26.1 C
Padang
Jumat, Oktober 22, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Gelar Rapat Evaluasi Pengawasan Pilkada, Bawaslu Sumbar: Lima Kasus Pidana Pemilihan Divonis Pengadilan
G

- Advertisement -

Payakumbuh, beritasumbar.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Pelaksanaan Evaluasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Kota Payakumbuh, Sabtu (20/3).

Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen menyebutkan Untuk Provinsi Sumbar, selain melakukan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, juga dilaksanakan pemilihan bupati dan wakil bupati ataupun wali kota dan wakil wali kota pada 13 kabupaten kota di Sumbar.

Menurutnya kegiatan rapat evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan fungsi pengawasan pada pemilihan di masa-masa yang akan datang.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya juga ingin meningkatkan partisipasi masyarakat. Baik itu partisipasi untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilih ataupun partisipasi dalam hal melakukan pengawasan serta melaporkan ke Bawaslu apabila ditemukan ada dugaan pelanggaraan yang ditemukan.

“Terkait penanganan pelanggaran kemarin itu berdasarkan hasil temuan pengawas pemilu. Tapi banyak juga laporan yang disampaikan oleh masyarakat,” jelas Efitrimen.

Pelaksanaan Pilkada 2020 yang berlangsung di tengah-tengah pandemi COVID-19 dinilainya menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara, peserta, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Bersyukur kita karena semua dapat menyesuaikan diri. Segala kekurangan tentu akan sama-sama kita perbaiki ke depan,” ujarnya.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sumbar, Elly Yanti mengatakan dari sekian banyak dugaan pelanggaran yang ditemukan pada perhelatan Pilkada serentak 2020 lalu, lima diantaranya berakhir divonis bersalah oleh pengadilan.

Pihaknya menemukan ataupun menerima cukup banyak laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran pidana pemilihan. Dari jumlah yang banyak tersebut, sebanyak lima kasus pidana pemilihan akhirnya divonis bersalah oleh pengadilan.

“Lima kasus pidana pemilihan yang divonis bersalah itu terjadi Kabupaten Pasaman Barat, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok Selatan, dan dua kasus di Kabupaten Lima Puluh Kota,” katanyanya

Selain tindakan pidana pemilihan, pelanggaran yang masih cukup mencolok pada Pilkada 2020 lalu adalah dugaan pelanggaran netralitas ASN. Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, ASN yang melakukan netralitas paling banyak terjadi di Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Sijunjung. (Tim)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img