24 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Cerita Mahasiswa KKN Unand Melestarikan Anyaman Mansiang di Jorong Taratak
C

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, — Sekelompok mahasiswa Universitas Andalas (Unand) menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jorong Taratak, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Mereka cukup terenyuh melihat langsung bagaimana industri kreatif itu terdampak pandemi Covid-19.

“Sektor kerajinan berupa anyaman mansiang ini memiliki peluang pasar yang bagus, namun wabah Covid-19 membuat usaha warga setempat sedikit tersendat,” ujar Adlan Hawari, Ketua KKN Unand.

Di Jorong Taratak, ada tujuh kelompok usaha kerajinan daun mansiang. Kelompok tersebut terdiri dari Kelompok Kabuan Jaya, Kelompok Puncak Taratak Indah, Kelompok Anyaman Mansiang Sejahtera, Kelompok Berkah, Kelompok Mekar, Kelompok Maju Jaya, dan Kelompok Anyaman Baru.

Diwawancara terpisah, Selasa (17/8), Prof Ratni Prima Lita selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN Unand menyebut hasil penelitiannya bahwa kerajinan daun mansiang sebagai destinasi yang kerap dikunjungi wisatawan.

“Anyaman daun mansiang ini memiliki indeks daya tarik 2,59 dengan kriteria cukup menarik,” kata Prof Ratni.

Sejalan dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), lanjut Ratni, pihaknya mendorong para mahasiswa yang menggelar KKN di wilayah ini untuk fokus mengambil tema Wirausaha Desa.

“GNRM diharapkan menumbuhkan kelompok usaha masyarakat secara gotong royong. Setiap rumah tangga dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di desa untuk meningkatkan kemandirian ekonomi selama pandemi,” katanya.

“Program ini sudah berjalan sejak tahun 2021 oleh Fakultas Ekonomi, Unand dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Pelaksanaannya akn terus berlanjut pada tahun 2022 mendatang,” sambung Prof Ratni.

Bak gayung bersambut, kata Ratni, program ini didukung penuh oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK RI), Forum Rektor Indonesia, serta Program KKN Tematik.

“Kegiatan KKN kali ini dibantu dana hibah GNRM Wirausaha Desa dari kemenko PMK. Ini satu-satunya hibah yang dimenangkan Unand. Kami ucapkan apresiasi setinggi-tingginya buat Pak Rektor, Pak Dekan, dan jajaran pimpinan di kampus yang sangat mendukung program ini. Semoga tahun depan ada lagi pendanaan berikutnya,” harap Guru Besar Manajemen ini.

Dua hari lalu, salah satu langkah nyata yang diprakarsai para mahasiswa ini adalah membuat perlombaan sederhana. Segenap murid sekolah dasar dengan batasan umur 12 tahun didapuk untuk unjuk kebolehan membuat anyaman.

“Karena lomba Agustusan berpotensi membuat kerumunan, kami tawarkan lomba anyaman saja. Bisa menerapkan prokes, mengatur jarak dan bernilai positif. Alhamdulillah direstui dan banyak peminat,” kata salah satu mahasiswa yang menjadi panitia lomba, Asma Nur Afifah.

Lomba ini digelar selama dua hari berturut. Untuk hari pertama para peserta dijaring dalam tahapan penyisihan. Anyaman yang dibuat ditetapkan panitia. Peserta boleh membuat kambuik bulek dengan ukuran alas 12x sentimeter dan tinggi 15 sentimeter, atau Kambuik Cibia dengan tinggi 22 sentimeter.

“Untuk hari kedua, setiap peserta yang lolos tahap penyisihan dibebaskan membuat anyaman berbentuk apa saja tapi dengan ketentuan sekreatif mungkin,” jelasnya.

Tika Rahma Diana, mahasiswa KKN lainnya menambahkan, para pemenang diberikan piala, sertifikat dan hadiah menarik.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara 1 diraih oleh Natasya Mulya (13 tahun), Juara 2 oleh Nafizatul Aina (12 tahun), dan Juara 3 oleh Dani Erlina (12 tahun). Selanjutnya, Juara Harapan 1 diraih oleh Finza Oktaviani (11 tahun), Juara Harapan 2 oleh Fadhila Maulidiah (12 tahun), dan Juara Harapan 3 oleh Puja Martadeli (13 tahun).

“Semoga lomba ini bisa memotivasi para peserta untuk terus mencintai anyaman mansiang dan menumbuhkan jiwa wirausaha mereka kelak dewasa,” harap Tika.(rel)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img