Oleh: Wahyu Hidayat,Syafiq Fi Rizkillah, Shantrya Dhelly Susanty S.ST,M.Kes
Tumor testis adalah kondisi ketika sel testis mulai bermutasi dan tumbuh tidak terkendali, atau ketika sel tumor yang berasal dari bagian tubuh lain menyebar ke testis. Testis sendiri adalah nama lain dari buah zakar. Tumor testis bisa terjadi pada salah satu atau dua testis, dan merupakan salah satu tumor yang jarang ditemui.
Testis atau buah zakar adalah 2 organ seks pria yang berada di dalam kantung buah zakar (skrotum). Skrotum ini menggantung di dasar penis pada kedua sisi penis. Testis berperan penting dalam sistem reproduksi pria karena mereka bisa memproduksi sperma dan menghasilkan hormon seperti testosteron.
Ada beberapa jenis kanker yang bisa muncul dari testis. 95% kanker testis berasal dari sel germinal testis yang akan berubah menjadi sperma. Terdapat dua jenis kanker yang berasal dari jenis sel ini, yaitu seminoma dan keganasan non-seminoma. Selain itu, ada beberapa kanker testis lain walaupun lebih jarang ditemukan
Tumor testis terjadi ketika sel-sel testis membelah lebih cepat dari biasanya sehingga bisa membentuk tumor. Penyebab pasti tumor testis masih belum diketahui. Penyakit ini diduga berhubungan dengan sejumlah kondisi tertentu yang membuat materi genetik atau DNA dari sel testis mengalami mutasi.
Karena mutasi ini, sel yang memiliki siklus hidup dan mati yang tetap menjadi terus hidup dan memperbanyak diri secara berlebihan. Keganasan juga bisa terjadi karena gen penekan tumor yang ada pada tubuh tidak bekerja dengan baik.
Tumor testis tidak bisa dicegah, namun Anda bisa mendeteksi kondisi tersebut secara dini dengan upaya pemeriksaan mandiri pada bagian testis. Apabila kanker testis sudah terdeteksi lebih awal, maka penyebaran sel-sel kanker akan lebih mudah untuk dicegah. Disamping itu, peluang untuk bisa sembuh juga semakin besar jika kondisi ini diketahui sejak dini.
Pemeriksaan pada bagian testis secara mandiri disarankan untuk dilakukan setelah Anda mandi ketika kondisi testis dalam keadaan rileks. Cara untuk memeriksanya adalah menempatkan bagian testis di antara telunjuk dan ibu jari dalam posisi berdiri. Kemudian, raba seluruh bagian testis dengan perlahan. Upaya pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan secara rutin setidaknya sebulan sekali.
Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mendapati gejala seperti berikut ini :
Benjolan atau pembengkakan pada bagian testis
Testis terasa nyeri ketika diraba
Adanya perbedaan ukuran, tekstur, bentuk atau kekerasan antara satu bagian testis dengan bagian testis yang lain.
Sangat penting untuk dingat bahwasanya penderita tumor testis yang sudah sembuh total masih tetap beresiko untuk mengalami kekambuhan. Adanya kekambuhan ini biasanya terjadi sekitar 2-3 tahun sesudah masa pengobatan selesai. Oleh sebab itu, penderita kanker testis yang dinyatakan sudah sembuh masih perlu melakukan kontrol secara rutin sesuai dengan anjuran dari dokter.
Selama 10 tahun terdapat 149 kasus tumor testis, 129 kasus diantaranya adalah dewasa. Rentang usia yaitu 18-72 tahun, dengan usia rata-rata 33,03 tahun. Jenis tumor diantaranya seminoma 67 (51,9 %) pasien, nonseminoma 50 (38,8 %) pasien, non germinal 6 (4,7 %) pasien, tidak diketahui jenis tumornya 6 (4,7 %) pasien. Delapan puluh tujuh pasien (67,4 %) dilakukan orkhidektomi ligasi tinggi, 23 (17,8 %) pasien dilakukan orkhidektomi transscrotal. Insidens UDT terdapat pada 13 (10,1 %) pasien. Seminoma paling banyak ditemukan pada stadium 2c (36,9 %), dan non -seminoma pada stadium 3c (48,9 %). Kemoterapi dilakukan terhadap 51 (39,5 %) pasien, radioterapi pada 24 (18,6 %) pasien, dan 27 (20,9 %) pasien menolak dilakukan tindakan, dan 18 (14,0 %) pasien meninggal karena keadaan umum yang buruk. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan bermakna antara usia dengan stadium. Tujuh puluh tujuh persen pasien dengan UDT ditemukan pada stadium lanjut, dibandingkan dengan 66,7 % pada pasien non-UDT, tetapi secara statistik tidak bermakna. Angka rata-rata LDH 1785,35 dan nilai LDH meningkat sesuai dengan stadium, tetapi tidak bermakna untuk memprediksi stadium. Angka rata-rata AFP pada pasien non-seminoma adalah 6421,13 dan mempunyai hubungan yang bermakna dengan stadium
Seorang laki-laki 30 tahun datang ke polibedah rumah sakit Ganesha Medika Malangdengan keluhan benjola n di lipa t pahakanannya sejak 5 tahun yang lalu. Benjolandirasakan makin membesar terutama dalam1 tahun terakhir ini. Awalnya sebesar telorpuyuh lalu membesar hingga sebesar telorbebek. Penderita mengaku bahwa testissebelah kanannya memang tidak ada sejakkecil namun di lipat paha kanan terababenjolan kecil. Orang tua penderita tidakpernah memeriksakan keadaan tersebut kedokter dan dianggapnya sesuatu yang normal.Dalam 3 bulan ini, penderita mengeluh ngiludi lipat paha kanannya tanpa disertai mualatau muntah. Buang air besar (BAB) danbuang air kecil (BAK) tidak ada keluhan.Penderita sudah periksa ke dokter umum dandidiagnosis sebagai suatu hernia inguinalislateralis irreponibilis dan disarankan untukistirahat total agar isi kantong hernia baik ususa ta upun omentum (pengga ntung usus)kembali masuk ke perut. Namun karenabenjolan tidak hilang-hilang dan malah makinmembesar, maka penderita datang ke polibedah. Penurunan berat badan disangkal.Penderita telah menikah dan mempunyai 1orang putra.