Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Dua rumah di Korong Guguak Padang Pauah, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, tertimbun longsor yang terjadi pada Senin (1/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Hal itu disebabkan hujan lebat yang mengguyur wilayah Padang Pariaman, selain musibah longsor juga beberapa rumah dan sawah masyarakat juga direndam banjir Sungai Batang Piaman dan Batang Balighi.

Camat Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Masrimpi Noor mengatakan, Ada empat rumah di lokasi longsor namun yang tertimbun cuma dua. Dan kita meminta kepada pemilik untuk tidak menghuni rumahnya, karena rumah itu berada di tebing yang berkemungkinan bisa terjadi longsor kembali, apalagi sekarang ini musim hujan. “Dua kepala keluarga yang rumahnya tertimbun longsor mengalami luka ringan dan saat ini mengungsi ke rumah keluarganya yang berada di lokasi yang aman,” ujarnya.

Baca juga: Jembatan Buluah Apo Putus Dihantam Banjir

Ia menyampaikan akses ke lokasi putus karena jalan setapak dan terjal juga tertimbun longsor. Selain longsor, lanjutnya juga terjadi banjir bandang dengan kedalaman sekitar satu meter yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat longsor tersebut sawah rusak,  tiga sapi, enam kambing, serta sejumlah ayam dan bebek hanyut terbawa arus.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Yendri Moenir menyebutkan lanjutnya anggota BPBD Padang Pariaman sedang membersihkan material longsor. Korban rumah Mansurdin (50) mengalami kerugian sekitar  Rp. 100 juta, sedangkan Roti (60) yang rumahnya terkena longsor juga mengalami kerugian sekitar Rp. 10 juta. “Tim Satgas TRC PB BPBD Padang Pariaman bersama TNI, Polri, perangkat kecamatan dan nagari beserta warga setempat melakukan pembersihan material longsor dan puing2 rumah,” katanya.

Terpisah, salah seorang masyarakat Tonyok, Korong Guguak, Buk Nar (50) mengatakan, banjir bandang ini datang secara tiba-tiba, saat itu menjelang senja hujan lebat disertai petir. “Melihat air datang secara tiba-tiba, kami bersama keluarga langsung keluar untuk menyelamatkan diri, dan barang rumah tangga kami banyak yang hanyut,” ujar Buk Nar.

Dia menjelaskan, setahu saya ini yang paling besar banjir bandang sungai ini. “Di malam hari itu air dihalaman rumah setinggi pinggang orang dewasa, dan sawah juga terendam air. Untuk itu, kami berharap juga kepada pemerintah agar bisa memberikan bantuan untuk bisa mengatasi air sungai ini apabila terjadi hujan tidak banjir lagi,” pintanya. (bus)

loading...