spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dosen Unand Motivasi Menulis Mahasiswa Program Pertukaraan
D

Kategori -
- Advertisement -

Padang,BeritaSumbar.com,- Benarkah dengan menulis kita dapat menyimpan kenangan dan gagasan kita? Menulis adalah keabadian yang paling pasti. Ingatan kita memang terbatas dan mungkin saja bisa lupa, tetapi menulis dapat menjadi jaminan bagi kita untuk memanggil ingatan-ingatan yang terlupakan.

Mengulangi suatu kejadian atau peristiwa adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Jika terulang, tidak akan sama dengan kejadian sebelumnya. Semua yang terulang tidak akan sama bertahan dengan hal yang baru saja terjadi.

Oleh karena itu, pada malam 21 oktober 2022, Bobby Febri Krisdianto, salah satu dosen modul Nusantara UNAND memberikan pelatihan kepenulisan kepada 18 mahasiswa pertukaran yang saat ini belajar di UNAND. Kegiatan kelompok Tali Tigo Sapilin (TaTiSa) ini berbeda dengan pelaksanaan dengan kelompok lainnya yakni pelaksanaan kegiatan ini bertempat di Masjid Nurul Ilmi, masjid utama di Universitas Andalas. Setelah kegiatan pelatihan menulis, Bobby juga menantang mahasiswa  untuk merencanakan pembuatan buku dimana didalam buku tersebut berisi tulisan dari anggota TaTiSa beserta dosen dan liaison officer.

Dalam pelatihan tersebut, Bobby memotivasi mahasiswa dengan merujuk cerita dan sejarah Sahabat Rosulullah. “Marilah kita belajar dari para ulama terdahulu yang sangat produktif memberikan zakat ilmu kepada masyarakat, generasi setelahnya. Seperti halnya imam alghazali (ulama termasyhur) yang gemar menulis dan melahirkan ratusan karya ilmiah yang menjadi rujukan pengetahuan”.

Rahasia menulis oleh para ulama adalah menulis dengan hati yang tulus dan tulus ikhlas dimulai dengan berdoa kepada pemilik ilmu. Salah satu nasihat Imam Alghazali terkait menulis adalah “Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”.

Rahasia lainnya agar produktif menulis bagi dosen adalah manajemen waktu. Disebutkan bahwa Ibnu Jarir At-Thabari yang mampu menulis 40 lembar tulisan dalam sehari sangat pandai dalam mengatur waktu. Demikian bagaimana kita berproses menghadirkan “ruh” dalam pembelajaran. tentu masih banyak yang bisa digali dari para pendahulu kita yang telah terbukti menjadikan generasi emas setelahnya, yang diawali dengan menghadirkan “ruh” dalam proses pembelajaran, semangat untuk terus belajar dan tumbuh, ujar Bobby dengan semangat mempresentasikan materinya kepada mahasiswa.

Menulis menjadi metode terbaik untuk belajar. Menuliskan semua ilmu yang sudah atau sedang dipelajari merupakan cara terbaik untuk mengingat dan memahami ilmu. Para peneliti juga menyatakan bahwa belajar sambal menulis dapat menciptakan ‘memori motorik’ yang membantu seseorang untuk dapat belajar lebih baik. Oleh karena itu, perlunya menyimpan kenangan dalam tulisan dan menanggil ingatan sebagai upaya perbaikan di masa depan. Begitu pula dalam hal pembelajaran, seorang pendidik perlunya menulis temuan pembelajaran yang dirasakan oleh pengajar atau pembelajar. Kenangan 1 semester belajar di UNAND ini diharapkan bermakna selamanya bagi delapan belas mahasiswa tersebut jika diabadikan dalam bentuk buku.

Boby Krisdianto selaku dosen modul nusantara dikelompok ini memberikan tips awal menulis, ada 3 hal penting yang perlu diingat yaitu ide, pesan utama, mulai menulis. Ide dalam menulis dapat berupa pengalaman kita yang berkesan selama mengikuti modul nusantara ini, kita coba tuangkan dalam bentuk tulisan. Yang kedua, kita selalu inga tapa pesan utama apa yang ingin disampaikan oleh penulis agar pembaca dapat tergerak untuk berfikir atau mleakukan sesuatu.

Selanjutnya menulis, sebaiknya kita fokus untuk menulis bebas terlebih dahulu tanpa ada gangguan. Kemudian setelah selesai baru kita edit dari tata bahasa dan kontennya logis dan sistematis atau tidak. Bobby mengungkapkan bahwa kita tidak hanya melakukan aksi saja tetapi harus memerlukan konsistensi dalam melakukan aksi tersebut. Oleh karena itu diperlukan target waktu, kapan kita harus menyelesaikan tulisan kita, imbuh bobby dalam memberikan tip menulis terbaiknya.

Selesai penyampaian materi, maka moderator acara, Fitaa, mahasiswa Fakultas Peternakan yang berperan sebagai Liasion Officer (LO) dalam kegiatan PMM. Jawaban demi jawaban yang dituturkan oleh masing-masing anggota terkait pertanyaan yang diajukan Boby membuat satu sama lain semangat dalam menulis. Mereka menerima tantangan untuk membuat buku Antologi yang deadline terakhir pengumpulnnya pada 30 oktober 2022.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img