24.9 C
Padang
Sunday, November 29, 2020
Beritasumbar.com

Buayan Sayang Pak Kiai
B

Kategori -


Catatan kecil tentang KH Abdullah Syukri Zarkasyi
Oleh: A. Fuadi

Saya seperti sekarang ini, antara lain karena pernah diayun-ayun di “buayan sayang” seorang kiai, Pak Syukri. Buayannya: kata-kata penuh energi yang menyentrum. Ketika saya nyantri di Gontor 1988-1992, petuah KH Abdullah Syukri Zarkasyi selalu kami tunggu-tunggu. Temanya macam2: visi ke depan, nilai, travelogue melawat ke Amerika dll. Pidatonya itu bagai buayan bagi jiwa kami, ceritanya berayun, tapi mengalir deras, menyetrum, menyemangati. Seingat saya, Pak Syukri selalu membanggakan santrinya, membesarkan hati kami, dan kami selalu dianggap anak-anak terbaiknya. Kalau beliau sudah naik podium, sudah pasti seisi aula bisa gemuruh oleh tepuk tangan atau oleh suara ketawa kami mendengar humornya. Tapi begitu suara ketawa hilang, sesaat kemudian beliau mengubah nada bicara, jadi tegas. Kami seketika memasang muka serius, karena saat itu Pak Syukri menuntut kami mengerahkan segala upaya dan doa untuk menjadi yang terbaik. Beliau memang tak kenal tawar menawar untuk hasil yang terbaik, yang tercepat, yang terdepan. Target dan mimpi-mimpinya besar. Dan energi itu mengalir ke kami, untuk juga berani bermimpi besar. Mimpi yang ditumpangkan sepenuhnya pada doa, pada usaha, pada keikhlasan. Biasanya, selepas mendengar wejangannya, rasanya kami bagai bisa terbang dan melakukan apa saja.

Saat saya kelas akhir di Gontor, Pak Syukri mengajar pelajaran mantiq (logika) di kelas saya. Kelas ini juga kami tunggu-tunggu, karena kapan lagi langsung diajar kiai. Yang menyenangkan, Pak Syukri gemar berbagi hikayah, atau cerita-cerita inspiratif di luar pelajaran. Kami kembali dibuai di buayannya.

Setamat Gontor, lama saya tidak kontak dengan Pak Syukri, sampai kemudian saya menulis novel Negeri 5 Menara tahun 2009. Di beranda rumah beliau di dekat pohon asem itu, saya untuk pertama kali berhadapan satu lawan satu dengan beliau. Saya deg-degan. “Kamu sudah saya tunggu-tunggu. Kamu itu sudah membuat bom. Bom kebaikan dalam bentuk buku, mengenalkan apa itu pesantren.” Kira-kira begitu kata-kata beliau yang saya ingat.

Tahun 2011 saya sowan lagi ke beliau, kali ini untuk meminta izin melakukan syuting film Negeri 5 Menara di Gontor. Hampir tidak mungkin terjadi, tapi beliau akhirnya mengiyakan, dan bahkan ikut pula jadi cameo. Setahun setelah itu Pak Syukri kena stroke dan sulit bicara. Tapi dalam kondisi sulit ini Pak Syukri pun terus mengayunkan buayannya dengan cara lain. Dengan penuh semangat, walau stroke, beliau tetap hadir di acara-acara pondok. Membuat kita yang melihat, terharu, tapi juga tersemangati.

Terima kasih Pak Syukri karena terus mengayunkan buayan sayang buat kami sampai akhir hayat. Kini buayan itu boleh berhenti berayun ketika Pak Syukri diantar ke liang lahat esok hari. Tapi energi sentrum Pak Syukri, akan terus berdenyut di hati kami, sepanjang hayat. Allahummagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Selamat jalan kiaiku, kiai kami.

(A. Fuadi, alumni Gontor, penulis novel. IG @afuadi)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pembangunan Trotoar dan Harapan PUPR untuk Kota Payakumbuh Sebagai Kota Batiah

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Pembangunan tahap awal trotoar untuk pedestrian di jalan utama Kota Payakumbuh, Sumatera Barat telah selesai dikerjakan. Selain perwajahan kota...

Vanny Vabiola Pukau Pengunjung Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh,BeritaSumbar.com- Pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 yang digelar di Agam Jua Art and Culture Cafe, Kawasan Batang Agam pada hari ke tiga...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

Tenaga Pendidik Dari Payakumbuh Raih 5 Besar Penghargaan GTK PAUD

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Salah satu tenaga pendidik dari Kota Payakumbuh berhasil meraih prestasi membanggakan, menjadi 5 besar dalam nominasi Kepala Sekolah Inovatif dan Inspiratif...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -