Apakah Sudah Merata?G
- Advertisement -
- Advertisement -