24 C
Padang
Selasa, Oktober 19, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dampak Mutasi Di Lingkungan Pemkab Sijunjung, Beberapa ASN Adukan Nasib Mereka Ke DPRD
D

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, Berita Sumbar—Buntut dari mutasi gelombang pertama kabinet Beny-Radi ada beberapa orang Aparatur Sipil Negara (ASN) non job mengadukan nasib mereka ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sijunjung, Senin (11/10).  

Seperti yang kita ketahui Bupati Sijunjung Beny Dwifa Yuswir, Pada hari Jumat (24/921) telah melantik dan mengambil sumpah jabatan eselon ll sebanyak l (satu) orang, eselon lll sebanyak 87 orang dan eselon lV sebanyak 229 orang.Pada proses mutasi jilid satu ini ada beberapa orang pejabat yang hanya mendapat kursi tanpa meja alias nonjob.

Dampak dari itu, beberapa ASN yang non job tersebut mengira Bupati telah menyalahi aturan atau  tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku baik secara proses, administrasi dan juga  tekhnik dan prosedurnya.  ASN yang di nonjobkan  dan ini bertentangan dengan, Permenpan RI nomor 40 tahun 2008 tentang pedoman sistem merit dalam manajemen aparatus sipil negara  pada ketentuan umum : pasal 1 poin 3,Poin 7,Pasal 2,Poin a, Poin b,Poin c, Poin d,Poin e,Poin f, Poin g, dan Poin h.

Dari penjelasan pasal demi pasal Permenpan RB  diatas  jelas bertentangan dengan terjadinya nonjob secara besar-besaran di pemda kabupaten sijunjung dimana:

 ASN yang dinonjobkan tidak pernah melanggar dari pada poin-poin yang sudah dijabarkan pasal perpasal , semua ASN tidak  pernah terjadi   pelanggaran disiplin ,tidak pernah diberikan teguran bahkan hukuman dan juga pembinaan oleh pehabat terkait sebelum proses terjadi nonjob, kata Rika pejabat non job istri anggota dewan tersebut ,

Untuk ASN yang dipromosikan sebagai reward ,kinerja apa dan prestasi apa yang sudah di torehkan untuk kab sijunjung ini. Kemudian untuk promosi ke jabatan yang lebih tinggi dari staf ke esselonering harus melalui beberapa tahap dan ketentuan contoh PIM IV bagi yang akan menduduki esselon IV dan pada saat pelantikan tanggal  24 september 2021 ada yang loncat dari fungsional,umum ke eseelon III, jelas Rafles salah seorang pejabat yang di nonjopkan.

Akhirnya mereka menyampaikan keluh kesah mereka di DPRD Ranah Lansek Manih yang diterima pimpinan dan Komisi lll dan anggota fraksi yag ada di dewan Sijujung. Pada prinsipnya DPRD menerima eluhan dan kegelisahan ASN non job tersebut. DPRD berjanji akan melakukan rapat kerja dengan pihak esekutif untuk Membicarakan masalah ini,kata ketua komisi lll DPRD Sijunjug Ultriadi dihadapan perwakilan ASN Non Job yang hadir siang itu. (Alim)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img