31 C
Padang
Selasa, Juli 16, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Bupati Hadiri Apel Operasi Ketupat Singgalang Tahun 2018
B

- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Bupati Limapuluh Kota,H. Irfendi Arbi menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Singgalang Tahun 2018 di Lapangan Polres Limapuluh Kota, Sarilamak, Rabu(6/6) pagi.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis dan dihadiri oleh para unsur Forkopimda beserta personilnya.

Dalam pidatonya, Kapolres membacakan amanat Kapolri mengatakan, operasi ketupat pada tahun ini akan berlangsung selama 18 hari, dimulai dari 7-24 Juni 2018.

“Operasi Ketupat 2018 ini berlangsung selama 18 hari dengan melibatkan 173.397 personil pengamanan gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan pemerintah,”ujarnya.

Selanjutnya, Ia menjelaskan, ada empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai selama Operasi Ketupat 2018 ini.

Empat potensi tersebut adalah, stabilitas harga dan ketersedian bahan pangan dan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik 2018.

Selain itu, potensi bencana alam dan tindakan kriminal yang mungkin terjadi, serta ancaman tindak terorisme yang juga harus diantispasi dan jadi perhatian penting.

Menurutnya, ancaman teror harus dilakukan upaya pencegahan di daerah vital dan pengamanan tempat ibadah serta tempat keramaian harus menjadi perhatian.

“Lakukan koordinasi yang baik dengan semua pihak, serta tetap lakukan pengamanan sesuai standar dan diback up dengan personil bersenjata,” tuturnya.

Ia menambahkan, Operasi Ketupat 2018 dalam rangka memberi rasa aman dan nyaman pada perayaan Idulfitri 1439 H.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, H. Irfendi Arbi yang dikunjungi seusai Apel mengatakan dukungannya terhadap pelaksanaan operasi ketupat tahun ini.

“Saya mendukung penuh operasi ketupat yang dilakukan oleh pihak Polri yang bekerjasama dengan TNI serta pemerintah ini, semoga pelaksanaan operasi ketupat ini berjalan aman, lancar dan sukses,”ujarnya.

Dikesempatan itu Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang nantinya akan melakukan mudik kekampung halaman untuk terus berhati-hati dan mematuhi peraturan yang berlaku.(*/relhum)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img