Gedung OK atau ruang operasi berlantai empat senilai lebih kurang Rp22 Miliyar akan dibangun di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh. Walikota Payakumbuh Riza Falepi, meminta, akhir Maret ini proses tender kegiatan infrastruktur itu sudah rampung. Sehingga, dalam waktu tujuh bulan ke depan, pekerjaan tersebut rampung dan dapat dimanfaatkan.
“Saya sudah ingatkan managemen RSUD dr. Adnaan WD di bawah pimpinan Direktur Dr. Herijon, agar mempercepat proses pelelangan kegiatan, melalui LPSE yang ada pada Unit Layanan Pengadaan Payakumbuh. Kita harapkan, akhir Maret ini sudah diketahui pemenangnya. Kita senang, skedul yang ditetapkan berjalan sebagaimana mestinya,” sebut walikota.
Pada bangunan ruang operasi yang akan dibangun itu, akan dilengkapi dengan ruangan ICU dan ICCU, untuk penanganan pasien penyakit jantung. Selain itu, juga akan ada ruang ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan intensif untuk bayi (sampai usia 28 hari) dan ruangan anak-anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-oragan vital.
Dengan dana tersedia, tahun ini pemko baru mampu merampungkan pembangunan fisik. Tahun depan, akan dilanjutkan dengan pengadaan alat-alat kesehatannya. Keinginan walikota, dalam beberapa tahun ke depan, sebelum masa jabatannya berakhir 2017, mudah-mudahan rumah sakit Payakumbuh akan berubah type, dari C menjadi B. Makanya, dari sekarang, pemko bersama pihak RSUD Adnaan WD, akan terus melangkapi sarana dan prasarana, termasuk SDM. Tidak hanya kebutuhan SDM para medis, tapi juga tenaga medisnya.
Direktur RSUD Adnaan WD Payakumbuh, dr. Herijon, dihubungi, membenarkan, pihaknya punya kegiatan pembangunan infrastruktur atau gedung OK berlantai 4 itu. Tidak sebatas itu, pihaknya juga akan melengkapi pembangunan fisik lainnya, yang nantinya akan tersambung dengan gedung OK. Perencanaan untuk itu, tengah dirancang stafnya, sebut, Herijon.