30.1 C
Padang
Rabu, Mei 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Di Depan Menteri PU, Wako Riza Tandatangani Piagam Kota Hijau
D

Kategori -
- Advertisement -

Komitmen Pemko Payakumbuh terhadap Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) tidak setengah-setengah. Di depan Menteri PU dan Perumahan Rakyat,  Kabinet Kerja, Walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama 29 bupati/walikota dari 18 provinsi di Tanah Air, dalam acara di ruang Serba Guna Lantai 8 Gedung Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Jakarta,  menandatangani Piagam Komitmen Kota Hijau, Kamis (6/11).

 

Kota Payakumbuh bersama 29 kota/kabupaten itu, terpilih oleh kementerian sebagai peserta baru dalam Program Pengembangan Kota Hijau yang digagas oleh Ditjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum.  Ke depan, pembangunan kota dan infrastruktur di Payakumbuh benar-benar berwawasan lingkungan hidup dan mengedepankan penghijauan. “Kita sangat menghargai pemerintah pusat memilih Payakumbuh dalam program ini,” ucap Walikota Riza Falepi ketika dihubungi,  Jum’at (7/11).

Saat penandatanganan itu, Walikota Riza Falepi didampingi Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Payakumbuh Ir. Zulinda Kamal dan sejumlah pejabat terkait lainnya.  Sebagai peserta baru dalam P2KH, pejabat terkait langsung mengikuti workshop bersama jajaran kementerian, untuk mengaplikasikan kegiatan ini disetiap daerah.

Menurut Walikota Riza Falepi, komitmen Kota Hijau merupakan kepedulian dan keseriusan pemko/pemkab dalam mewujudkan kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui P2KH. Pemko diharapkan  melibatkan  berbagai komunitas dan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan serta kesetaraan sosial dan  meningkatkan kualitas lingkungan.

Keterangan Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Payakumbuh Zulinda Kamal, P2KH telah dilaksanakan sejak tahun 2011 dengan peserta 112 kabupaten/kota. Dan Kota Payakumbuh bersama 29 kabupatan/kota,  merupakan tahap kedua dari P2KH yang akan dimulai awal  2015nanti. Seluruh program akan difasilitasi dan climbing oleh  Ditjen Penataan Ruang Kementerian PU.

Dijelaskan Zulinda Kamal, P2KH merupakan  pembangunan  yang berkelanjutan dengan mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan 8 atribut kota hijau yaitu : 1) perencanaan dan perancangan kota yang ramah lingkungan, 2) ketersediaan ruang terbuka hijau, 3) konsumsi energi yang efisien, 4) pengelolaan air yang efektif, 5) pengelolaan limbah dengan prinsip 3 R, 6) bangunan hemat energi, 7) penerapan sistem transportasi yang bekelanjutan dan 8) peningkatan peran serta masyarakat sebagai komunitas hijau.

Untuk tahap awal dan sesuai dengan kewenangan Ditjen Penataan Ruang, P2KH difokuskan pada 3 atribut yaitu perencanaan dan perancangan, meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau dan peningkatkan peran serta masyarakat sebagai komunitas hijau.

Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan karena pelaksanaan P2KH berdasarkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat dan  dunia usaha / CSR.  Dalam waktu dekat ini, pemko bersama SKPD terkait akan menerapkan dan menggerakkan P2KH, sesuai dengan tupoksi masing-masing SKPD, ungkap Zulinda.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img