25 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

April Ekspor Sumbar Naik 29,73 Persen
A

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merilis nilai ekspor di provinsi itu pada April 2015 naik 29,73 persen dibanding bulan sebelumnya dengan total nilai mencapai 148,1 juta dolar Amerika Serikat (AS).

“Golongan ekspor yang paling besar lemak dan minyak hewan, nabati sebesar 136 juta dolar AS, golongan karet dan barang dari karet 33,7 juta dolar AS serta golongan kopi, teh dan rempah-rampah 3,4 juta dolar AS,” kata Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri di Padang, Jumat.

Ia menyebutkan negara tujuan ekspor terbesar pada April adalah India dengan total nilai 69,2 juta dolar AS, Amerika Serikat 32,2 juta dolar AS, Iran 19,7 juta dolar AS, dan Singapura 15,2 juta dolar AS.

“Ekspor ke India memberikan peran sebesar 40,16 persen terhadap total ekspor Sumatera Barat April 2015, Amerika Serikat 18,83 persen, dan Singapura 9,65 persen,” ujar dia.

Ia menyampaikan peningkatan ekspor pada April 2015 terjadi ke beberapa negara tujuan antara lain India naik 11,74 persen, Amerika Serikat naik 9,19 persen, dan Singapura 7,03 persen.

“Ekspor ke Brazil mengalami peningkatan yang sangat tajam yaitu meningkat sebesar 38.503,23 persen,” lanjut dia.

Pada sisi lain ekspor produk industri mengalami peningkatan yaitu naik sebesar 30,33 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian justru mengalami penurunan sebesar 10,79 persen.

Kontribusi sektor industri terhadap total ekspor Sumatera Barat sebesar 97,14 persen, dan kontribusi ekspor hasil pertanian memberikan peran sebesar 2,39 persen, ujar dia.

Sementara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar mencatat komoditas ekspor daerah itu masih didominasi oleh crude palm oil (CPO) atau minyak sawit serta karet dalam lima tahun terakhir.

“Hasil industri pengolahan di sektor perkebunan masih menjadi komoditas ekspor utama di CPO berkontribusi sebesar 71 persen dan karet 16 persen,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Puji Atmoko.

Menurut dia untuk Sumbar lahan sawit yang cukup besar berada di Kabupaten Pasaman dan Dharmasraya.

Akan tetapi jika dilihat dari beberapa provinsi lain di Sumatera, produksi CPO Sumbar relatif kecil hanya enam persen dari total produksi CPO di Sumatera, kata dia

Ia menyebutkan pangsa produksi CPO di Sumatera ada di Riau sebesar 36 persen, Sumatera Utara 25 persen, Sumatera Selatan 15 persen, Jambi sembilan persen dan Sumbar enam persen.

Puji menilai pertumbuhan produksi kelapa sawit di Sumbar relatif stagnan dengan pertumbuhan rata-rata lima tahun terakhir dibawah lima persen.

Ke depan yang perlu dilakukan adalah meningkatkan nilai tambah CPO melalui industri pengolahan jika peningkatan produksi tidak dimungkinkan lagi, kata dia.

 

Sumber: Antara/Ikhwan Wahyudi
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img