spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dr Elita Amrina: Manufaktur Berkelanjutan Strategi Menghemat Energi
D

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Akademisi sekaligus peneliti dari Jurusan Tekni Industri Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Dr Elita Amrina menilai bahwa industri pabrik atau manufaktur yang berjalan dengan prinsip berkelanjutan sebagai suatu langkah besar dalam upaya penghematan energi.

“Dalam prinsip industri manufaktur berkelanjutan terdapat upaya mengurangi jumlah penggunaan energi dalam kegiatan menghasilkan barang dan jasa,” katanya, di Padang, Jumat.

Dia menjelaskan salah satu penggunaan energi besar hasil dari kegiatan produksi ini yakni melakukan pengolahan limbah dan sampah.

Dalam prinsip manufaktur berkelanjutan pengolahan limbah ini harus seminimal mungkin menggunakan energi.
Bahkan menurutnya pengolahan limbah tersebut bukan menghabiskan energi melainkan menghasilkan energi alternatif baru.

“Upaya melakukan daur ulang limbah dan sampah juga menjadi salah satu prinsip dalam manufaktur berkelanjutan,” imbuhnya.

Prinsip ini kata dia lebih dikenal dengan 6 R atau “Reduce, Reuse, Recycle, Recover, Redesign, dan Remanufacture”.
Hal tersebut mengandung arti bahwa dalam kegiatan pabrik yang menghasilkan limbah dan residu, penanganannya harus beracuan prinsip “6R” tersebut.

Adapun Prinsip “6R” ini yaitu upaya mengurangi, memakai, mendaur ulang, mengembalikan, membuat dan menghasilkan kembali limbah pabrik menjadi suatu hasil produksi yang bermanfaat, kata Elita.

Dia mencontohkan suatu pabrik yang menghasilkan barang dengan limbah cair sebagai sisa produksinya.

Bila pabrik tersebut menggunakan prinsip “6R” tersebut, sudah ada upaya untuk mengurangi pengeluaran limbah, pemakaian kembali serta mendaur ulang seperti pembuatan pupuk.

Disamping itu katanya, dalam perkembangannya pabrik tersebut mampu mengembalikan, membuat ulang hingga menghasilkan suatu barang kembali dari limbah dan sampah tersebut.

Dengan demikian selain efisiensi biaya produksi, penggunaan energi pun tidak terlalu banyak.

Hal ini tentunya menjadi suatu upaya untuk menghemat energi yang berasal dari bahan bakar fosil seperti batu bara tersebut, katanya.

Sementara itu Pengamat Lingkungan, Ardinis Arbain menilai prinsip berkelanjutan tidak hanya menguntungkan bagi lingkungan semata, namun juga dapat berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat.

Seperti halnya pengelolaan sampah terpadu yang menggunakan prinsip “6R” tersebut dapat menghasilkan pendapatan yang tidak sedikit bagi pelakunya.

Selain dapat menghemat pengeluaran terhadap pembelian barang, upaya daur ulang menjadi produk baru, atau pengumpulan bank sampah dapat menambah pendapatan masyarakat.

Apabila ini terus diupayakan secara kolektif dan terpadu tentunya akan memberikan keuntungan yang berlipat, imbuhnya.

 

Sumber: Antara/Denya Utama
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img